Tren Otomotif

Perbedaan Mobil Hybrid dan Plug-in Hybrid: Ketahui Sebelum Membeli!

  • 613 Views
jaecoo cover

Daftar Isi

Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat konsumen mulai dihadapkan pada berbagai pilihan New Energy Vehicle (NEV), termasuk mobil Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Meski sama-sama menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, kedua teknologi tersebut memiliki cara kerja serta karakter penggunaan yang berbeda.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai teknologi hybrid menjadi penting agar konsumen dapat menentukan pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.

“Karakter penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV itu sendiri merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik. Namun, baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal,” jelas Jim Ma.

Ia menambahkan bahwa PHEV memiliki sistem yang sedikit berbeda dibandingkan HEV.

“Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik dari baterai, namun baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi sebagai mobil listrik maupun mobil konvensional,” lanjutnya.

Perbedaan tersebut terutama terlihat dari cara kerja sistem hybrid pada masing-masing kendaraan.

HEV: Hybrid Praktis dengan Pengisian Otomatis

jaecoo j5 body image

Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem hybrid dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan.

1. Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan

Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui mesin bensin serta sistem regenerative braking, yaitu proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Kapasitas baterai pada mobil HEV umumnya relatif kecil, sekitar 1–2 kWh, sehingga tidak dirancang untuk menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Mesin dan Motor Listrik Bekerja Bergantian

Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas padat. Ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat melaju di jalan tol atau menanjak, mesin bensin akan mengambil alih.

3. Lebih Hemat BBM dan Praktis

Dengan sistem tersebut, mobil HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan kendaraan konvensional. Selain itu, karena tidak memerlukan pengisian listrik eksternal, mobil ini tetap praktis digunakan bahkan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian kendaraan listrik.

PHEV: Bisa Berkendara dengan Mode Listrik

jaecoo di banjir

Berbeda dengan HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menggunakan baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

1. Baterai Bisa Diisi Melalui Charger

Pengisian daya kendaraan PHEV dapat dilakukan melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan baterai yang lebih besar, mobil dapat memaksimalkan penggunaan tenaga listrik untuk aktivitas harian.

2. Mode Listrik Murni

Kapasitas baterai yang lebih besar membuat kendaraan PHEV dapat berjalan dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.

3. Fleksibel untuk Perjalanan Jarak Jauh

Ketika daya baterai habis, mobil tetap dapat beroperasi menggunakan mesin bensin seperti mobil hybrid biasa. Fleksibilitas ini membuat PHEV dapat digunakan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Jim Ma menambahkan bahwa setelah memahami perbedaan kedua sistem tersebut, konsumen dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” ungkapnya.

Teknologi Super Hybrid System dari JAECOO

Di Indonesia, JAECOO menghadirkan teknologi Super Hybrid System (SHS) melalui model JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Teknologi ini merupakan pengembangan dari sistem PHEV yang dirancang untuk mengintegrasikan tenaga listrik dan mesin secara lebih cerdas.

Pada JAECOO J7 SHS-P, kendaraan mampu menempuh hingga sekitar 100 km dalam mode listrik murni, sehingga cocok untuk penggunaan harian di area perkotaan. Sementara itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS menawarkan pengalaman berkendara lebih premium dengan dukungan hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist.

Sebagai pelengkap lini kendaraan elektrifikasi, JAECOO juga menghadirkan JAECOO J5 EV, kendaraan listrik murni yang ditujukan bagi konsumen yang ingin sepenuhnya beralih ke mobilitas ramah lingkungan.

Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris di Indonesia. Capaian tersebut turut membawa JAECOO masuk ke dalam sembilan besar merek mobil nasional.

Saat ini JAECOO telah memiliki 25 dealer di Indonesia, termasuk dealer terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Selain itu, tersedia juga 14 Dealer Siaga di jalur utama mudik Lebaran yang didukung layanan bantuan darurat 24 jam.

Pantau terus Moladin untuk mendapatkan informasi terbaru seputar mobil elektrifikasi, perkembangan teknologi otomotif, serta berbagai tips perawatan kendaraan yang bermanfaat bagi pemilik mobil di Indonesia.

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif
Seedbacklink