Tren Otomotif

7 Komponen Rangkaian Lampu Sein Mobil dan Fungsinya

  • 506 Views
rangkaian lampu sein mobil - Moladin

Daftar Isi

Lampu sein mobil mungkin memang terlihat sederhana, tetapi perannya sangat penting untuk keselamatan berkendara.

Setiap komponen dalam rangkaian lampu sein mobil saling terhubung dan bekerja sama agar sinyal dapat terlihat jelas oleh pengendara lain.

Rangkaian ini terdiri dari berbagai komponen yang saling terhubung, sehingga lampu sein bisa berkedip sebagai tanda mobil akan berbelok atau berpindah jalur. Yuk, kita bahas satu per satu!

Komponen Rangkaian Lampu Sein Mobil

Rangkaian lampu sein terdiri dari komponen yang menyusun sistem kelistrikannya. Melansir dari laman resmi Daihatsu, berikut komponen yang menyusun rangkaian lampu sein mobil:

1. Aki Mobil

aki mobil komponen dalam rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: Spinny

Aki bisa dibilang sebagai jantung dari seluruh sistem kelistrikan mobil, termasuk pada rangkaian lampu sein mobil. Tanpa suplai daya dari aki, maka lampu sein tidak akan bisa menyala.

Fungsi utama aki mobil adalah menyimpan energi listrik yang kemudian dialirkan ke berbagai komponen sesuai kebutuhan kendaraan.

Selain itu, kondisi aki yang prima akan memengaruhi kualitas kedipan lampu sein. Aki yang melemah biasanya membuat arus tidak stabil, sehingga lampu sein bisa berkedip terlalu redup atau bahkan gagal menyala.

2. Relay

relay komponen dalam rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: Hyundai Worldwide

Relay berfungsi sebagai penghubung arus listrik dari aki menuju lampu sein melalui kontak. Di dalam relay terdapat gulungan kawat yang akan bekerja saat saklar diaktifkan.

Jika relay bermasalah, biasanya lampu sein tidak akan menyala sama sekali atau malah berkedip tidak teratur. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin pada relay juga menjadi bagian penting dalam perawatan sistem kelistrikan mobil.

3. Sekring (Fuse)

sekring komponen dalam rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: Reliable Automotive

Fuse atau sekring berperan sebagai pelindung dalam rangkaian lampu sein mobil. Komponen ini akan otomatis memutus arus listrik jika terjadi kelebihan beban atau korsleting.

Moladiners perlu tahu, sekring memiliki kawat tipis yang mudah putus jika arus listrik terlalu besar. Meski terlihat sepele, sekring sangat vital karena dapat mencegah kebakaran akibat korsleting.

Maka dari itu, penting untuk selalu menggunakan sekring dengan kapasitas sesuai standar pabrikan.

4. Saklar Sein

saklar komponen dalam rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: YourMechanic

Saklar atau switch sein terletak di area setir mobil berbentuk tuas kecil yang mudah dijangkau tangan pengemudi. Komponen ini memungkinkan kamu memberi sinyal belok ke kanan atau kiri sesuai kebutuhan.

Selain untuk mengaktifkan lampu sein, pada beberapa mobil modern saklar sein juga memiliki fungsi tambahan, seperti mengatur lampu utama.

Dengan kondisi saklar yang baik, sinyal lampu sein bisa bekerja cepat tanpa hambatan, sehingga meminimalisasi risiko salah komunikasi di jalan.

5. Bohlam Lampu Sein

bohlam komponen rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: Ningbo Eastiger Products

Bohlam menjadi bagian yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. Saat arus dari aki mengalir ke bohlam melalui relay dan flasher, cahaya kuning khas lampu sein akan muncul.

Warna kuning dipilih karena lebih mudah terlihat oleh pengendara lain, terutama saat kondisi hujan atau berkabut.

Sekarang, banyak mobil yang mulai beralih ke lampu LED untuk sein karena lebih hemat energi dan memiliki umur pemakaian lebih panjang.

Namun, tetap saja prinsip dasarnya sama, di mana bohlam jadi media utama untuk memberi sinyal visual pada pengguna jalan lain.

