Ferrari resmi memperkenalkan 849 Testarossa, supercar hybrid plug-in (PHEV) terbaru yang menjadi penerus langsung SF90 Stradale. Mengusung mesin V8 twin-turbo terbaru yang dipadukan dengan tiga motor listrik, mobil ini mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.050 cv (sekitar 1.036 hp), menjadikannya salah satu Ferrari produksi massal paling bertenaga yang pernah dibuat.
Nama Testarossa kembali dihidupkan sebagai penghormatan terhadap salah satu ikon terbesar dalam sejarah Ferrari. Selain membawa warisan desain klasik Maranello, model anyar ini juga hadir dengan teknologi elektrifikasi dan aerodinamika paling mutakhir yang pernah diterapkan Ferrari pada mobil jalan raya.
Mesin V8 Baru dengan Performa Lebih Buas

Jantung pacu 849 Testarossa adalah mesin V8 twin-turbo 3.990 cc generasi terbaru yang telah direvisi secara menyeluruh. Mesin ini kini menghasilkan 818 hp, meningkat 49 hp dibandingkan SF90 Stradale. Ferrari juga memasang turbocharger terbesar yang pernah digunakan pada mobil produksinya, sekaligus mengadopsi berbagai teknologi dari dunia balap untuk meningkatkan respons mesin sekaligus mengurangi turbo lag.
Performa tersebut dipadukan dengan tiga motor listrik yang menyumbang tambahan tenaga hingga 216 hp, sehingga total output mencapai 1.050 cv / 1.036 hp. Sistem penggeraknya tetap mengandalkan teknologi plug-in hybrid dengan penggerak empat roda (AWD) serta empat mode berkendara listrik, termasuk mode eDrive yang memungkinkan mobil melaju hingga 25 km tanpa bantuan mesin bensin.
Lebih Kencang, Lebih Ringan

Ferrari tak hanya meningkatkan tenaga, tetapi juga mempertahankan bobot kendaraan agar tetap setara dengan SF90 Stradale melalui penggunaan material ringan seperti titanium dan aluminium daur ulang.
Hasilnya, 849 Testarossa memiliki rasio tenaga terhadap bobot terbaik di kelasnya dengan performa yang benar-benar mengesankan:
* Tenaga maksimum: 1.050 cv / 1.036 hp
* Akselerasi 0–100 km/jam: kurang dari 2,3 detik
* Akselerasi 0–200 km/jam: 6,35 detik
* Kecepatan maksimum: lebih dari 330 km/jam
Aerodinamika Terinspirasi Mobil Balap
Desain 849 Testarossa bukan sekadar tampil lebih agresif, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan performa. Ferrari mengambil inspirasi dari mobil balap legendaris seperti 512 S, 512 M, hingga FXX-K.
Berbagai penyempurnaan aerodinamika menghasilkan downforce 415 kg pada kecepatan 250 km/jam, meningkat 25 kg dibandingkan SF90 Stradale. Spoiler belakang aktif terbaru juga mampu berubah dari mode Low Drag ke High Downforce dalam waktu kurang dari satu detik demi menjaga stabilitas saat melaju pada kecepatan tinggi.
Teknologi Berkendara Paling Canggih Ferrari
Ferrari turut membekali 849 Testarossa dengan sistem kontrol elektronik generasi terbaru bernama FIVE (Ferrari Integrated Vehicle Estimator). Teknologi ini menciptakan “digital twin” kendaraan secara real-time untuk mengoptimalkan traksi, distribusi tenaga, hingga performa pengereman.
Mobil ini juga menggunakan sistem ABS Evo, brake-by-wire generasi terbaru, suspensi yang direvisi, serta berbagai peningkatan pada sistem pendinginan sehingga performanya tetap konsisten baik di jalan raya maupun di lintasan balap.
Desain Modern, Tetap Membawa DNA Testarossa
Secara visual, Ferrari mempertahankan karakter khas mobil bermesin tengah dengan sentuhan futuristis. Bagian depan tampil lebih tegas dengan lampu yang terhubung oleh elemen horizontal, sementara buritan mengadopsi desain twin-tail yang terinspirasi Ferrari 512 S.
Interiornya juga mengalami evolusi besar melalui tata letak kokpit yang lebih ergonomis, penggunaan tombol mekanis termasuk tombol starter ikonik Ferrari, layar digital terbaru, Apple CarPlay, Android Auto, hingga sistem MyFerrari Connect untuk memantau kendaraan dari jarak jauh.
Hadir dengan Paket Assetto Fiorano
Bagi pelanggan yang menginginkan performa maksimal di sirkuit, Ferrari juga menawarkan paket Assetto Fiorano. Paket ini memangkas bobot mobil sekitar 30 kg, menghadirkan komponen serat karbon, velg karbon 20 inci, suspensi khusus Multimatic, serta peningkatan aerodinamika yang menghasilkan gaya tekan jauh lebih besar dibanding versi standar.
Dengan kombinasi tenaga lebih dari 1.000 cv, teknologi hybrid mutakhir, aerodinamika yang diadaptasi dari dunia balap, dan kembalinya nama legendaris Testarossa, Ferrari menghadirkan sebuah supercar yang bukan hanya menjadi penerus SF90 Stradale, tetapi juga membuka babak baru bagi lini berlinetta bermesin V8 dari pabrikan asal Maranello tersebut.
Sebagai penerus SF90 Stradale, Ferrari 849 Testarossa menandai langkah baru Ferrari dalam mengembangkan supercar hybrid berperforma tinggi. Kombinasi mesin V8 twin-turbo, tiga motor listrik, serta teknologi yang diadopsi dari dunia balap menjadikannya salah satu model paling canggih yang pernah diproduksi pabrikan asal Maranello tersebut.
Pantau terus perkembangan mobil sport terbaru, teknologi otomotif, hingga peluncuran kendaraan premium dari berbagai merek dunia hanya di Moladin.



