Industri otomotif Indonesia mengawali tahun dengan catatan yang cukup menarik. Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), angka penjualan mobil Januari 2026 menunjukkan tren pemulihan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para produsen dan dealer di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif. Ingin tahu lebih lanjut tentang tren peningkatan penjualan mobil Januari? Simak artikel berikut sampai selesai!
Tren Positif Penjualan Mobil Januari Secara Tahunan

Melihat data wholesale (distribusi dari pabrik ke dealer), performa pasar tercatat mencapai 66.447 unit. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan Januari 2025 yang hanya menyentuh 62.084 unit. Di sisi lain, retail sales atau penjualan langsung ke tangan konsumen juga menunjukkan grafik hijau dengan total 66.936 unit, tumbuh 4,5 persen dari tahun lalu.
Ketua I GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan rasa optimisme terhadap target tahunan sebesar 850 ribu unit. Kamu perlu tahu bahwa meskipun angka ini tampak konservatif, GAIKINDO tetap realistis dalam memantau pergerakan pasar. Menurutnya, harapan besar industri adalah melampaui target tersebut jika kondisi pasar terus stabil sepanjang tahun.
Mengapa Angka Penjualan Turun Dibandingkan Desember?
Meskipun secara tahunan meningkat, Moladiners mungkin menyadari adanya penurunan drastis jika membandingkan data ini dengan bulan sebelumnya (month-to-month).
Secara wholesale, terjadi penurunan sebesar 29,4 persen dibandingkan penjualan mobil di Desember 2025 yang sempat menembus 94.100 unit. Begitu pula dengan sisi retail yang terkoreksi sekitar 28,7 persen.
Ada beberapa alasan logis di balik fenomena ini:
- Pesta Diskon Akhir Tahun: Pada Desember 2025, para APM jor-joran memberikan insentif dan potongan harga besar untuk menghabiskan stok unit produksi tahun berjalan.
- Perubahan Kebijakan Insentif: Penghentian beberapa insentif, seperti bebas bea masuk impor CBU untuk kendaraan listrik, mendorong konsumen melakukan pembelian lebih cepat pada akhir tahun 2025 sebelum harga kembali normal di awal 2026.
Tantangan Industri Otomotif di Tahun 2026

Bagi kamu yang berencana meminang kendaraan baru, penting untuk memerhatikan faktor ekonomi makro. Jongkie menekankan bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta suku bunga acuan akan sangat memengaruhi daya beli masyarakat. Suku bunga yang tinggi biasanya berdampak langsung pada skema cicilan kendaraan, yang merupakan metode pembelian paling populer bagi Moladiners di Indonesia.
Rincian Wholesale Mobil Januari 2026 (Top 5 Brand)
Berikut adalah daftar pabrikan yang mendominasi distribusi kendaraan di awal tahun ini:
| Peringkat | Merek Kendaraan | Total Unit (Wholesale) |
| 1 | Toyota | 20.078 unit |
| 2 | Daihatsu | 12.513 unit |
| 3 | Mitsubishi | 6.898 unit |
| 4 | BYD | 4.879 unit |
| 5 | Honda | 4.016 unit |
Masuknya BYD dalam posisi empat besar menunjukkan bahwa penetrasi mobil listrik semakin kuat di pasar domestik, menggeser dominasi beberapa pemain lama di kategori volume besar.
Tetap pantau perkembangan terbaru dan berita mendalam seputar dunia otomotif hanya di Moladin.com!


