Tren Otomotif

20 Arti Warna dan Jenis Lampu Indikator Mobil

  • 1137 Views
lampu indikator mobil - Moladin

Daftar Isi

Mengemudi jadi lebih aman dan nyaman kalau kamu paham arti dari setiap lampu indikator mobil yang ada di dashboard.

Setiap simbol yang menyala punya fungsi penting sebagai peringatan atau pengingat kondisi kendaraan. Yuk, simak arti warna dan jenis-jenisnya!

Arti Warna Lampu Indikator Mobil

arti warna lampu indikator mobil - Moladin
Foto: Jordi’s Tire Shop

Setiap lampu indikator pada mobil memiliki warna tertentu yang menginformasikan kondisi berbeda. Berikut penjelasan arti warnanya yang dilansir dari laman resmi Suzuki:

1. Lampu Indikator Merah

Warna merah menandakan adanya masalah serius pada sistem kendaraan. Jika lampu indikator menyala merah, segera berhenti di tempat aman dan lakukan pemeriksaan.

Masalah bisa berupa kerusakan mesin mobil, sistem pengereman, atau komponen kritis lainnya.

2. Lampu Indikator Kuning/Oranye

Warna kuning atau oranye adalah tanda peringatan. Mobilmu mungkin masih bisa dikendarai, tetapi ada komponen yang perlu segera diperiksa atau diganti, seperti oli mesin, sensor, atau aki.

3. Lampu Indikator Hijau

Jika lampu berwarna hijau, itu artinya sistem tertentu sedang aktif atau berfungsi normal. Misalnya lampu sein, lampu kabut, atau sistem bantuan berkendara

Macam-macam Lampu Indikator Mobil Berdasarkan Simbol

macam-macam lampu indikator mobil - Moladin
Foto: icartea

Setelah memahami arti warnanya, berikut arti lampu indikator mobil berdasarkan simbolnya yang wajib kamu kenali:

1. Lampu Indikator Temperatur Mesin

Lampu ini menunjukkan suhu mesin mobil. Warna biru berarti suhu mesin normal. Jika berubah menjadi merah, artinya mesin terlalu panas atau overheat.

Segera matikan AC, pinggirkan mobil, dan matikan mesin. Tunggu suhu turun sebelum menyalakan mesin kembali. Jika tetap panas, segera hubungi bengkel.

2. Lampu Indikator Check Engine

Salah satu lampu indikator mobil yang sering bikin panik. Lampu ini bisa menyala karena masalah pada mesin, sensor emisi, atau bahkan tutup bensin yang longgar.

Bawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pengecekan menyeluruh agar masalah tidak berlanjut.

3. Indikator Tekanan Oli Mesin

Warna merah pada lampu ini menunjukkan tekanan oli rendah. Segera berhenti di tempat aman dan periksa level oli.

Jika kurang, tambahkan oli. Jika lampu tetap menyala, segera bawa ke bengkel karena bisa jadi pompa oli bermasalah.

4. Indikator Pengisian Aki

Biasanya bergambar simbol baterai dengan tanda plus-minus. Jika menyala, kemungkinan alternator tidak mengisi aki dengan baik atau aki sudah lemah. Jangan biarkan terlalu lama karena mobil bisa gagal distarter.

5. Indikator Rem Parkir

Simbol huruf “P” akan menyala jika rem tangan aktif. Jika tetap menyala setelah rem tangan dilepas, bisa jadi minyak rem habis atau kampas rem menipis. Segera lakukan pengecekan.

6. Indikator Suhu Transmisi

Jika menyala di MID, artinya suhu transmisi terlalu panas. Penyebabnya bisa cairan transmisi rendah atau komponen aus. Menepi dan biarkan mobil dingin sebelum digunakan kembali.

7. Lampu Indikator ABS

Simbol “ABS” menyala jika ada gangguan pada sistem pengereman ABS. Pastikan kabel sensor di sekitar roda tidak rusak, dan segera periksakan ke bengkel agar sistem pengereman tetap optimal.

8. Indikator Air Wiper Hampir Habis

Lampu indikator mobil ini akan menyala jika air wiper di tabung hampir habis. Isi ulang segera agar kinerja wiper tetap maksimal dan tidak merusak komponen.

9. Indikator VSC (Vehicle Stability Control)

Simbol mobil dengan jejak selip menunjukkan sistem stabilitas kendaraan aktif atau mengalami gangguan. Tetap hati-hati saat mengemudi dan segera periksakan jika lampu menyala terus.

10. Indikator TRC (Traction Control)

Lampu ini memberi tahu jika sistem anti-selip roda sedang nonaktif atau bermasalah. Jika menyala, kamu harus ekstra hati-hati terutama di jalan licin.

11. Lampu EPS (Electric Power Steering)

Simbol setir yang menyala berarti ada masalah pada sistem kemudi elektrik. Kamu mungkin akan merasa setir lebih berat. Segera periksa minyak power steering dan sistem kelistrikan.

12. Lampu Airbag

Jika lampu ini menyala terus, berarti ada gangguan pada sistem airbag. Segera bawa mobil ke bengkel untuk pengecekan agar kantong udara berfungsi saat terjadi benturan.

13. Indikator Bahan Bakar

Jika menyala, tandanya bensin hampir habis. Segera isi bahan bakar agar mobil tidak mogok di jalan. Jika indikator tidak akurat, lakukan pengecekan di bengkel.

14. Indikator Immobilizer

Lampu ini terkait sistem keamanan mobil. Jika menyala tapi mesin tidak hidup, kemungkinan ada masalah pada kunci atau aki mobil. Teknisi biasanya perlu melakukan pengecekan dan mungkin reprogram kunci.

15. Lampu Setir Terkunci

Simbol ini muncul saat setir terkunci. Putar kunci kontak ke posisi ON untuk melepaskannya.

16. Indikator Sabuk Pengaman

Lampu ini mengingatkan kamu untuk mengenakan seat belt. Jika tetap menyala padahal sabuk terpasang, kemungkinan ada masalah pada sensor.

17. Indikator Tekanan Ban

Lampu indikator mobil ini akan menyala jika tekanan ban turun 25% dari normal. Segera periksa dan isi ulang tekanan ban agar tidak membahayakan.

18. Indikator Pintu Terbuka

Pastikan lampu ini mati sebelum berkendara. Jika menyala, artinya ada pintu yang belum tertutup rapat.

19. Indikator Lampu Sein

Lampu ini memberi konfirmasi bahwa sein aktif. Pastikan mematikan lampu sein setelah berbelok agar tidak membingungkan pengemudi lain.

20. Indikator Fog Lamp

Jika menyala, berarti lampu kabut sedang aktif. Gunakan hanya saat hujan deras atau kabut tebal agar tidak mengganggu pengemudi lain.

Jangan abaikan lampu yang menyala karena bisa jadi itu tanda masalah serius pada mobilmu. Rutin lakukan pengecekan dan servis agar semua sistem bekerja optimal.

Buat kamu yang ingin terus update soal dunia otomotif, perawatan kendaraan, tips mobil bekas, hingga promo mobil baru, langsung aja cek Moladin sekarang juga!

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif