Volvo Cars resmi mengumumkan recall global terhadap model mobil listriknya, Volvo EX30, menyusul ditemukannya potensi masalah serius pada baterai mobil Volvo. Masalah ini berkaitan dengan risiko panas berlebih (overheating) pada sel baterai tegangan tinggi, yang dalam kondisi ekstrem dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran.
Langkah recall ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan, meskipun jumlah kasus insiden yang tercatat masih tergolong sangat terbatas. Namun, Volvo menegaskan bahwa keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama.
Penyebab Masalah Baterai Mobil Volvo EX30
Berdasarkan investigasi internal, masalah bersumber dari sel baterai yang dipasok oleh Sunwoda Electronic, salah satu produsen baterai asal China. Sel baterai tersebut berpotensi mengalami kenaikan suhu abnormal saat diisi hingga kapasitas penuh, terutama pada kondisi tertentu.
Sebagai respons awal, Volvo menginstruksikan pemilik kendaraan terdampak untuk membatasi pengisian daya maksimal hingga 70 persen sampai solusi teknis permanen tersedia. Kebijakan ini bertujuan menurunkan tekanan termal pada sistem baterai.
Jumlah Unit yang Terdampak Recall Global
Secara global, sekitar 33 ribu unit Volvo EX30 teridentifikasi menggunakan baterai dengan potensi masalah tersebut. Beberapa negara yang telah mengumumkan recall secara resmi antara lain:
- Inggris dengan lebih dari 10 ribu unit
- Australia yang telah menerbitkan peringatan keselamatan nasional
- Afrika Selatan dengan ratusan unit terdampak
Hingga saat ini, Volvo masih melakukan pendataan lanjutan untuk pasar lainnya, termasuk wilayah Asia.
Insiden Kebakaran yang Memicu Tindakan Cepat
Perhatian publik terhadap isu baterai mobil Volvo meningkat setelah terjadi insiden kebakaran Volvo EX30 di Brasil pada akhir 2025. Kendaraan tersebut dilaporkan terbakar hebat saat terparkir dan memerlukan penanganan intensif dari petugas pemadam kebakaran.
Meski belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya penyebab, insiden tersebut mempercepat keputusan Volvo untuk menarik unit-unit yang berpotensi bermasalah dari peredaran.
Gugatan Geely terhadap Pemasok Baterai
Di balik layar, kasus ini juga berdampak besar pada hubungan industri. Geely Group, sebagai pemilik mayoritas saham Volvo Cars, diketahui mengajukan gugatan hukum terhadap Sunwoda. Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian standar kualitas baterai yang disepakati.
Langkah hukum ini menunjukkan betapa krusialnya kualitas baterai dalam pengembangan kendaraan listrik, terutama bagi merek dengan reputasi keselamatan tinggi seperti Volvo.
Dampak terhadap Konsumen dan Citra Volvo
Sebagai merek yang identik dengan keamanan, isu baterai mobil Volvo ini menjadi tantangan tersendiri. Pembatasan pengisian daya hingga 70 persen dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan jarak tempuh harian pengguna, khususnya di negara dengan infrastruktur pengisian terbatas.
Namun, di sisi lain, langkah cepat recall justru dinilai sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab produsen terhadap keselamatan konsumennya.
Apakah Konsumen Indonesia Perlu Khawatir?
Hingga saat ini, Volvo Indonesia belum mengumumkan secara resmi adanya unit EX30 yang terdampak di Tanah Air. Meski begitu, pemilik Volvo listrik disarankan untuk memantau informasi dari dealer resmi serta mengikuti pembaruan perangkat lunak atau teknis yang dianjurkan pabrikan.
Kesimpulan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa baterai mobil Volvo dan sistem EV secara keseluruhan membutuhkan pengawasan kualitas yang sangat ketat. Meski teknologi mobil listrik terus berkembang, faktor keselamatan tetap menjadi aspek paling krusial.
Volvo telah mengambil langkah preventif melalui recall global dan pembatasan pengisian baterai, sembari menyiapkan solusi jangka panjang agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.Buat kamu yang tertarik atau sudah menggunakan mobil listrik, selalu pastikan mengikuti rekomendasi pabrikan dan update resmi dari dealer. Pantau terus Moladin untuk informasi terbaru seputar recall, teknologi EV, dan perkembangan industri otomotif global lainnya.


