Untuk pengisian, Suzuki e Sky membutuhkan sekitar delapan jam menggunakan listrik rumah standar. Dengan wallbox 6 kW, waktunya sekitar 4,5 jam.
Mobil ini juga mendukung fast charging DC 50 kW. Pengisian baterai dari kondisi tertentu hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 25 menit.
Ada pula fitur Vehicle-to-Home (V2H) yang memungkinkan baterai mobil digunakan sebagai sumber listrik eksternal dengan output AC 100V/1.500W.
Suzuki e Sky Dijual di Jepang, Eropa Menyusul
Suzuki e Sky akan bersaing dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco di Jepang.
Sementara itu, ekspansi ke Eropa dan Inggris diperkirakan dimulai 2027. Di sana, rivalnya antara lain Renault Twingo E-Tech, Dacia Spring, dan Volkswagen ID.Every1 versi produksi.
Kehadiran Suzuki e Sky memperlihatkan bahwa mobil listrik tidak selalu harus berukuran besar atau punya baterai jumbo. Untuk penggunaan perkotaan, mobil kecil dengan efisiensi baik justru bisa lebih masuk akal.
Kalau kamu ingin melihat informasi dan perkembangan mobil baru, termasuk model listrik terbaru yang berpotensi hadir di Indonesia, cek terus informasi otomotif terbaru di Moladin.



