Toyota Calya cocok untuk keluarga yang membutuhkan mobil tujuh penumpang dengan harga relatif terjangkau. Sebagai model LCGC, Calya menawarkan kombinasi kapasitas kabin, konsumsi BBM yang cukup efisien, dan biaya pajak yang relatif ringan dibandingkan sejumlah MPV bermesin lebih besar.
- Mesin: 1.2L 4-silinder Dual VVT-i
- Konsumsi BBM: Sekitar 14–19 km/liter
- Estimasi harga: Rp165 juta–Rp190 juta
- Estimasi pajak tahunan: Rp2,2 juta–Rp2,5 juta
Calya sesuai untuk keluarga yang rutin bepergian bersama beberapa penumpang. Namun, ketika semua kursi terisi, ruang bagasi menjadi terbatas. Jika membeli unit bekas, periksa kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, dan riwayat servisnya sebelum menentukan pilihan.
7. Suzuki Ignis
Suzuki Ignis menawarkan alternatif bagi kamu yang menginginkan city car dengan desain bergaya urban SUV. Meski bukan termasuk LCGC, kapasitas mesin 1.2L membuatnya tetap menarik untuk penggunaan sehari-hari.
- Mesin: 1.2L K12M 4-silinder
- Konsumsi BBM: Sekitar 18–21 km/liter
- Estimasi harga: Rp213 juta–Rp225 juta sebagai acuan harga yang dicantumkan
- Estimasi pajak tahunan: Rp2,5 juta–Rp2,9 juta
Ignis cocok untuk pengguna yang mengutamakan dimensi compact, kemudahan parkir, dan desain berbeda dari hatchback pada umumnya. Karena model ini banyak dijumpai di pasar mobil bekas, periksa ketersediaan suku cadang, riwayat perawatan, serta kondisi transmisi pada unit yang akan dibeli.
8. Toyota Raize 1.2 G
Toyota Raize 1.2 G bisa dipertimbangkan jika kamu menginginkan SUV compact dengan mesin non-turbo. Posisi berkendara yang relatif tinggi dan desain modern menjadi daya tarik bagi pengguna yang ingin beralih dari hatchback atau city car.
- Mesin: 1.2L 3-silinder WA-VE
- Konsumsi BBM: Sekitar 18–20 km/liter
- Estimasi harga: Rp235 juta–Rp250 juta
- Estimasi pajak tahunan: Rp2,8 juta–Rp3,2 juta
Raize cocok untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan akhir pekan bersama keluarga kecil. Namun, pajaknya tidak selalu lebih murah daripada mobil LCGC karena nilai jual kendaraan turut memengaruhi perhitungan. Pertimbangkan pula perbedaan harga beli dan fitur jika dibandingkan dengan Agya atau Ayla.
9. Suzuki Ertiga Hybrid
Suzuki Ertiga Hybrid menjadi opsi bagi keluarga yang membutuhkan MPV dengan kabin lega dan teknologi elektrifikasi ringan. Sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) membantu mendukung efisiensi melalui komponen seperti Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai pendukung.
- Mesin: 1.5L K15B dengan sistem mild hybrid
- Konsumsi BBM: Sekitar 16–18 km/liter
- Estimasi harga: Rp275 juta–Rp300 juta
- Estimasi pajak tahunan: Rp3,5 juta–Rp3,9 juta
Ertiga Hybrid cocok untuk keluarga yang sering melakukan perjalanan bersama penumpang dan membutuhkan fleksibilitas kabin. Teknologi mild hybrid-nya bukan berarti mobil ini dapat berjalan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik seperti mobil listrik murni.
Karena harga belinya dan pajaknya lebih tinggi daripada LCGC, hitung biaya kepemilikan secara keseluruhan. Penghematan BBM perlu dibandingkan dengan selisih harga kendaraan dan biaya perawatannya.
10. Wuling Air EV
Wuling Air EV layak masuk daftar jika prioritasmu adalah menekan biaya energi dan pajak kendaraan. Sebagai mobil listrik berbaterai, kendaraan ini tidak menggunakan bensin dan memiliki karakter yang cocok untuk mobilitas perkotaan.
- Penggerak: Motor listrik
- Daya motor: Hingga sekitar 30 kW, tergantung varian
- Konsumsi energi: Bergantung pada varian, kondisi jalan, dan penggunaan AC
- Estimasi harga: Rp190 juta–Rp300 juta sebagai rentang acuan yang perlu disesuaikan dengan varian dan harga terbaru
- Estimasi pajak tahunan: Perlu dicek berdasarkan varian, wilayah registrasi, dan ketentuan yang berlaku
Air EV cocok untuk perjalanan harian dengan jarak yang relatif terukur, terutama jika kamu memiliki akses pengisian daya di rumah. Pengeluaran energi bisa lebih hemat dibandingkan mobil bensin, tetapi biaya instalasi pengisian daya, kebutuhan perjalanan jarak jauh, dan akses stasiun pengisian perlu diperhitungkan.
Perlu diingat, pajak mobil listrik tidak otomatis sama di semua daerah. Jangan hanya berpatokan pada angka ratusan ribu rupiah tanpa memeriksa perhitungan PKB dan komponen pajak lain yang berlaku untuk kendaraan tersebut.
Tips Membeli Mobil dengan Pajak Murah
Memilih mobil dengan pajak murah bukan hanya soal mencari kendaraan bermesin kecil. Agar pengeluaran rutin tetap terkendali, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membeli mobil baru maupun bekas.
- Cek pajak tahunan: Sesuaikan nominal pajak dengan tipe, tahun kendaraan, dan wilayah registrasi.
- Pilih mesin sesuai kebutuhan: Mesin kecil cocok untuk penggunaan harian, tetapi tetap pertimbangkan kapasitas penumpang.
- Hitung konsumsi BBM: Sesuaikan efisiensi mobil dengan jarak tempuh dan aktivitas sehari-hari.
- Periksa kondisi mobil bekas: Cek mesin, transmisi, kaki-kaki, kilometer, riwayat servis, dokumen, serta indikasi bekas banjir atau tabrakan.
- Bandingkan biaya kepemilikan: Perhitungkan pajak, BBM atau listrik, servis, dan biaya perbaikan.
Kesimpulan
Ada banyak pilihan mobil dengan pajak murah yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Daihatsu Ayla, Sigra, dan Toyota Agya menarik untuk penggunaan harian, sedangkan Toyota Calya dan Suzuki Ertiga Hybrid lebih sesuai bagi keluarga yang membutuhkan kapasitas penumpang lebih besar. Jika ingin mengurangi ketergantungan pada bensin, Wuling Air EV juga layak dipertimbangkan.
Sebelum membeli, pastikan kamu mengecek nominal pajak aktual, konsumsi energi, dan biaya perawatan kendaraan. Untuk mobil bekas, kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, serta riwayat servis juga perlu diperiksa. Ikuti informasi terbaru seputar mobil bekas, tips perawatan, dan dunia otomotif lainnya di Moladin.