6. Flasher

flasher komponen dalam rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: luxuryloft.de

Flasher adalah komponen yang menciptakan efek kedip pada lampu sein. Ada dua jenis flasher yang biasa digunakan, yaitu flasher bimetal dan flasher elektronik.

Flasher bimetal bekerja dengan memanfaatkan panas pada plat logam untuk menghasilkan kedipan, sementara flasher elektronik menggunakan rangkaian flip-flop agar irama kedip lebih konsisten.

Penggunaan flasher yang tepat akan membuat lampu sein lebih stabil. Misalnya, jika kamu menggunakan lampu LED, maka sebaiknya dipasangkan dengan flasher khusus LED agar tidak menimbulkan kedipan terlalu cepat atau lambat.

7. Kabel Kelistrikan (Wiring)

wiring komponen dalam rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: Vintage Auto Garage

Kabel kelistrikan atau wiring merupakan rangkaian kabel yang menyambungkan semua komponen dalam sistem kelistrikan mobil. Tanpa wiring yang rapi, aliran listrik dari aki menuju lampu sein tidak akan tersalurkan dengan baik.

Selain itu, wiring juga berfungsi menjaga kestabilan arus listrik. Kabel yang rusak atau longgar bisa membuat sinyal sein mati sebelah atau tidak menyala sama sekali.

Oleh karena itu, pemasangan kabel harus rapi, terlindungi, dan sesuai standar agar rangkaian lampu sein mobil kamu tetap awet.

Gangguan pada Rangkaian Lampu Sein

gangguan pada rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: boodmo

Meskipun terlihat sederhana, rangkaian lampu sein di mobil juga bisa mengalami kerusakan. Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:

  1. Kedipan terlalu cepat atau lambat yang basanya terjadi karena flasher rusak atau bohlam yang digunakan tidak sesuai dengan standar.
  2. Lampu tidak menyala sama sekali umumnya akibat kabel putus, relay bermasalah, atau fuse yang sudah putus.
  3. Satu sisi sein tidak aktif kemungkinan besar ada masalah pada saklar atau jalur kabel yang tidak terhubung dengan baik.

Dengan deteksi dini, masalah ini bisa diatasi sebelum menimbulkan risiko di jalan. Jadi, pastikan selalu mengecek kondisi rangkaian lampu sein mobil secara berkala.

Tips Menyusun Rangkaian Lampu Sein

tips menyusun rangkaian lampu sein mobil - Moladin
Foto: Original Parts Group

Agar rangkaian lampu sein bekerja dengan optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat penyusunan maupun perawatannya. Berikut tips yang bisa kamu terapkan:

1. Gunakan Kabel Berkualitas

Kabel dengan kualitas baik mampu menahan panas dan getaran saat kendaraan melaju. Hal ini penting untuk menjaga aliran listrik tetap stabil.

2. Pastikan Sistem Grounding Optimal

Grounding yang baik mencegah risiko korsleting dan menjaga arus listrik mengalir sesuai jalurnya. Dengan begitu, performa lampu sein akan lebih maksimal.

3. Pilih Flasher Sesuai Jenis Lampu

Untuk bohlam konvensional, flasher standar sudah cukup. Namun, jika kamu memakai lampu LED, gunakan flasher khusus agar kedipannya stabil.

4. Lindungi Sambungan Kabel

Lapisi sambungan kabel dengan isolasi atau heat shrink agar tahan air dan korosi. Ini membuat kabel lebih awet meski terkena getaran dan kelembaban.

Dengan menerapkan tips di atas, rangkaian lampu sein mobil kamu akan lebih efisien, awet, dan tentu saja meningkatkan faktor keselamatan di jalan.

Jika salah satu komponen bermasalah, fungsi lampu sein bisa terganggu. Maka dari itu, lakukan pengecekan rutin dan terapkan tips penyusunan rangkaian yang efisien.

Buat kamu yang ingin terus update soal dunia otomotif, perawatan kendaraan, tips mobil bekas, hingga promo mobil baru, langsung aja cek Moladin sekarang juga!

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif