oleh

Rem Cakram Mobil: Fungsi, Kelebihan, dan Jenis – Jenisnya

Salah satu komponen memiliki sejarah perjalanan yang panjang dalam dunia otomotif adalah rem cakram mobil. Mau tahu kisahnya, sekaligus, fungsi, dan jenis-jenis rem cakram? Simak bahasan di bawah ini.

Rem sendiri merupakan salah satu komponen kendaraan yang memiliki teknologi tertua di industri otomotif, khususnya roda tempat. Teknologi rem, berkembang lantaran kendaraan yang diproduksi semakin kencang dan berat. Maka dari itu dibutuhkan sistem pengeraman yang mumpuni seperti rem cakram.

Menurut laman Autoevolution, dikatakan rem cakram mobil pertama kali dipatenkan pada tahun 1902 oleh William Lanchester di Brimingham Inggris. Kala itu mobil masih menggunakan roda kayu seperti andong. Sedangkan pengembangannya jauh sebelum itu, di era pertama-tama mobil diciptakan di tahun 1890-an. Seiring berjalannya waktu rem cakram mulai populer pada 1950-an.

Chrysler menjadi pabrikan pertama yang menerapkan sistem rem cakram pada kendaraannya (Imperial), yang dikombinasi dengan hidrolik Loughead. Rem cakram pun terus dikembangkan mulai hingga versi yang memiliki durabilitas baik dan hadir pada era 1953. Adapun pabrikan yang pertama kali menggunakan teknologi cakram pada keempat roda adalah Jensen Motors Ltd pada tahun 1955.

Fungsi Rem Cakram Mobil

Rem Cakram
Rem cakram berfungsi mengurangi laju mobil

Pada dasarnya, fungsi dari rem cakram mobil adalah untuk mengurangi laju kendaraan supaya bisa berjalan dan berhenti sesuai keinginan pengendara. Di era modern ini produsen mobil membekali  sistem pengereman ke rem cakram, karena lebih aman dan bisa membuat mobil tetap stabil, meski dipakai dalam kecepatan tinggi.

Sayangnya belum semua mobil menggunakan rem cakram pada keempat bannya. Padahal proses berhenti mobil bakal lebih optimal saat menggunakan rem cakram dibandingkan dengan rem tromol atau drum.

Baca juga  Cakram Mobil Berkarat, Bisa Berbahaya?

Kelebihan Rem Cakram Mobil Dibanding Rem Tromol

Rem Cakram
Ilustrasi pengereman mobil

Adapun kelebihan rem cakram dibanding rem tromol atau konvensional adalah memberikan sistem pendinginan rem yang lebih baik. Gesekan yang terjadi pada sebuah rem memang bisa menyebabkan panas dan hal ini akan membuat sistem pengereman pada mobil menjadi terganggu.

Rem cakram memiliki konstruksi yang terbuka dan hal ini akan membuat panas yang dihasilkan dilepaskan secara langsung ke udara yang langsung mengalir di sekitar rem.

Berikutnya, rem cakram tidak menimbulkan bunyi ketika melakukan proses pengereman. Karena secara umum, bunyi yang terjadi saat proses pengereman biasanya ditimbulkan dari adanya brake pads yang mengeras.

Dengan brake pads yang mengeras, maka bisa menimbulkan kualitas brake pads menjadi kurang baik dan hal ini juga bisa timbul akibat adanya faktor panas.

Pada saat brake pads terkena panas yang terlalu berlebihan secara terus menerus, maka kondisi brake pads akan menjadi mengeras dan ketika brake pads mengeras, maka teksturnya akan berubah menyerupai sebuah logam.

Pada saat membentuk seperti logam, mobil yang di rem akan menimbulkan bunyi.

Selain itu rem rakram juga tergolong mudah dalam perawatan, lalu lebih aman lantaran gaya pengeremannya konstan meski terkena air.

Beda halnya dengan sistem kerja dari rem tromol, karena air yang masuk ke bagian tromol akan membuat sistem pengereman atau gaya pengereman menurun.

Air yang masuk ke dalam tromol akan lebih sulit untuk keluar dan hal ini akan membuat sistem pengereman terganggu.

Baca juga  6 Cara Perawatan Rem Mobil, Jangan Abai!

Selanjutnya rem cakram memiliki kelebihan tekanan yang merata pada saat pengereman di semua brake pads. Kondisi ini membuat roda mobil tidak akan tertarik ke salah satu arah, baik itu kiri atau kanan pada saat proses pengereman.

Jenis – jenis Rem Cakram

Rem Cakram mobil
Ilustrasi rem cakram mobil

Ada pun jenis-jenis rem cakram mobil dibagi kedalam tiga jenis. Menurut laman resmi Auto2000, jenis rem cakram yang pertama adalah jika dilihat dari mekanisme kerjanya yaitu ada rem cakram mekanis dan rem cakram hidrolik.

Rem cakram mekanis menggunakan kawat kabel sebagai penghubung antara tuas rem dan kaliper rem untuk menghentikan kecepatan kendaraan. Akan tetapi, rem cakram mekanis sudah jarang ditemukan, karena minimnya daya pengereman yang dihasilkan.

“Jenis rem cakram kedua yang dilihat dari mekanisme kerjanya adalah rem hidrolik. Rem cakram ini memanfaatkan fluida untuk menghasilkan daya pengereman,” tulis Auto2000 dikutip 6 Juni 2022.

Cara kerja rem cakram mobil hidrolik diambil dari hukum pascal, artinya ada tekanan yang diberikan kepada cairan untuk menghasilkan tekanan lain. Dalam hal ini, cairan atau fluida yang diberikan tekanan dapat berfungsi sebagai sistem pengereman dalam mobil.

Rem cakram hidrolik paling sering digunakan di mobil. Hal ini dikarenakan rem cakram hidrolik dapat menghasilkan daya pengereman yang lebih kuat dibandingkan dengan rem cakram mekanis.

Rem Cakram Fixed dan Floating Caliper

Jenis rem cakram kedua adalah jika mengacu pada kaliper rem. Kaliper sendiri adalah sebuah komponen yang terdapat di dalam rem cakram mobil yang berfungsi untuk menjepit kampas rem pada pinggiran cakram.

Baca juga  5 Penyebab Rem Mobil Blong, Waspadalah!

Dalam tipe ini, terdapat dua jenis rem cakram yaitu fixed caliper dan floating caliper. Mari kita bahas secara lebih mendalam mengenai masing-masing rem cakram ini.

Fixed caliper merupakan rem cakram dengan kaliper yang tetap. Maksud dari kaliper yang tetap ini adalah posisinya tidak akan berubah meskipun terjadi perubahan gaya (pengereman).

Selanjutnya untuk floating caliper, rem cakram ini memiliki kaliper yang mengambang. Oleh karena posisinya yang mengambang, kaliper ini dapat bergerak ke kanan ataupun ke kiri sesuai dengan tekanan yang dihasilkan ketika pedal rem diinjak.

Rem Cakram Double Piston dan Single Piston 

Jenis rem cakram mobil yang ketiga adalah jika dilihat dari jumlah piston. Piston rem ini berfungsi untuk menekan kampas rem ke bagian cakramnya agar putaran roda mobil berhenti. Berdasarkan jumlah pistonnya, ada dua macam rem cakram yang digunakan dalam kendaraan bermotor yaitu single piston atau rem cakram yang hanya memiliki satu piston saja. Selain itu, ada juga rem cakram dengan dua piston atau yang disebut dengan double piston.

Rem cakram dengan jumlah satu piston ini lebih sering ditemukan pada mobil dengan diameter velg mobil yang kecil. INi karena disesuaikan dengan ukuran kampas rem yang tidak terlalu lebar.

Sebaliknya, rem cakram dengan double piston sering digunakan pada mobil dengan diameter velg mobil yang besar karena ukuran kampas remnya yang lebar.

Demikian ulasan terkait seputar rem cakram mobil. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

Terbaru