Monday, May 29, 2023
Moladin-Toyota

2,06 Juta Kendaraan Melintasi Arus Balik Lebaran 2023!

by Firdaus Ali
arus balik lebaran 2023

Total ada 2,06 juta kendaraan melintasi arus balik lebaran 2023. Informasi itu kami dapat dari PT Jasa Marga (Persero) dari H1 sampai dengan H+8 Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau selam sepuluh hari, periode Sabtu-Senin (22 April-01 Mei 2023)

Adapun angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama. Yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung). Jadi yang dihitung sebagai arus balik lebaran ini, kendaraan yang masuk ke Jabotabek.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana menambahkan kendaraan yang kembali ke Jabotabek telah mencapai 100%. Ini sesuai prediksi arus balik sebesar 2 juta kendaraan pada periode H1 sampai dengan H+8 Hari Raya Idul Fitri 1444 H di empat gerbang tol utama yang telah disebutkan sebelumnya.

“Kami mencatat puncak arus balik dari arah Timur terjadi pada H+2 Hari Raya Idul Fitri 1444 H, atau pada Selasa, 25 April 2023, yaitu sebanyak 159,5 ribu kendaraan yang melintas di Km 66 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dari arah Timur (Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Surabaya dan sekitarnya), lebih rendah 6,2% terhadap Puncak Arus Balik Lebaran 2022 atau naik 201,0% terhadap Normal. Dengan angka lalu lintas puncak tesebut, lalu lintas periode arus balik berhasil tersebar di tanggal-tanggal yang tidak diprediksi sebagai puncak. Selain itu,¬†masyarakat juga turut berkontribusi menjadi peserta mudik yang baik dengan mengikuti imbauan Pemerintah untuk menghindari prediksi puncak arus balik yang sekaligus dapat memanfaatkan periode diskon tarif tol sebesar 20%.” ujar Lisye (2/5/2023).

Arus Balik Lebaran 2023 Meningkat

arus balik lebaran 2023

Peningkatan jumlah kendaraan yang masuk wilayah Jabodetabek

Dilansir dari laman resmi Jasa Marga, total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 48,3% jika dibandingkan lalin normal dengan total 1,39 juta kendaraan. Bila pembandingnya periode Lebaran 2022, total volume lalin ini meningkat 6,5% dengan total 1,94 juta kendaraan.

Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 1,2 juta kendaraan (56,4%) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 501 ribu kendaraan (24,3%) dari arah Barat (Merak), dan 398 ribu kendaraan (19,3%) dari arah Selatan (Puncak). Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:

Arah Timur (Trans Jawa & Bandung)

  • Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 703 ribu kendaraan, meningkat sebesar 133% dari lalin normal.
  • Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 462 ribu kendaraan, meningkat sebesar 44,8% dari lalin normal.
  • Total lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 1,2 juta kendaraan, meningkat 87,8% dari lalin normal.

Arah Barat (Merak)

  • Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebanyak 501,9 ribu kendaraan, meningkat sebesar 13,9% dari lalin normal.

Arah Selatan (Puncak)

  • Sementara itu, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 398 ribu kendaraan, meningkat sebesar 20% dari lalin normal.

“Atas terwujudnya pelayanan mudik yang aman dan berkesan, Jasa Marga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas koordinasi dan kontribusi para stakeholder terkait, yang telah membahas intensif perencanaan hingga pelaksanaan pelayanan arus mudik dan arus balik, dengan berbagai skenario, untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas yang berpotensi terjadi,” tutup Lisye.

Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika