Mobil listrik di bawah 200 jutaan masih menjadi incaran konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar.
Per Oktober 2026, tersedia beberapa pilihan menarik, mulai dari mobil mungil untuk aktivitas perkotaan hingga model dengan klaim jarak tempuh sekitar 300 kilometer.
Namun, Moladiners perlu memperhatikan lebih dari sekadar harga. Kapasitas baterai, jarak tempuh, serta skema kepemilikan baterai juga penting agar pilihan kendaraan sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Daftar Mobil Listrik di Bawah 200 Jutaan
Ada empat model yang bisa masuk daftar pertimbangan. Berikut urutannya berdasarkan harga awal, dari yang paling murah, dengan catatan bahwa skema pembelian baterai dapat memengaruhi total biaya:
1. Wuling Air ev Standard Range dan Long Range
Wuling Air ev menjadi salah satu pilihan mobil listrik di bawah 200 jutaan yang menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik berdimensi ringkas untuk menghadapi lalu lintas perkotaan. Model ini memiliki dua varian dengan harga berbeda sesuai kemampuan jarak tempuhnya.
- Air ev Standard Range: Rp155 juta.
- Air ev Long Range: Rp175 juta.
- Jarak tempuh Long Range: diklaim mencapai 301 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Varian Standard Range cocok dipertimbangkan untuk perjalanan harian dengan jarak relatif pendek. Sementara itu, Long Range bisa menjadi pilihan bagi pengemudi yang membutuhkan fleksibilitas perjalanan lebih jauh.
Dimensi kompaknya juga berpotensi memudahkan pengemudi saat melewati jalan sempit dan mencari tempat parkir. Meski begitu, sesuaikan pilihan varian dengan kebutuhan mobilitas dan ketersediaan fasilitas pengisian daya.
2. VinFast VF 3
VinFast VF 3 menawarkan desain kotak dengan karakter SUV mungil yang terlihat berbeda dibandingkan mobil listrik perkotaan pada umumnya.
- Harga awal: Rp 156 juta.
- Skema harga: tanpa baterai berdasarkan penawaran yang dicantumkan dalam materi harga.
Hal penting yang harus diperhatikan adalah skema kepemilikan baterainya. Harga Rp156 juta tidak bisa langsung dibandingkan dengan model lain yang sudah mencakup baterai dalam harga kendaraan.
Sebelum membeli, hitung total pengeluaran berdasarkan skema baterai yang tersedia, termasuk biaya terkait penggunaan baterai jika berlaku. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah VF 3 benar-benar sesuai dengan anggaran yang disiapkan.
3. Seres E1 B-Type
Seres E1 B-Type juga layak dilirik sebagai mobil listrik di bawah 200 juta dengan dimensei mungil untuk mobilitas di kawasan perkotaan. Bentuknya yang kompak mendukung kepraktisan ketika berkendara di jalan padat.
- Harga: Rp189 juta.
- Jarak tempuh: diklaim sekitar 180 kilometer.
Dengan jarak tempuh tersebut, Seres E1 B-Type lebih relevan bagi konsumen yang rutinitas berkendaranya tidak terlalu jauh setiap hari. Kamu tetap perlu mempertimbangkan jarak perjalanan pulang-pergi, kondisi lalu lintas, dan akses pengisian daya.
Jika mobil lebih sering digunakan untuk bekerja, berbelanja, atau mengantar anggota keluarga di dalam kota, model ini bisa masuk daftar pembanding sebelum mengambil keputusan.
4. BYD Atto 1 Standard
BYD Atto 1 Standard menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin mendapatkan jarak tempuh relatif jauh dengan anggaran mendekati Rp 200 juta.
- Harga: Rp 199 juta.
- Kapasitas baterai: 30,08 kWh.
- Jarak tempuh: hingga 300 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC.
- Tenaga maksimum: 55 kW atau sekitar 75 PS.
- Torsi maksimum: 135 Nm.
Spesifikasi tersebut membuat BYD Atto 1 Standard menarik untuk dipertimbangkan sebagai kendaraan harian. Namun, angka jarak tempuh berdasarkan pengujian tidak selalu sama dengan penggunaan di jalan sebenarnya.
Kecepatan berkendara, kondisi jalan, penggunaan pendingin kabin, beban kendaraan, dan gaya mengemudi dapat memengaruhi konsumsi energi. Karena itu, jangan hanya berpatokan pada angka jarak tempuh saat membandingkan mobil listrik.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mobil Listrik Murah?

Harga awal memang penting, tetapi ada sejumlah aspek lain yang perlu kamu periksa agar tidak salah memilih kendaraan. Berikut yang sebaiknya kamu pertimbangkan:
1. Kapasitas dan Jarak Tempuh Baterai
Pilih kapasitas baterai berdasarkan kebutuhan perjalanan. Untuk penggunaan dalam kota, jarak tempuh yang lebih pendek mungkin sudah memadai. Namun, pengguna yang sering bepergian lebih jauh perlu mempertimbangkan cadangan jarak tempuh.
2. Skema Kepemilikan Baterai
Pastikan harga yang ditawarkan sudah mencakup baterai atau menggunakan skema terpisah. Perbedaan ini berpengaruh terhadap perhitungan biaya kendaraan secara keseluruhan.
3. Fasilitas Pengisian Daya
Periksa apakah rumah kamu memungkinkan pemasangan perangkat pengisian daya dan apakah jaringan pengisian umum tersedia di rute yang sering dilalui.
4. Garansi dan Layanan Purnajual
Cek masa garansi kendaraan, baterai, serta ketersediaan bengkel resmi. Dukungan purnajual penting untuk menjaga kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang.
Mana Mobil Listrik di Bawah 200 Jutaan yang Paling Layak Dipilih?
Pilihan terbaik bergantung pada prioritas kamu. Wuling Air ev Standard Range menarik dari sisi harga awal, sedangkan Long Range menawarkan jarak tempuh yang diklaim lebih jauh.
VinFast VF 3 bisa dipertimbangkan berkat desain SUV mungilnya, tetapi skema baterai wajib diperhitungkan. Seres E1 B-Type cocok masuk daftar pembanding untuk perjalanan perkotaan, sementara BYD Atto 1 Standard menawarkan spesifikasi jarak tempuh yang kompetitif.
Pantau terus update terbaru seputar dunia otomotif hanya Moladin.com untuk informasi mobil terbaru, review, dan tips otomotif lainnya!



