Jetour T2 tidak sekadar dirancang sebagai kendaraan tangguh untuk menunjang mobilitas keluarga Indonesia kemana saja. T2 bisa dimodifikasi lebih personal dengan kebutuhan konsumen seperti dua konsep modifikasi JETOUR T2: NOMAD Kit, bagi yang berjiwa petualangan untuk kegiatan outdoor, dan Obsidian Ultra Kit, yang gagah dengan bodi dinamis.
Kedua konsep ini pertama kali dipajang di IIMS 2026 untuk mengekspos fleksibilitas JETOUR T2 agara sesuai dengan berbagai karakter dan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda.
“Melalui dua konsep JETOUR T2 di IIMS, kami ingin memaksimalkan fitur-fitur unggulan yang ada pada JETOUR T2 serta memberikan inspirasi sejauh mana JETOUR T2 bisa dieksplorasi, baik untuk aktivitas di perkotaan maupun untuk light off-road. Dengan begitu, setiap pemilik dapat membayangkan bagaimana kendaraannya disesuaikan dengan karakter, gaya hidup, dan preferensi pribadi,” kata Arief Sutrisno, Brand Manager JETOUR Sales Indonesia.
“Untuk T2 yang menggunakan NOMAD Kit berkolaborasi dengan NMAA dimodifikasi hanya dalam 48 jam. Sebetulnya ini adalah turunan dari kit yang sudah ada di Jetour global dimana Jetour menyediakan beberapa kit modifikasi Dark Warrior untuk meningkatkan image ruggedness, adventure, ana toughness-nya gitu. Cuma kita sedikit memberikan perbedaan, terutama disini di grill memakai Star Grill, lalu ada roof lining, dan ada lift kitnya,” tambahnya.

Modifikasi Jetour T2 dengan NOMAD Kit dirancang untuk mendukung kegiatan outdoor dan petualangan. Dengan memaksimalkan fitur unggulan JETOUR T2, yaitu high-density roof rack dengan kapasitas hingga 300 kg (statis), sehingga NOMAD Kit dilengkapi dengan rooftop tent, awning samping, dan hub yang mendukung berbagai aktivitas luar ruang. Sehingga kendaraan siap digunakan untuk perjalanan jarak jauh maupun eksplorasi alam.
Sementara Obsidian Ultra Kit memperkuat karakter rugged JETOUR T2, di mana setiap elemen dan aksesori yang dipasang dirancang untuk memperkuat kesan tangguh, maskulin, dan berkarakter, sekaligus tetap fungsional dan realistis.
Hal ini jugalah yang coba diterapkan Julian Johan, seorang atlet dakkar Indonesia atau akrab disapa Jejelogy. Pemilik Jetour T2 warna putih ini turut mengungkapkan ketertarikannya pada kedua konsep modifikasi JETOUR T2.

“Skenario modifikasi yang ditawarkan JETOUR sangat memperhatikan fungsi. Bukan sekadar estetika, tetapi juga benar-benar sesuai kebutuhan. Modifikasinya aplikatif dan realistis, bisa dipakai sehari-hari maupun untuk aktivitas akhir pekan,” tukas Jejelogy,
“Nantinya kalau modifikasi mungkin di bagian ban dan velg, sementara kalau bodi sih tetap standar, karena saya sudah suka bodi yang standarnya, jadi lebih ke ban dan velg,” bebernya lagi.
Sebagai informasi harga Jetour sepanjang IIMS 2026 Harga Jetour T2 masih dijual Rp 568.000.000. Ingin tahu lebih banyak tentang perkembangan mobil listrik dan tren otomotif terbaru? Pastikan kamu selalu mengikuti informasi terbaru hanya di Moladin.com!