Citroen Indonesia secara resmi menyerahkan unit perdana Citroën Ë-C4, Senin (7/7). Unit tersebut merupakan pesanan khusus Kedutaan Besar Prancis di Tanah Air untuk mendukung mobilitas H.E. Fabien Penone, duta besar Prancis untuk Indonesia.
Serah terima Citroen E-C4 ini dihelat hangat di Résidence de France alias kediaman resmi Duta Besar Prancis yang berlokasi di Jl. Syamsu Rizal No.18, Menteng, Gondangdia, Jakarta Pusat.
Sebagai catatan, Citroen E-C4 ini merupakan model pertama dan bukan generasi terbaru seperti dilihat tim Moladin saat perhelatan Paris Motor Show 2024.

“Mobil ini memang merupakan versi biasa apa adanya, namun mobil ini memiliki standar safety yang tinggi juga standar kenyamanan mobil yang sesuai untuk pasar di Indonesia jadi saya pikir ini tidak perlu ditambahkan sesuatu,” buka Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.
“Skema impor kita tetap delivery-nya sama, kemudian karena mobil ini adalah untuk korps diplomatik (CD), jadi di mereka ada proses internal kepada pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Oleh para desainer Citroën, E-C4 generasi awal ini dikemas untuk kembali ke segmen hatchback C dengan beberapa isyarat ala SUV. Tak berlebihan jika dalam beberapa hal, crossover listrik Citroen ini mengingatkan kita pada BMW iX3.
Kedua mobil tersebut tampak identik dengan saudaranya yang bermesin ICE dan tidak dibangun di atas platform listrik khusus. Tampilan luar mobil ini mengadopsi kaca depan belakang yang miring yang terinspirasi oleh GS tahun 1970-an, dengan ground clearance 156 mm yang sedikit dinaikkan yang dikatakan memberi mobil posisi mengemudi yang lebih tinggi.

Mobil ini berukuran panjang 4.360 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.525 mm, dan memiliki jarak sumbu roda 2.670 mm. Di bagian depan, fascianya memiliki tampilan mencolok berkat lampu depan LED dua tingkat dan grafis lampu daytime running berbentuk V yang diulang di lampu belakang. Overall ia simpel namun tegas dengan mengurangi lekukan-lekukan body yang membulat.
Pada bagian pilar C dan lampu belakang telah dibuat lebih ramping dan lebih rapat, menggambarkan bentuk aerodinamis E-C4 secara keseluruhan. Sementara di bagian kabin, salah satu fitur baru yang menarik adalah Dashboard Tray yang dapat ditarik, yang dapat digunakan untuk memasang dudukan tablet Smart Pad Support.

Anda juga bisa mendapatkan mobil dengan sunroof geser panorama, head-up display, wireless charging, kamera dasbor, serta roda kemudi dan kaca depan berpemanas pertama yang pernah ada.
Konsumen Umum Bisa Pesan

Tidak hanya disalurkan kepada Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Citroen E-C4 juga bisa dipesan oleh konsumen Tanah Air yang berminat.
Citroen E-C4, ditenagai oleh motor listrik berkekuatan 136 hp dan torsi 260 Nm. Klaim akselerasinya bisa melaju dari 0-100 km/jam dalam 9,7 detik, dengan kecepatan tertinggi 150 km/jam.
Baterai lithium-ion 50 kWh menyediakan jangkauan 350 km sesuai peringkat WLTP, dan ada juga mode berkendara satu pedal yang mirip dengan Nissan Leaf.

Pengisian daya memerlukan waktu tujuh setengah jam dengan kotak dinding AC satu fase atau lima jam dengan kotak dinding tiga fase opsional 11 kW. Pengisian daya cepat melalui stasiun pengisian daya umum DC 100 kW diklaim mampu mengisi daya baterai hingga 80% hanya dalam 30 menit. E-C4 juga dilengkapi velg khusus berukuran 18 inci untuk mengurangi getaran, sehingga berkendara menjadi lebih senyap.
“Bagi konsumen yang berminat tidak butuh kuota khusus. Satu juga tetap kita layani, untuk harga Citroen E-C4 ini sekitar Rp 1,2 miliar. Kita sama memberikan warranty baterai listrik selama 8 tahun atau 160.000 km dan free service 5 tahun atau 70.000 km jadi itu sama seperti yang kami berikan kepada konsumen Indonesia,” tutup Tan Kim Piauw.
Simak terus Moladin.com & channel Google News Moladin untuk informasi otomotif menarik lainnya.