Memilih motor bekas untuk ojek online (ojol) perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar harga beli. Motor akan digunakan berjam-jam setiap hari, sehingga konsumsi BBM, kenyamanan berkendara, ketersediaan suku cadang, dan biaya perawatan perlu masuk dalam perhitungan.
Bagi pengemudi ojol pemula, motor bekas bisa menjadi pilihan untuk menekan modal awal. Untuk bergabung dengan mitra ojek online, motor roda dua harus memenuhi persyaratan tahun produksi minimal 2011. Meski begitu, pastikan kamu mengecek ketentuan terbaru sebelum membeli motor agar sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
7 Rekomendasi Motor Bekas untuk Ojek Online

Berikut beberapa pilihan motor bekas untuk ojol, mulai dari skutik ekonomis untuk operasional harian hingga motor listrik dan skutik premium untuk layanan yang mengutamakan kenyamanan.
1. Yamaha Mio Soul 2011
Harga bekas: Rp3,5 juta–Rp5 juta
Yamaha Mio Soul cocok buat kamu yang mencari motor matic murah dengan posisi duduk cukup nyaman. Mesin 110 cc-nya memadai untuk mobilitas perkotaan, sementara bodinya lebih besar dibandingkan Mio standar.
Kelemahannya, konsumsi BBM tidak seirit beberapa kompetitornya. Periksa kondisi mesin, CVT, dan riwayat perawatan agar biaya perbaikan tidak menggerus pendapatan harian.
Headset Bluetooth untuk Helm Headset Nirkabel Bluetooth dengan Ketahanan Air IP56, Jawaban Otomatis, Suara HIFI, Baterai Hingga 30 Jam
2. Suzuki Hayate 2011
Harga bekas: Rp3,5 juta–Rp7 juta
Suzuki Hayate bisa dilirik jika kamu mengutamakan harga beli terjangkau dan jok yang cukup nyaman untuk perjalanan menengah. Mesinnya berkapasitas 125 cc, sehingga menarik untuk penggunaan harian.
Tantangannya ada pada ketersediaan beberapa suku cadang yang mungkin tidak semudah Honda atau Yamaha. Pastikan komponen penting tersedia di bengkel sekitar sebelum memilihnya.
3. Honda BeAT 2011
Harga bekas: Rp4,8 juta–Rp7,8 juta
Honda BeAT menjadi pilihan menarik untuk ojol yang sering menghadapi kemacetan. Bobotnya ringan, lincah saat bermanuver, dan konsumsi BBM relatif irit. Bengkel serta suku cadangnya juga mudah ditemukan.
Mesin generasi awal memang tidak terlalu bertenaga saat melewati tanjakan dengan penumpang. Karena itu, cek respons mesin dan kondisi CVT, terutama jika motor akan dipakai bekerja seharian.
