8. Volvo XC90 T8 AWD
Volvo XC60 T8 AWD juga masuk daftar mobil PHEV paling irit dengan konsumsi sekitar 62,5 km/liter berdasarkan data WLTP, sedangkan spesifikasi resmi mencatat jarak listrik hingga 77 km.
- Kapasitas: 7 penumpang
- Tenaga: 462 hp
- Penggerak: AWD.
9. JAECOO J7 SHS-P
JAECOO J7 SHS-P mencatat konsumsi sekitar 35 km/l berdasarkan data operasional yang dipublikasikan JAECOO. Mobil ini memiliki baterai 18,3 kWh dan kemampuan berkendara listrik hingga 100 km.
- Mesin: 1.5 turbo
- Jarak kombinasi: hingga 1.377 km
- Harga: sekitar Rp500 jutaan.
10. JETOUR T1 i-DM
JETOUR T1 i-DM menawarkan sistem PHEV dengan mesin 1.5 TGDI dan motor listrik. Berdasarkan metodologi pengujian PBEV, konsumsi yang dicatat sekitar 30,75 km/l.
- Baterai: sekitar 18,4 kWh
- Motor listrik: hingga 201 hp
- Transmisi: sistem hybrid khusus.
11. Wuling Darion PHEV
Wuling Darion PHEV menjadi pilihan menarik di kelas MPV keluarga. Dalam pengujian tertentu, konsumsi rata-ratanya mencapai sekitar 30,3 km/l. Namun, hasil dapat berubah cukup signifikan bergantung pada kondisi baterai dan pola perjalanan.
- Kapasitas: 7 penumpang
- Baterai: 20,5 kWh
- Jarak listrik: hingga 125 km berdasarkan CLTC.
12. JAECOO J8 SHS-P ARDIS
JAECOO J8 SHS-P ARDIS memiliki konsumsi sekitar 23,7 km/l berdasarkan data operasional perusahaan.
Baterai 34,46 kWh memungkinkan jarak listrik hingga 180 km, sementara jarak kombinasi yang dipublikasikan mencapai 1.660 km.
- Mesin: 1.5 turbo
- Sistem: 3DHT + AWD
- Kapasitas: 7 penumpang.
Kenapa Angka Konsumsi PHEV Bisa Sangat Tinggi?
Efisiensi PHEV sangat dipengaruhi kondisi baterai. Ketika baterai penuh dan perjalanan didominasi mode listrik, penggunaan bensin bisa sangat minim. Sebaliknya, saat daya baterai menurun, mesin bensin akan bekerja lebih sering.
Metode pengujian juga penting. WLTP, NEDC, CLTC, hingga pengujian operasional memiliki prosedur berbeda.
Karena itu, angka 80 km/l dari satu metode tidak otomatis berarti mobil tersebut lebih irit daripada model dengan angka 70 km/l dari metode berbeda.
Cara Membandingkan Efisiensi Mobil PHEV
Angka konsumsi tinggi tidak selalu berarti satu mobil lebih hemat dalam penggunaan sehari-hari. Standar pengujian, kondisi baterai, kecepatan, temperatur, beban kendaraan, dan kebiasaan berkendara turut memengaruhi hasil.
Karena itu, data WLTP sebaiknya dibandingkan dengan WLTP, sedangkan angka NEDC atau CLTC perlu dibaca sesuai metode masing-masing.
Pantau terus update terbaru seputar dunia otomotif hanya Moladin.com untuk informasi mobil terbaru, review, dan tips otomotif lainnya!



