Perubahan lain terlihat di balik lingkar kemudi. Pada prototipe terbaru, layar instrumen pengemudi yang sebelumnya berada di belakang setir tidak tampak sehingga muncul dugaan adanya perubahan sistem penyajian informasi.
Setirnya pun mendapatkan desain baru dengan tombol berbentuk squircle, perpaduan antara bentuk persegi dan lingkaran.
Untuk warna kabin, nuansa biru masih dipertahankan, tetapi kini terdapat aksen merah pada sisi bantalan jok yang membuat tampilannya lebih sporty.
Motor Listrik Lebih Bertenaga
Peningkatan terbesar tampaknya hadir di sektor performa. Atto 1 terbaru dibekali motor listrik depan dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 dk.
Angka tersebut naik sekitar 40 kW atau 54 dk dibandingkan varian tertinggi model yang saat ini dijual di Indonesia.
Kecepatan maksimumnya pun meningkat menjadi 150 km/jam, meski angka torsi dan akselerasi belum diketahui.
Baterai LFP Masih Jadi Sumber Tenaga
Untuk baterai, BYD Atto 1 terbaru menggunakan teknologi lithium iron phosphate (LFP) yang dipasok Shaoxing FinDreams Battery, perusahaan yang berada dalam ekosistem FinDreams milik BYD.
Kapasitas baterai dan jarak tempuh resminya belum terungkap dalam dokumen MIIT. Sistem kelistrikannya masih mengandalkan arsitektur 400V dan belum mendukung teknologi Flash Charging.
Dengan sejumlah perubahan tersebut, BYD Atto 1 terbaru tampaknya disiapkan sebagai mobil listrik kompak dengan dimensi lebih besar, performa meningkat, serta kabin yang lebih praktis.
Meski begitu, waktu peluncuran dan spesifikasi final untuk pasar tertentu masih perlu menunggu pengumuman resmi BYD
Pantau terus update terbaru seputar dunia otomotif hanya Moladin.com untuk informasi mobil terbaru, review, dan tips otomotif lainnya!



