PT Aletra Mobil Nusantara mengundang awak media melihat langsung proses perakitan Aletra L8 EV di pusat perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM))Purwakarta, Rabu (21/1). Maski masih menjadi model tunggal, Aletra terus berupayan meningkatkan TKDN L8 EV agar semakin kompetitif untuk bersaing di pasar otomotif Tanah Air.
Fokus Aletra saat ini ialah mengembangkan setiap kendaraannya dengan pendekatan yang berfokus pada kesiapan produk serta kesesuaian dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Proses perakitan Aletra L8 EV secara lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD), memungkinkan keterlibatan menyeluruh dalam proses perakitan dan pengawasan kualitas kendaraan. Sebagai catatan, TKDN Aletra L8 EV saat ini sudah mencapai 44% dan dipersiapkan untuk naik hingga 60%.

“Karena kami mengambil proses TKDN itu bukan berdasarkan full investasi, karena kalau full investasi itu kan bangun pabrik. Jadi kami lebih ke aktivitas. Jadi yang akan kami tambahkan itu nanti adalah di baterai. Lebih banyak pekerjaan di baterai,” buka Christo Antyo selaku Product Manager PT Aletra Mobil Nusantara.
“Kalau disini (Aletra Assembly Facility di PT HIN) semua sudah full TKDN. Artinya, untuk persentase di pabrik ini sudah 100% TKDN. Gak bisa dimaikin lagi. Dari 40% ke 60% akan banyak di baterai. 100% itu berarti aktivitasnya? Aktifitasnya ini sudah 100% tenaga. Jadi nanti di baterai, kami kan masih 25% dari 100% jadi kami akan kejar di situ untuk baterai motor,” tambahnya.

Proses perakitan ALetra L8 EV di PT HMI tergolong praktis dengan kemampuan produksi 6 unit per jam. “Jadi pabrik ini, line kapasitas produksi ini masih jauh lebih. Jadi kita wnggak usah nambah-nambah lagi karena kapasitasnya masih cukup. Dan sejauh ini masih satu shift. Pagi sampai sore kadang-kadang kalau memang perlu ya di-overtime. Tapi belum sampai 2 ship dan untuk meningkatkan target produksi jadi 3.000 unit. masih bisa 1 shift,” tukas Christo lagi.
Proses perakitan Aletra L8 EV terdiri dari beberapa bagian. Dari mulai rangka utuh kemudian masuk ke area trimming yang terbagi trimming 1-7 yang didalamnya terdiri dari pemasangan-pemasangan baut bawah bodi,pintu, dasbor, hingga AC.
Lanjut ke area chassis 1-5 yang didalamnya ada proses pemasangan baterai, jok hingga pemasangan roda. Kemudian ke area finishing 1-9 untuk detail-detail penyelesain produk, dan lanjut 4 tahapan Final Assembly Inspection (FAI).

Di tengah upaya meningatkan nilai TKDN sebesar 60% di 2026, PT Aletra Mobil Nusantara juga tengah dalam pross masuk keanggotaan Geykindo. “Kemarin sudah tahap survey, verifikasi, jadi semuan data-data kita sudah lengkap. Jadi tinggal tunggu formulir dan direport kembali. Sudah selesai,” tambah Niken Maharani, General Manager Marketing Department Aletra.
Simak terus Moladin.com & channel Google News Moladin untuk informasi otomotif menarik lainnya.