Menjaga performa motor 2-tak bukan cuma soal rajin servis, tapi juga memilih oli samping yang tepat dan menjaga takarannya sesuai kebutuhan mesin.
Oli samping 2 tak adalah jenis oli yang berfungsi melumasi bagian dalam mesin lewat sistem pembakaran motor.
Nah, biar motor kesayanganmu tetap prima dan bebas asap berlebih, penting banget tahu fungsi, takaran ideal, hingga rekomendasi oli terbaiknya.
Fungsi Oli Samping 2 Tak

Oli samping punya banyak fungsi penting yang menentukan awet atau tidaknya mesin motor kamu. Berikut perannya yang perlu Moladiners tahu:
- Melindungi piston dan silinder dari gesekan berlebih
Oli samping bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di antara piston dan dinding silinder. Lapisan ini meminimalkan gesekan logam, sehingga keausan bisa ditekan dan umur mesin lebih panjang. - Menjaga efisiensi pembakaran bahan bakar
Dengan pelumasan optimal, pembakaran di ruang mesin jadi lebih sempurna. Efeknya, tenaga motor meningkat dan konsumsi bensin pun bisa lebih irit. - Mengurangi pembentukan kerak dan karbon
Salah satu musuh utama mesin motor 2-tak adalah tumpukan karbon. Oli berkualitas membantu melarutkan sisa pembakaran agar tak menumpuk di piston dan knalpot. - Menstabilkan suhu mesin
Mesin 2-tak cenderung cepat panas. Dengan oli yang tepat, suhu mesin bisa lebih stabil dan risiko overheat pun berkurang. - Menjaga respons mesin tetap ringan dan halus
Saat pelumasan bekerja maksimal, pergerakan piston terasa enteng. Ini bikin motor lebih responsif, terutama di tarikan awal dan saat akselerasi tinggi. - Memperpanjang usia mesin secara keseluruhan
Kombinasi antara pelumasan yang baik, suhu stabil, dan pembakaran bersih membuat performa mesin bertahan lebih lama tanpa perlu sering bongkar blok atau ganti ring piston.
Takaran Oli Samping 2 Tak yang Ideal

Menentukan takaran oli samping yang pas memang butuh sedikit trial and error. Tapi secara umum, kamu bisa mulai dengan takaran sekitar 10-20% lebih banyak dari rekomendasi pabrikan.
Setelah itu, perhatikan gejala motor. Kalau asap berlebih masih muncul, tambahkan sedikit demi sedikit sekitar 5-10% sampai asapnya berkurang.
Untuk motor standar yang masih memakai sistem otomatis (tabung oli menuju karburator), perhatikan tetesan oli dari selang ketika mesin hidup.
Melansir dari Deltalube, idealnya oli menetes tiap 10 detik saat idle. Kalau terlalu cepat atau lambat, kamu bisa sesuaikan setelan pompa oli agar lebih pas.
Sedangkan untuk motor 2-tak yang sudah menggunakan sistem campur langsung di tangki bensin, takaran umumnya adalah 25 cc oli untuk setiap 1 liter bensin.
Dampak Jika Oli Samping Motor 2-Tak Habis

Banyak pemilik motor yang lupa memeriksa kondisi tabung oli, padahal efeknya bisa fatal. Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi kalau kamu membiarkan oli samping habis:
1. Piston Bisa Macet
Tanpa pelumasan, piston akan bergesekan langsung dengan dinding silinder.
Dalam kondisi panas tinggi, hal ini bisa menyebabkan piston macet atau terkunci, bahkan mesin jebol.
2. Silinder Tergores (Baret)
Karena tidak ada lapisan oli, gesekan logam yang terjadi di ruang bakar dapat membuat silinder baret.
Akibatnya, kompresi mesin menurun drastis dan tenaga motor melemah.
3. Laher Bambu Aus
Kekurangan oli juga berdampak pada laher bambu yang berfungsi menopang gerak piston.
Jika aus, kamu bakal mendengar suara kasar di area mesin dan getaran meningkat signifikan.
4. Stang Piston Bengkok
Ketika piston terkunci tapi tenaga dorong masih berlanjut, stang piston bisa bengkok atau patah.
Perbaikan komponen ini nggak murah, bahkan bisa lebih mahal dari harga motor 2-tak bekas itu sendiri.
Rekomendasi Oli Samping untuk Motor 2-Tak yang Bagus

