Perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik membuat perhitungan biaya kepemilikan jadi ikut bergeser, termasuk untuk pajak tahunan. Salah satu model yang ikut menjadi perhatian adalah Wuling Binguo EV yang sebelumnya dikenal memiliki beban pajak cukup ringan berkat dukungan insentif pemerintah.
Jika insentif tersebut tidak lagi berlaku, maka besaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan biaya terkait lainnya berpotensi mengalami penyesuaian. Hal ini membuat calon pemilik perlu memahami estimasi pajak tahunan yang harus disiapkan agar bisa mempertimbangkan total biaya kepemilikan secara lebih matang.
Simulasi Pajak Wuling Binguo EV Tanpa Insentif
Sebagai gambaran, berikut estimasi pajak tahunan Wuling Binguo EV jika tidak mendapatkan insentif. Perhitungan menggunakan asumsi tarif PKB 2% dan ditambah SWDKLLJ sekitar Rp143 ribu.
Pajak Wuling Binguo EV Pro
PKB: Nilai jual kendaraan x tarif PKB
= Rp353 juta x 2%
= Rp7,06 juta
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp7,06 juta + Rp143 ribu
= Rp7,20 juta
Pajak Wuling Binguo EV Lite
PKB: Nilai jual kendaraan x tarif PKB
= Rp318 juta x 2%
= Rp6,36 juta
Pajak tahunan: PKB + SWDKLLJ
= Rp6,36 juta + Rp143 ribu
= Rp6,50 juta
Perlu dicatat, angka di atas merupakan estimasi. Besaran pajak bisa berbeda tergantung kebijakan daerah serta nilai jual kendaraan yang ditetapkan.
Apakah Worth It Wuling Binguo EV Jika Pajaknya Naik?

Kenaikan pajak tentu membuat perhitungan biaya kepemilikan Wuling Binguo EV jadi berubah, apalagi sebelumnya mobil listrik identik dengan pajak yang sangat ringan. Tanpa insentif, beban pajak tahunan bisa naik ke jutaan rupiah, sehingga tidak lagi “semurah” dulu dari sisi administrasi tahunan.
Masih Menarik Jika:
- Digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota
- Mengutamakan biaya operasional listrik yang tetap lebih hemat dibanding BBM
- Membutuhkan city car listrik yang compact dan mudah dipakai di jalan sempit
- Lebih sering digunakan untuk jarak dekat hingga menengah
Hal yang Bisa Jadi Dipertimbangkan:
- Pajak tahunan tidak lagi serendah saat ada insentif
- Kapasitas baterai dan jarak tempuh terbatas untuk perjalanan jauh
- Infrastruktur charging belum merata di semua daerah
- Kurang ideal untuk kebutuhan keluarga besar atau perjalanan luar kota intens
Secara keseluruhan, Wuling Binguo EV masih relevan untuk penggunaan tertentu, terutama di perkotaan. Namun, keputusan membelinya kini lebih bergantung pada kebutuhan harian dan kesiapan kamu beradaptasi dengan mobil listrik, bukan semata karena faktor pajak yang murah.
Perubahan skema insentif memang membuat perhitungan pajak kendaraan listrik seperti Wuling Binguo EV jadi berbeda dari sebelumnya. Meski biaya tahunan berpotensi naik, mobil ini tetap bisa jadi pilihan menarik untuk penggunaan harian di perkotaan, terutama bagi kamu yang mengutamakan efisiensi dan kemudahan berkendara.
Kalau kamu lagi mempertimbangkan beli mobil listrik atau ingin membandingkan dengan opsi lain, pantau terus Moladin untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia otomotif, simulasi biaya kepemilikan, hingga rekomendasi mobil sesuai kebutuhan kamu.


