Kehadiran JETOUR T1 sebagai calon penantang baru di pasar otomotif Tanah Air kian memicu antusiasme, terutama setelah SUV ini membuktikan durabilitasnya melalui serangkaian pengujian ekstrem di berbagai belahan dunia.
Tidak sekadar mengandalkan tampilan visual yang maskulin, model yang diposisikan sebagai adik dari JETOUR T2 ini dirancang untuk menghadapi tantangan alam yang paling keras, mulai dari puncak gunung yang tipis oksigen hingga gersangnya gurun pasir.
Langkah JETOUR melakukan pengujian global ini menjadi bukti keseriusan mereka sebelum menyapa Moladiners di Tanah Air. Dengan standar kualitas internasional, kendaraan ini menawarkan perpaduan antara teknologi pintar dan performa mekanis yang solid untuk kebutuhan mobilitas harian maupun petualangan off-road.
Performa Mesin 2.0 Liter di Ketinggian Andes

Salah satu parameter ketangguhan sebuah mesin adalah kemampuannya beradaptasi dengan tekanan udara rendah. JETOUR T1 diuji secara intensif di Pegunungan Andes pada ketinggian lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada level ini, kadar oksigen menurun drastis hingga tersisa 60 persen, yang biasanya membuat proses pembakaran mesin menjadi tidak stabil.
Namun, dapur pacu 2.000 cc milik T1 menunjukkan kalibrasi yang sangat matang. Dalam uji cold start, mesin mampu menyala hanya dengan satu kali percobaan. Hal ini memastikan bahwa kamu tetap bisa mengandalkan SUV ini meskipun berada di lingkungan dengan suhu membeku dan udara tipis.
Sistem XWD: Kunci Menaklukkan Medan Sulit
Bagi kamu yang menyukai tantangan, sistem penggerak menjadi poin krusial. Kendaraan ini dibekali dengan teknologi XWD Intelligent All-Wheel Drive yang bekerja secara otomatis mendistribusikan torsi ke roda yang paling membutuhkan traksi.
Di Gurun Atacama yang merupakan wilayah terkering di dunia, JETOUR T1 dihadapkan pada jebakan pasir sedalam 30 cm. Berkat semburan torsi mencapai 390 Nm, mobil ini mampu melepaskan diri dengan mudah. Ketangguhan ini didukung oleh:
- Electronic Limited Slip Differential (eLSD): Mencegah roda kehilangan traksi di permukaan licin.
- Bosch ESP 9.3: Menjaga stabilitas bodi saat bermanuver di atas pasir atau saat dihantam angin kencang (crosswind).
- Kemampuan Menanjak: Sanggup melahap kemiringan hingga 30 derajat tanpa kehilangan momentum tenaga.
Komitmen Keamanan untuk Pasar Indonesia
Keberhasilan melewati debu garam yang korosif dan fluktuasi suhu ekstrem hingga 30 derajat Celsius di Atacama menjadi sinyal positif bagi calon konsumen di Indonesia. Medan di tanah air yang beragam, mulai dari pesisir hingga pegunungan, tentu membutuhkan kendaraan dengan daya tahan tinggi.
“Melalui pengujian di berbagai kondisi ekstrem di dunia, kami memastikan setiap teknologi yang dihadirkan benar-benar relevan dan mampu memberikan rasa percaya diri bagi konsumen,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.
Beliau juga menekankan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari upaya JETOUR untuk menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif, aman, dan sesuai dengan karakter pengemudi di Indonesia. Dengan segala spesifikasi tersebut, Moladiners layak menantikan kehadiran JETOUR T1 sebagai opsi SUV tangguh di masa depan.
Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru mengenai spesifikasi detail, harga, dan jadwal peluncuran resmi kendaraan ini. Pastikan kamu selalu memantau informasi terkini mengenai dunia otomotif hanya di Moladin!