Supaya kamu tidak bingung memilih, berikut beberapa oli samping terbaik yang terbukti ampuh menjaga performa motor 2-tak tetap prima:
1. Motul 710 2T Full Synthetic
Pilihan favorit para pengguna Ninja dan RX-King. Jenis oli samping 2 tak full synthetic ini punya keunggulan minim asap, harum, dan sangat stabil di suhu tinggi.
Harganya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per liter, sebanding dengan performa yang ditawarkan.
2. Yamalube 2R
Dikembangkan khusus oleh Yamaha untuk motor 2-tak, Yamalube 2R hadir dengan formula semi-synthetic dan sertifikasi JASO FC.
Pelumasan optimal, pembakaran bersih, dan harga masih terjangkau di kisaran Rp45 ribuan untuk kemasan 700 ml.
3. Castrol Active Low Smoke 2T
Salah satu produk oli samping 2 tak legendaris dengan teknologi Piston Guard yang menjaga busi dan piston dari kerak.
Cocok buat motor harian seperti Vespa atau Suzuki Smash 2-tak. Harganya sekitar Rp36 ribuan per 700 ml.
4. Evalube 2T Pro Synthetic LS
Oli dengan aroma khas dan formula Polyisobutylene (PIB) ini mampu mengurangi asap secara signifikan.
Direkomendasikan untuk motor berpendingin udara seperti Yamaha, Kawasaki, atau Vespa.
Kisaran harga oli Evalube 2T Pro Synthetic LS sekitar Rp33 ribuan per 0,7 liter.
5. Shell Advance AX7 2T
Dengan teknologi Dynamic Performance Additive (DPA), oli Shell Advance AX7 2T menjaga mesin tetap bersih dan responsif.
Perlindungan terhadap korosi juga kuat, cocok buat kamu yang suka riding jauh. Harga mulai dari Rp40 ribuan per 0,7 liter.
6. Repsol Moto 2T
Pilihan dari merek ternama asal Spanyol ini terkenal ringan dan ramah lingkungan.
Jenis sintetiknya membuat pembakaran lebih bersih. Oli samping 2 tak ini dijual di kisaran Rp80 ribu hingga Rp95 ribu per liter.
7. TOP 1 Action Plus 2T
Oli semi-synthetic dengan keunggulan tahan panas dan beraroma wangi khas.
Banyak dipilih untuk motor harian yang butuh performa stabil. Harga berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per liter.
8. Deltalube 2T Super
Dikenal tahan di suhu tinggi dan minim kerak, Deltalube cocok buat motor 2-tak harian yang sering diajak jalan jauh.
Harganya juga bersahabat untuk ukuran oli samping, yaitu sekitar Rp55 ribu hingga Rp65 ribu per liter.
Tips Memilih Oli Samping 2 Tak

Sebelum beli, perhatikan beberapa hal berikut supaya kamu tidak salah pilih dan performa motor tetap maksimal:
1. Sesuaikan Jenis Oli dengan Kebutuhan
Kalau kamu sering ngebut atau pakai motor buat turing, pilih jenis oli full synthetic karena ketahanannya lebih baik di suhu tinggi.
Untuk pemakaian harian, semi-synthetic sudah cukup. Hindari oli murah tanpa sertifikasi karena bisa meninggalkan kerak di ruang bakar.
2. Perhatikan Tingkat Asap
Pilih oli dengan teknologi low smoke atau smokeless agar tidak mencemari lingkungan dan lebih nyaman dipakai di area perkotaan.
3. Pertimbangkan Aroma
Beberapa oli punya bau menyengat yang bisa bikin tidak nyaman saat berhenti di lampu merah.
Pilih yang punya aroma lembut seperti produk dari Motul, Evalube, atau Ipone.
4. Cek Kesesuaian dengan Jenis Motor
Setiap motor 2-tak punya karakter berbeda. Misalnya, motor balap atau motor pabrikan Eropa biasanya butuh oli dengan spesifikasi lebih tinggi daripada motor bebek 2-tak standar.
5. Sesuaikan dengan Anggaran
Harga oli samping sangat variatif, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp250 ribu per liter.
Untuk harian, kamu bisa pilih yang mineral atau semi-synthetic.
Tapi kalau kamu ingin performa maksimal, oli full synthetic lebih worth it meski lebih mahal.
Jadi, mulai sekarang jangan abaikan peran kecil tapi vital dari oli samping. Sebab, dari situlah umur mesin motormu ditentukan, Moladiners!
FAQ Tentang Oli Samping 2 Tak
1. Kenapa 2 tak harus pakai oli samping?
Karena sistem mesin 2-tak tidak memiliki ruang pelumasan terpisah seperti motor 4-tak. Oli samping dibakar bersama bensin untuk melumasi piston dan silinder agar tidak cepat aus.
2. Berapa takaran oli campur 2 tak?
Untuk motor standar, takarannya sekitar 25 cc oli untuk 1 liter bensin. Jika motor sudah sering digunakan dengan putaran tinggi, kamu bisa menambah sedikit agar pelumasan lebih maksimal.
4. Apa yang terjadi jika motor 2 tak kehabisan oli samping?
Akibatnya piston bisa macet, silinder baret, laher aus, hingga stang piston bengkok. Mesin juga bisa rusak total dan memerlukan overhaul.
Buat kamu yang ingin terus update soal dunia otomotif, perawatan kendaraan, tips mobil bekas, hingga promo mobil baru, langsung aja cek Moladin sekarang juga!