Wuling resmi memperkenalkan Eksion di ajang IIMS 2026 sebagai SUV terbaru dengan dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni EV (listrik murni) dan Hybrid Plug-in (PHEV). Kehadirannya langsung menarik perhatian karena menjadi SUV pertama Wuling di Indonesia yang mengusung dua sistem elektrifikasi sekaligus, dengan klaim jarak tempuh hingga 530 km untuk EV dan lebih dari 1.000 km untuk varian hybrid.
Jika kamu sedang mempertimbangkan membeli SUV EV atau hybrid yang praktis untuk harian maupun perjalanan jauh, Wuling Eksion layak masuk dalam daftar incaran. Sebelum memutuskan, penting untuk memahami bagaimana potensi konsumsi BBM pada versi hybrid, cara kerja sistem PHEV-nya, serta seberapa efisien mobil ini untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Konsumsi BBM Wuling Eksion Hybrid (Estimasi dari Spesifikasi Teknis)
Dengan klaim jarak tempuh gabungan hingga 1.100 km (WLTC), Wuling Eksion Hybrid memberi gambaran bahwa SUV ini dirancang dengan fokus utama pada efisiensi. Angka tersebut mencerminkan kombinasi kerja motor listrik dan mesin bensin yang saling melengkapi melalui sistem plug-in hybrid.
Untuk mendapatkan gambaran konsumsi BBM, perhitungannya bisa dilakukan secara sederhana dengan pendekatan logis. Pada SUV PHEV sekelasnya, kapasitas tangki bahan bakar umumnya berada di kisaran 50 liter. Jika jarak tempuh gabungan 1.100 km dibagi dengan angka tersebut, maka hasilnya sebagai berikut:
1.100 km ÷ 50 liter = ±22 km per liter
Artinya, dalam skema penggunaan normal yang memadukan tenaga listrik dan bensin, Wuling Eksion Hybrid diperkirakan mampu mencatat konsumsi di kisaran 20–23 km per liter.
Meski angka ini merupakan hasil estimasi, pendekatan ini menunjukkan potensi efisiensi yang jauh lebih baik dibanding SUV 7-seater konvensional, yang rata-rata berada di rentang 10–13 km per liter.
Cara Kerja Sistem PHEV Wuling Eksion
Rahasia di balik efisiensi tersebut terletak pada teknologi Ling Power Plug-in Hybrid. Sistem ini memadukan motor listrik, mesin bensin, dan baterai besar dalam satu kesatuan yang bekerja saling melengkapi. Saat mobil melaju pelan di lalu lintas kota, tenaga sepenuhnya berasal dari motor listrik, sehingga tidak ada konsumsi bensin sama sekali.
Ketika baterai mulai menipis atau mobil membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin akan menyala secara otomatis untuk membantu motor listrik sekaligus mengisi ulang baterai.
Proses ini berlangsung tanpa terasa sehingga pengemudi tetap mendapatkan pengalaman berkendara yang halus dan senyap. Saat deselerasi dan pengereman, energi akan dikembalikan ke baterai melalui sistem regenerative braking, membuat setiap perjalanan menjadi lebih efisien.
Seberapa Efisien untuk Jalanan Indonesia?
Kondisi jalan di Indonesia yang didominasi kemacetan, stop and go, serta perjalanan jauh antar kota justru menjadi habitat ideal bagi mobil PHEV seperti Wuling Eksion.
Di dalam kota, sistem listriknya akan bekerja lebih dominan sehingga konsumsi BBM bisa ditekan seminimal mungkin. Sementara saat melaju di jalan tol atau tanjakan, mesin bensin akan mengambil alih peran dengan tetap dibantu motor listrik agar tetap irit dan responsif.
Untuk kamu yang menginginkan mobil keluarga modern yang hemat, tenang, dan siap menempuh jarak jauh, Eksion layak masuk dalam radar.
Pantau terus Moladin untuk update spesifikasi lengkap, harga resmi, dan simulasi kredit Wuling Eksion Hybrid terbaru sebelum kamu memutuskan membelinya.


