- BYD Atto 1: 4.233 unit
- Jaecoo J5: 3.155 unit
- Geely EX2: 1.592 unit
- Wuling Aira EV: 721 unit
- MG S5 EV: 627 unit
- BYD Atto 3: 611 unit
- VinFast VF3: 377 unit
- Geely EX5: 333 unit
- Wuling Darion EV: 219 unit
- Xpeng X9: 217 unit
- Chery J6: 202 unit
- BYD M6: 171 unit
- Denza D9: 159 unit
- Wuling Binguo EV: 146 unit
- Wuling Eksion EV: 144 unit
- Aion Y Plus: 132 unit
- Xpeng G6: 125 unit
- Aion V: 87 unit
- Aletra L8 EV: 75 unit
- Aion UT: 66 unit
Persaingan BEV Semakin Ramai
Selain jajaran teratas, sejumlah merek juga mulai memperkuat kehadirannya di pasar nasional.
Geely EX5 mencatat 333 unit, sedangkan Wuling Darion EV dan Xpeng X9 masing-masing membukukan 219 unit dan 217 unit.
Moladiners, menariknya, persaingan tidak hanya datang dari merek yang sudah lama bermain di segmen elektrifikasi.
Masuknya model baru seperti Wuling Aira EV memperlihatkan bahwa peta mobil listrik Indonesia berpotensi semakin dinamis pada periode berikutnya.
Peta Pasar Mobil Listrik Indonesia Makin Kompetitif
Data Juli 2026 menunjukkan persaingan BEV di Indonesia tidak hanya bertumpu pada merek yang sudah lebih dulu populer.
Kehadiran model baru seperti Wuling Aira EV turut memperlihatkan bahwa pasar masih terbuka terhadap produk dengan karakter dan segmen berbeda.
Moladiners, posisi BYD Atto 1 yang mampu menembus distribusi 4.000 unit juga menjadi catatan penting dalam perkembangan pasar kendaraan listrik nasional.
Menarik untuk melihat apakah dominasi tersebut dapat dipertahankan ketika persaingan model baru semakin ramai pada bulan-bulan berikutnya.
Pantau terus update terbaru seputar dunia otomotif hanya Moladin.com untuk informasi mobil terbaru, review, dan tips otomotif lainnya!



