Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Dexlite dan Pertamina Dex, bikin biaya operasional mobil diesel ikut melonjak. Pengguna yang sebelumnya merasa mobil diesel lebih hemat, sekarang mulai merasakan beban baru saat isi bahan bakar.
Lonjakan harga dari kisaran Rp14 ribuan ke Rp23 ribuan per liter membuat biaya full tank naik drastis. Bahkan, untuk beberapa mobil dengan kapasitas tangki besar, biaya isi penuh kini bisa tembus di atas Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta sekali isi.
Perhitungan berikut menggunakan asumsi harga Pertamina Dex Rp23.900 per liter (sebelumnya Rp14.500 per liter). Nilainya bisa sedikit berbeda tergantung jenis BBM yang digunakan dan wilayah pengisian.
Mobil Diesel yang Terdampak Kenaikan BBM
Berikut daftar 10 mobil diesel yang terdampak kenaikan BBM, lengkap dengan perbandingan estimasi biaya full tank sebelum dan sesudah kenaikan harga:
1. Toyota Fortuner Diesel (2.4L & 2.8L)
Sebagai SUV ladder frame dengan kapasitas mesin besar, Fortuner memang dikenal tangguh untuk berbagai kondisi jalan. Namun, di balik performanya, konsumsi BBM yang cukup tinggi membuat dampak kenaikan harga semakin terasa. Pengguna yang sebelumnya masih nyaman dengan biaya operasional, kini harus mengalokasikan dana lebih besar setiap kali mengisi penuh tangki.
Kapasitas tangki: ±80 liter
- Sebelum: ±Rp1.160.000
- Sekarang: ±Rp1.912.000
2. Mitsubishi Pajero Sport
Pajero Sport menjadi salah satu SUV diesel favorit di Indonesia dengan performa yang kuat dan fitur lengkap. Kenaikan harga BBM membuat biaya penggunaan hariannya ikut terdongkrak, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Dalam jangka panjang, selisih biaya ini bisa terasa cukup besar jika frekuensi pengisian cukup sering.
Kapasitas tangki: ±68 liter
- Sebelum: ±Rp986.000
- Sekarang: ±Rp1.625.000
3. Toyota Kijang Innova Reborn
Sebagai MPV keluarga yang sangat populer, Innova diesel banyak digunakan untuk aktivitas harian hingga perjalanan luar kota. Kenaikan harga BBM tentu menjadi perhatian utama bagi pemilik, karena penggunaan mobil ini cenderung rutin. Biaya full tank yang melonjak membuat pengguna perlu lebih bijak dalam mengatur mobilitas.
Kapasitas tangki: ±55 liter
- Sebelum: ±Rp797.500
- Sekarang: ±Rp1.314.500
4. Hyundai Santa Fe Diesel
Santa Fe diesel menawarkan kenyamanan dan teknologi modern yang membuatnya banyak dilirik. Namun, kebutuhan BBM berkualitas tinggi membuatnya tidak bisa lepas dari dampak kenaikan harga solar non-subsidi. Pengguna kini harus mempertimbangkan ulang biaya operasional, terutama untuk penggunaan jangka panjang.
Kapasitas tangki: ±64 liter
- Sebelum: ±Rp928.000
- Sekarang: ±Rp1.529.600
5. Isuzu MU-X
MU-X dikenal sebagai SUV diesel yang tangguh dan cocok untuk perjalanan jauh maupun medan berat. Meski terkenal efisien di kelasnya, kenaikan harga BBM tetap memberikan dampak signifikan. Terutama bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh, biaya bahan bakar kini menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Kapasitas tangki: ±80 liter
- Sebelum: ±Rp1.160.000
- Sekarang: ±Rp1.912.000
6. Toyota Hilux Diesel
Hilux banyak digunakan sebagai kendaraan operasional di berbagai sektor industri. Dengan intensitas penggunaan yang tinggi, kenaikan harga BBM menjadi faktor penting dalam perhitungan biaya operasional. Perusahaan maupun individu pengguna harus mulai melakukan efisiensi untuk menekan pengeluaran.
Kapasitas tangki: ±80 liter
- Sebelum: ±Rp1.160.000
- Sekarang: ±Rp1.912.000
7. Mitsubishi Triton
Triton juga menjadi andalan di sektor perkebunan dan pertambangan karena ketangguhannya. Namun, dengan kenaikan harga BBM, biaya penggunaan kendaraan ini ikut meningkat cukup tajam. Hal ini tentu berdampak pada biaya operasional bisnis secara keseluruhan.
Kapasitas tangki: ±75 liter
- Sebelum: ±Rp1.087.500
- Sekarang: ±Rp1.792.500
8. Hyundai Palisade
Sebagai SUV premium, Palisade menawarkan kenyamanan dan fitur kelas atas. Namun, konsumsi BBM yang mengikuti performa mesin membuat biaya isi penuh kini jauh lebih tinggi. Pengguna segmen ini mungkin tidak terlalu sensitif terhadap harga, tetapi kenaikan tetap terasa signifikan.
Kapasitas tangki: ±71 liter
- Sebelum: ±Rp1.029.500
- Sekarang: ±Rp1.696.900
9. Mazda CX-5 Diesel
Mazda CX-5 diesel dikenal dengan efisiensi dan teknologi SKYACTIV-D yang canggih. Meski relatif hemat, tetap saja kenaikan harga BBM membuat biaya pengisian meningkat. Pengguna kini perlu lebih memperhatikan gaya berkendara agar konsumsi tetap optimal.
Kapasitas tangki: ±56 liter
- Sebelum: ±Rp812.000
- Sekarang: ±Rp1.338.400
10. Isuzu Panther (Commonrail)
Panther dikenal sebagai mobil diesel legendaris yang tangguh dan irit. Namun untuk varian mesin modern (commonrail), penggunaan BBM berkualitas membuatnya ikut terdampak kenaikan harga. Meski begitu, biaya operasionalnya masih relatif bersaing dibanding kendaraan diesel lain di kelasnya.
Kapasitas tangki: ±55 liter
- Sebelum: ±Rp797.500
- Sekarang: ±Rp1.314.500
Dari daftar di atas, terlihat bahwa kenaikan harga BBM paling terasa pada mobil dengan kapasitas tangki besar dan penggunaan intensif. Selisih ratusan ribu rupiah untuk sekali isi tentu akan semakin membebani jika terjadi berulang dalam jangka panjang.
Supaya pengeluaran tetap lebih terkontrol, kamu bisa mulai menerapkan gaya berkendara yang lebih efisien serta rutin melakukan perawatan kendaraan. Untuk update terbaru seputar otomotif, harga BBM, hingga tips hemat berkendara, pantau terus Moladin.



