Mobil PHEV

12 Mobil PHEV Paling Irit di Indonesia 2026, Ada yang Tembus 80 Km/L!

  • 60 Views
Mobil PHEV paling irit - Moladin

Daftar Isi

Mobil PHEV paling irit kini tidak hanya datang dari merek premium. Sejumlah produsen menawarkan SUV hingga MPV plug-in hybrid dengan klaim efisiensi lebih dari 70 km/l.

Angka tersebut terlihat fantastis, tetapi perlu dibaca bersama metode pengujian dan kondisi baterainya.

PHEV sendiri menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai yang bisa diisi dari sumber listrik eksternal. Saat daya baterai tersedia, mobil dapat melaju menggunakan tenaga listrik sehingga pemakaian bensin berkurang.

Daftar Mobil PHEV Paling Irit 2026

Berikut deretan PHEV yang dipasarkan di Indonesia berdasarkan angka efisiensi yang dipublikasikan produsen maupun hasil pengujian tertentu:

1. Lexus RX 450h+ Luxury

Lexus RX Lihat Detail

Lexus RX 450h+ Luxury menjadi salah satu kandidat teratas dalam daftar mobil PHEV paling irit di Indonesia dengan mencatat angka efisiensi sekitar 83,3-90,9 km/l berdasarkan data WLTP yang dikonversi.

SUV ini memakai mesin 2.5 liter, motor listrik, baterai yang dapat diisi ulang, serta sistem E-Four AWD.

  • Karakter: SUV premium 5 penumpang
  • Sistem: PHEV AWD
  • Catatan: angka merupakan hasil konversi data pengujian, bukan uji jalan Indonesia.

2. Geely Starray EM-i

Geely Starray EM-i Lihat Detail

Geely Starray EM-i menawarkan klaim efisiensi hingga 83 km/l. Mobil ini memakai mesin 1.5 liter, motor listrik 160 kW, dan baterai 18,4 kWh. Geely juga menyebut jarak tempuh listrik hingga 105 km berdasarkan NEDC.

  • Harga: sekitar Rp499 juta OTR Jakarta
  • Jarak kombinasi: lebih dari 1.000 km
  • Produksi: dirakit lokal di Indonesia.

3. Chery Tiggo 8 CSH

Chery Tiggo 8 CSH Lihat Detail

Chery Tiggo 8 CSH menjadi salah satu SUV keluarga yang menarik perhatian dengan klaim konsumsi hingga 76 km/l berdasarkan NEDC. Efisiensi tersebut membuat Tiggo 8 CSH masuk jajaran mobil PHEV paling irit di Indonesia.

Baterai sekitar 18 kWh mendukung jarak listrik hingga 90 km, sedangkan jarak kombinasi diklaim lebih dari 1.300 km.

Content 4
  • Kapasitas: 7 penumpang
  • Mesin: 1.5 turbo
  • Pilihan penggerak: FWD dan AWD.

4. BMW XM 50e

BMW XM Lihat Detail

BMW XM 50e menunjukkan bahwa mobil performa tinggi juga dapat memiliki angka efisiensi yang tinggi di atas kertas. Data WLTP yang tercantum berada di kisaran 58,8–76,9 km/l.

  • Mesin: 3.0 liter enam silinder
  • Jarak listrik: hingga sekitar 80 km
  • Karakter: SUV performa premium.

5. BYD M6 DM

Lihat Detail

BYD M6 DM menawarkan pendekatan berbeda karena menggunakan format MPV tujuh penumpang.

Klaim efisiensinya mencapai sekitar 65 km/l, dengan teknologi DM yang mengombinasikan tenaga bensin dan listrik. BYD saat ini juga telah mencantumkan M6 DM dalam jajaran produknya di Indonesia.

  • Format: MPV keluarga
  • Teknologi: DM (Dual Mode)
  • Pilihan baterai: menyesuaikan varian.

6. Mazda CX-80 PHEV

Mazda CX-80 Lihat Detail

Mazda CX-80 PHEV mengusung mesin 2.5 liter, motor listrik, dan baterai 17,8 kWh. Data WLTP yang digunakan pada materi produk menunjukkan efisiensi sekitar 62,5 km/l.

Kombinasi tersebut membuat CX-80 menjadi salah satu mobil PHEV paling irit di kelas SUV premium.

  • Kapasitas: 6 penumpang
  • Penggerak: AWD
  • Jarak listrik: sekitar 60 km.

7. Volvo XC60 T8 AWD

Volvo XC60 Recharge Lihat Detail

Volvo XC60 T8 AWD memiliki efisiensi sekitar 62,5 km/l berdasarkan data yang dikonversi dari konsumsi bahan bakar PHEV.

Spesifikasi resmi Volvo mencatat jarak listrik hingga 81 km serta tenaga kombinasi 340 kW atau 462 hp.

  • Kapasitas: 5 penumpang
  • Penggerak: AWD
  • Akselerasi 0–100 km/jam: 4,8 detik.

8. Volvo XC90 T8 AWD

Volvo XC90 Recharge Lihat Detail

Volvo XC60 T8 AWD juga masuk daftar mobil PHEV paling irit dengan konsumsi sekitar 62,5 km/liter berdasarkan data WLTP, sedangkan spesifikasi resmi mencatat jarak listrik hingga 77 km.

  • Kapasitas: 7 penumpang
  • Tenaga: 462 hp
  • Penggerak: AWD.

9. JAECOO J7 SHS-P

Jaecoo J7 Lihat Detail

JAECOO J7 SHS-P mencatat konsumsi sekitar 35 km/l berdasarkan data operasional yang dipublikasikan JAECOO. Mobil ini memiliki baterai 18,3 kWh dan kemampuan berkendara listrik hingga 100 km.

Content 4
  • Mesin: 1.5 turbo
  • Jarak kombinasi: hingga 1.377 km
  • Harga: sekitar Rp500 jutaan.

10. JETOUR T1 i-DM

Jetour T1 Lihat Detail

JETOUR T1 i-DM menawarkan sistem PHEV dengan mesin 1.5 TGDI dan motor listrik. Berdasarkan metodologi pengujian PBEV, konsumsi yang dicatat sekitar 30,75 km/l.

  • Baterai: sekitar 18,4 kWh
  • Motor listrik: hingga 201 hp
  • Transmisi: sistem hybrid khusus.

11. Wuling Darion PHEV

Wuling Cortez Darion Lihat Detail

Wuling Darion PHEV menjadi pilihan menarik di kelas MPV keluarga. Dalam pengujian tertentu, konsumsi rata-ratanya mencapai sekitar 30,3 km/l. Namun, hasil dapat berubah cukup signifikan bergantung pada kondisi baterai dan pola perjalanan.

  • Kapasitas: 7 penumpang
  • Baterai: 20,5 kWh
  • Jarak listrik: hingga 125 km berdasarkan CLTC.

12. JAECOO J8 SHS-P ARDIS

Jaecoo J8 Lihat Detail

JAECOO J8 SHS-P ARDIS memiliki konsumsi sekitar 23,7 km/l berdasarkan data operasional perusahaan.

Baterai 34,46 kWh memungkinkan jarak listrik hingga 180 km, sementara jarak kombinasi yang dipublikasikan mencapai 1.660 km.

  • Mesin: 1.5 turbo
  • Sistem: 3DHT + AWD
  • Kapasitas: 7 penumpang.

Kenapa Angka Konsumsi PHEV Bisa Sangat Tinggi?

Efisiensi PHEV sangat dipengaruhi kondisi baterai. Ketika baterai penuh dan perjalanan didominasi mode listrik, penggunaan bensin bisa sangat minim. Sebaliknya, saat daya baterai menurun, mesin bensin akan bekerja lebih sering.

Metode pengujian juga penting. WLTP, NEDC, CLTC, hingga pengujian operasional memiliki prosedur berbeda.

Karena itu, angka 80 km/l dari satu metode tidak otomatis berarti mobil tersebut lebih irit daripada model dengan angka 70 km/l dari metode berbeda.

Cara Membandingkan Efisiensi Mobil PHEV

Angka konsumsi tinggi tidak selalu berarti satu mobil lebih hemat dalam penggunaan sehari-hari. Standar pengujian, kondisi baterai, kecepatan, temperatur, beban kendaraan, dan kebiasaan berkendara turut memengaruhi hasil.

Karena itu, data WLTP sebaiknya dibandingkan dengan WLTP, sedangkan angka NEDC atau CLTC perlu dibaca sesuai metode masing-masing.

Content 4

Pantau terus update terbaru seputar dunia otomotif hanya Moladin.com untuk informasi mobil terbaru, review, dan tips otomotif lainnya!

Untuk Driver Online
Program Mobil Sewaan jadi Hak Milik by Moladin

Mobil Sewaan jadi Hak Milik untuk untuk Driver Online yang Siap Naik Kelas

FREE Asuransi All Risk*
Diskon Charge 50%
Mobil Diganti Saat Perbaikan*
Lihat Penawaran
Artikel Mobil PHEV
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Mobil PHEV
Seedbacklink