Daihatsu Motor Co., Ltd. secara resmi memulai penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) produksinya yang pertama secara massal melalui dua model: e-Hijet Cargo dan e-Atrai. Peluncuran dilakukan pada 2 Februari 2026 di Jepang. Hal ini tentu menandai langkah besar bagi Daihatsu yang telah lama dikenal sebagai produsen kendaraan niaga mini andal.
Bodinya mengingatkan pada Daihatsu Grandmax, tetapi hadir dalam ukuran lebih mini untuk menyesuaikan kebutuhan mobil niaga ringan perkotaan. Desain bodi, suspensi, dan komponen utama telah disesuaikan untuk mengakomodasi baterai berkapasitas besar, sekaligus tetap menjaga fungsionalitas khas mobil niaga mini.
Kendaraan Niaga Kini Menuju Era Ramah Lingkungan
Sejak era 1960-an, Daihatsu telah menaruh perhatian pada kendaraan elektrifikasi. Namun untuk e-Hijet Cargo dan e-Atrai, pengembangan dilakukan dengan pendekatan multi-pathway untuk menyesuaikan kebutuhan logistik modern yang menuntut efisiensi dan ketangguhan.
Kedua model ini dirancang agar tetap hemat energi tanpa mengurangi kualitas dan keterjangkauan, sekaligus membantu industri logistik menuju target netral karbon.
Sistem e-SMART ELECTRIC dan e-Axle

Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai menggunakan sistem penggerak e-SMART ELECTRIC BEV, hasil kolaborasi antara Daihatsu, Suzuki, dan Toyota. Teknologi ini mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan gir reduksi ke dalam satu unit yang ringkas, disebut e-Axle yang dipasang pada poros roda belakang.
Selain itu, baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh ditempatkan secara tipis di bawah lantai, menjaga center of gravity rendah dan ruang kabin tetap luas. Desain ini menjamin stabilitas saat membawa muatan, kenyamanan berkendara, dan performa responsif berkat torsi instan motor listrik.
Performa dan Jarak Tempuh
Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai dirancang untuk menunjang aktivitas harian kendaraan niaga mini dengan jarak tempuh hingga 257 km per pengisian penuh, sesuai standar WLTC Jepang. Jarak ini memungkinkan kendaraan tetap operasional meski digunakan di kondisi ekstrem, seperti musim panas atau dingin saat AC bekerja maksimal.
Motor listrik yang digunakan juga menghadirkan efisiensi tinggi. Biaya operasional lebih rendah dibanding versi bensin karena minim komponen habis pakai, seperti oli mesin, sehingga total biaya kepemilikan lebih ekonomis. Dengan penggerak roda belakang, kendaraan tetap memiliki daya cengkram yang kuat saat membawa muatan penuh atau menanjak, menjadikan performa tetap stabil dan responsif.
Stabilitas Maksimal Saat Mengangkut Muatan
Baterai mobil ditempatkan di dasar kabin, sehingga titik pusat gravitasi menjadi lebih rendah. Posisi ini meningkatkan stabilitas saat bermanuver dan membantu mencegah pergeseran muatan. Selain itu, suspensi belakang trailing link axle coil springs dirancang khusus untuk versi listrik ini, membuat perjalanan lebih tenang, minim getaran, dan nyaman bagi pengemudi maupun penumpang.
Fungsionalitas Ruang Kargo Tetap Optimal

e-Hijet Cargo mempertahankan predikat sebagai van mini dengan kapasitas ruang kargo terbaik di kelasnya. Dengan desain kabin cab-over dan lantai kargo yang rata, proses bongkar muat menjadi lebih mudah dan efisien, bahkan untuk muatan hingga 350 kg. Daihatsu juga menambahkan 30 titik baut di interior, memudahkan pengguna untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari rak tambahan hingga aksesori penyimpanan.
Sementara itu, e-Atrai hadir dengan pendekatan yang lebih premium. Desain interiornya elegan dengan dominasi warna hitam, dan fitur power sliding doors menambah kenyamanan. Kendaraan ini mampu menyeimbangkan kebutuhan operasional komersial sekaligus pengalaman berkendara yang nyaman bagi penumpang.
Dilengkapi Power Bank dan Vehicle to Home (V2H)
Kedua model mobil listrik Daihatsu ini dilengkapi outlet AC 100V yang dapat menyalurkan daya hingga 1.500 W, memungkinkan pengguna menyalakan peralatan kerja langsung dari kendaraan saat berada di lokasi proyek atau saat dibutuhkan sebagai sumber listrik darurat.
Selain itu, teknologi Vehicle to Home (V2H) memungkinkan baterai mobil menyalurkan energi kembali ke rumah, menjadikannya cadangan listrik yang berguna. Untuk pengisian daya, kedua model mendukung fast charging 50 kW, memungkinkan baterai terisi hingga 80% hanya dalam 50 menit, sehingga operasional sehari-hari bisa tetap efisien tanpa menunggu lama.
Keamanan Modern untuk Kegiatan Harian
Daihatsu juga menekankan aspek keselamatan dengan sistem Smart Assist terbaru. Kamera stereo pada sistem ini mampu mendeteksi kendaraan lain, pejalan kaki, bahkan pesepeda di berbagai kondisi, termasuk saat mobil berbelok di persimpangan. Fitur tambahan seperti lampu LED hemat energi dan pemanas kursi pada sisi pengemudi dan penumpang menambah kenyamanan, sekaligus menjaga efisiensi energi selama perjalanan.
Harga dan Produksi
Produksi e-Hijet Cargo dan e-Atrai dilakukan di pabrik Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd. di Oita, Jepang, menggunakan lini produksi yang sama dengan model bensin dengan harga di pasar Jepang:
- e-Hijet Cargo Two-seater / Four-seater: 3.146.000 Yen (~Rp 330 jutaan)
- e-Atrai RS (premium): 3.465.000 Yen (~Rp 365 jutaan)
Target produksi 300 unit per bulan menunjukkan komitmen Daihatsu menghadirkan kendaraan niaga ramah lingkungan, berkualitas, dan terjangkau.
Kesimpulan
Peluncuran e-Hijet Cargo dan e-Atrai menandai era baru kendaraan niaga ramah lingkungan dari Daihatsu. Kedua model ini memadukan jarak tempuh memadai, ruang kargo luas, dan biaya operasional rendah, menjadi standar baru bagi efisiensi logistik perkotaan yang berkelanjutan.
Kehadiran mobil listrik ini membuktikan bahwa kendaraan niaga mini dapat mengadopsi elektrifikasi tanpa mengorbankan fungsionalitas dan kenyamanan.
Pantau terus Moladin untuk update otomotif terbaru, ulasan EV, dan tips kendaraan niaga ramah lingkungan.


