Tren Otomotif

Arti Kode 12 Aerox, Penyebab, dan Cara Ampuh Mengatasinya

  • 895 Views
kode 12 aerox - Moladin

Daftar Isi

Saat mengendarai Yamaha Aerox, tentu kamu ingin pengalaman berkendara yang aman dan nyaman. Namun, bagaimana jika tiba-tiba muncul kode 12 Aerox pada panel speedometer?

Kode 12 pada Aerox adalah salah satu jenis kode error yang cukup sering ditemui oleh pemilik motor Yamaha Aerox. Kode ini Ini bukan sekadar angka biasa, melainkan tanda bahwa ada masalah teknis yang harus segera ditangani.

Maka dari itu, penting buat Moladiners mengetahui arti dari kode ini dan bagaimana cara mengatasinya secara tepat.

Arti Kode 12 Aerox

arti kode 12 aerox - Moladin
Foto: Planet Ban

Melansir dari lama Yamaha Deta, kode 12 yang muncul pada Yamaha Aerox mengindikasikan gangguan pada Crankshaft Position Sensor (CPS) atau sensor posisi poros engkol.

CPS ini merupakan komponen penting dalam sistem pengapian yang berfungsi untuk mendeteksi posisi poros engkol, sehingga ECU bisa menentukan waktu pengapian yang tepat.

Jika sensor ini tidak bekerja dengan baik, maka pengapian tidak akan terjadi dengan sempurna. Akibatnya, motor bisa menjadi sulit dinyalakan atau performanya menurun drastis.

Penyebab Kode 12 pada Aerox

penyebab kode 12 pada Aerox - Moladin
Foto: Planet Ban

Berikut ini beberapa penyebab umum kenapa muncul kode 12 pada motor Aerox:

1. Korsleting pada Soket Spul

Salah satu penyebab utama Aerox kena kode 12 adalah korsleting pada soket spul. Hal ini biasanya terjadi saat kamu menerobos genangan air yang cukup dalam.

Letak soket spul Aerox yang berada di bagian bawah motor membuatnya rentan terkena cipratan air.

Gejala awalnya bisa terlihat dari soket yang gosong atau mengeluarkan aroma seperti kabel terbakar. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini dapat menyebar ke sistem pengapian lain.

2. Kerusakan Komponen CPS

Seperti disebutkan di awal, kode 12 Aerox secara spesifik mengarah pada kerusakan Crankshaft Position Sensor (CPS).

CPS bisa rusak karena usia pakai yang sudah lama, atau karena faktor eksternal seperti terkena air atau benturan. Ketika CPS rusak, sistem pengapian kehilangan koordinasi dan menyebabkan motor sulit dihidupkan.

3. ECU Bermasalah

ECU (Engine Control Unit) adalah otak dari sistem kelistrikan motor kamu. Jika ECU rusak atau error, maka akan salah dalam membaca dan menafsirkan sinyal dari sensor.

Tak heran jika kerusakan pada ECU motor bisa memicu banyak kode error, termasuk kode 12.

4. Kabel Sensor Longgar

Saat kamu sering melintasi jalan berlubang atau tidak rata, getaran yang kuat bisa menyebabkan kabel sensor menjadi longgar atau bahkan terlepas.

Jika kabel sensor tidak terhubung dengan baik, ECU motor tidak akan menerima data yang akurat dan akhirnya memunculkan kode 12 Aerox sebagai sinyal error.

5. Sensor Tekanan Udara Mengalami Kerusakan

Sensor tekanan udara atau Manifold Absolute Pressure (MAP) juga bisa menjadi biang munculnya kode 12. Sensor ini berfungsi mendeteksi tekanan udara yang masuk ke ruang pembakaran, lalu mengirimkan data ke ECU.

Kerusakan atau kotoran yang menumpuk pada sensor MAP bisa membuat ECU salah membaca data. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya kode error.

6. Sistem Pengapian Mengalami Kerusakan

Kerusakan pada komponen, seperti busi dan koil bisa membuat proses pembakaran tidak berjalan optimal.

Ketika koil tidak mengalirkan arus listrik ke busi secara konsisten, maka pembakaran di ruang mesin tidak akan terjadi sempurna. Ini menjadi salah satu penyebab umum Yamaha Aerox kena kode 12.

7. Kualitas Bahan Bakar Buruk

Moladiners, bahan bakar yang tidak memenuhi standar kualitas juga bisa berdampak pada kinerja sensor. Endapan dari bahan bakar yang buruk dapat menyumbat saluran pembakaran atau mengganggu sensor MAP.

Dampaknya tentu saja muncul kode 12 yang bisa membuat motor Aerox kamu jadi mogok atau tersendat-sendat saat dikendarai.

Cara Mengatasi Kode 12 Aerox

cara mengatasi kode aerox 12 - Moladin
Foto: BikeWale

Untungnya, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kode 12 pada Aerox, antara lain:

1. Penggantian Komponen CPS

Langkah pertama dan paling penting yang bisa kamu lakukan adalah mengganti CPS yang rusak.

Komponen ini bisa kamu dapatkan di bengkel resmi Yamaha atau toko spare part terpercaya. Pastikan kamu memilih produk asli agar performa motor tetap optimal.

2. Ganti Komponen ECU

Moladiners, kalau setelah penggantian CPS dan soket spul masalah belum juga hilang, bisa jadi ECU kamu yang bermasalah.

Dalam kasus ini, ECU perlu diganti dengan unit baru yang sudah diprogram sesuai spesifikasi Aerox kamu.

3. Atur Ulang Ulang ECU

Terkadang kode 12 Aerox bisa hilang hanya dengan melakukan reset atau pengaturan ulang ECU.

Langkah ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi di bengkel resmi Yamaha karena membutuhkan alat diagnostik khusus dan prosedur yang tepat.

4. Ganti Soket Spul

Jika ditemukan korsleting pada soket spul, maka jalan keluarnya adalah mengganti soket tersebut.

Gunakan soket spul original Yamaha untuk menghindari masalah serupa di kemudian hari. Penggunaan soket KW memang lebih murah, tapi risikonya cukup besar.

5. Melapisi Soket Spul dengan Sealant

Untuk mencegah korsleting terulang, kamu bisa melapisi soket spul dengan sealant tahan panas dan air.

Ini adalah langkah preventif yang cukup efektif, mengingat letak soket yang cukup rentan terhadap air dan kotoran.

6. Bawa ke Bengkel Resmi Yamaha

Kalau kamu sudah mencoba berbagai solusi namun kode 12 tetap muncul, sebaiknya segera bawa motor ke bengkel resmi Yamaha.

Teknisi akan menggunakan alat scanner untuk memeriksa semua sistem dan memastikan sumber masalah yang sesungguhnya.

Namun, kamu perlu menyiapkan biaya servis kode 12 Aerox dengan nominal di atas Rp1 jutaan jika servis di bengkel resmi Yamaha.

Munculnya kode 12 pada Aerox memang bisa bikin panik, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Begitu kamu melihat kode 12 Aerox di speedometer, segera ambil tindakan agar tidak membahayakan saat dikendarai.

Buat kamu yang ingin terus update soal dunia otomotif, perawatan kendaraan, tips mobil bekas, hingga promo mobil baru, langsung aja cek Moladin sekarang juga!

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif