Cara Membaca Ukuran Ban Motor yang Mudah Untuk Semua Tipe

Pemilihan ban bagi sepeda motor adalah hal yang sangat penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Ban motor harus berjuang keras bergesekan dengan aspal dan jalanan ketika pengendara sedang melakukan pengendalian, pengereman, akselerasi, sampai berbagai trik atau aksi lainnya. Ban harus sanggup tetap menempel di jalanan ketika pengendara melakukan aksinya dari atas jok.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika memilih ban, mulai dari pola alur sampai ukurannya. Namun pemilihan ini tidak mudah karena ban motor memiliki banyak kode unik dan aneh yang menunjukkan ukuran dan fitur ban itu. Di artikel ini, Moladin akan bantu kamu untuk mengetahui cara membaca ukuran ban motor dan kode-kode lainnya.

Sebagai tips awal, kalau bingung memilih ban yang pas untuk motor kamu, gunakan saja ban standar seperti bawaan pabrik. Ban standar yang dipilih oleh pabrik memiliki ukuran yang sesuai, punya fungsi yang sudah diperhitungkan sesuai dengan kemampuan motor, dan biasanya harganya relatif murah.

Cara Membaca Ukuran Ban

Sebelum kamu belajar cara membaca ukuran ban motor, harus diketahui bahwa ukuran ban di motor ditulis dengan dua cara; metric dan imperial. Selain itu, ada beberapa kode lain yang banyak ditulis di ban yang perlu kamu tahu. Ada dua tipe kode yang biasanya dicantumkan di motor: Load Index (indeks beban) dan Speed Rating (kode kecepatan). Load index adalah kode angka untuk menunjukkan beban maksimum yang bisa ditanggung ban motor. Sementara itu, Speed Rating adalah kode huruf yang mengindikasikan kecepatan maksimum pemakaian ban. Berikut adalah daftarnya, seperti yang tertera di laman resmi FDR Indonesia.

Daftar kode Load Index yang sering dipakai di ban motor.

Load Index

Beban Maksimal

 

Load Index

Beban Maksimal

 

Load Index

Beban Maksimal

30

106 kg

 

44

160 kg

 

53

206 kg

31

109 kg

 

45

165 kg

 

54

212 kg

32

115 kg

 

46

170 kg

 

55

218 kg

33

118 kg

 

47

175 kg

 

56

224 kg

38

143 kg

 

48

180 kg

 

57

230 kg

40

140 kg

 

49

185 kg

 

58

236 kg

41

145 kg

 

50

190 kg

 

59

243 kg

42

150 kg

 

51

195 kg

 

60

250 kg

43

155 kg

 

52

200 kg

     

 

Daftar Speed Rating yang banyak dipakai di ban motor.

Speed Rating

Kecepatan

 

Speed Rating

Kecepatan

F

80 km/jam

 

R

170 km/jam

J

100 km/jam

 

S

180 km/jam

L

120 km/jam

 

H

210 km/jam

M

130 km/jam

 

V

240 km/jam

P

150 km/jam

     

 

Nah, setelah mengetahui kode speed rating dan load index, kita bisa melanjutkan ke bahasan berikutnya. Kini kita akan membahas cara membaca ukuran ban motor, baik yang ditulis secara metrik maupun imperial.

Ban dengan kode metrik

Ban dengan kode metrik. Kita ambil contoh saja ban standar bawaan Honda Revo X, bebek entry level dari Honda. Ukuran ban belakang Revo X adalah 80/90 – 17 M/C 44P. Kita mulai membacanya satu per satu dari tiap angka yang tertera.

  • 80 yang merupakan angka pertama menunjukkan lebar tapak ban (section width). Lebar tapak ini diukur dari sisi ke sisi ban dengan satuan ukur millimeter. Jadi lebar tapak ban ini adalah 80mm.
  • 90 sebagai angka kedua merepresentasikan aspect ratio. Ini adalah prosentase perbandingan antara section height (tinggi dari tapak ban ke bibir ban) dengan section width. Jadi secara sederhananya, section height ban ini adalah 90% dari 80mm = 72mm.
  • Angka berikutnya, 17, menunjukkan diameter dalam ban yang juga sekaligus menunjukkan ukuran diameter velg dalam satuan inchi. Artinya, Revo X menggunakan velg dengan diameter 17 inchi.
  • M/C merupakan kode singkatan dari Motorcycle. Artinya, ban ini memang diperuntukkan bagi sepeda motor.
  • 44 adalah kode Load Index yang berarti beban maksimal yang bisa ditanggung ban ini adalah 160kg. Lihat tabel di atas untuk kode lainnya.
  • P adalah Speed Rating yang menunjukkan bahwa kecepatan maksimal ban ini adalah 150 km/jam.

Ban dengan kode imperial. Contoh ban dengan kode imperial adalah IRC NF25 yang memiliki kode 2.75-18 4PR. Cara membaca ukuran ban motor imperial ini sangat mudah.

  • 2.75 merupakan lebar tapak ban dalam satuan inchi. Artinya, ban ini memiliki section width sepanjang 2,75 inchi atau sekitar 63,5mm.
  • Ban imperial selalu memiliki aspect ratio 100%. Artinya, Section Width dan Section Height selalu sama. Dengan kata lain, Section Height ban ini juga 2,75 inchi.
  • 18 berarti diameter dalam ban yang juga mengindikasikan diameter velg dalam satuan inchi. Ban ini bisa terpasang di velg dengan diameter 18 inchi.
  • 4PR adalah kode kekuatan ban berdasarkan kekuatan serat kain atau ply rating. 4PR mengindikasikan bahwa ada lapisan kain nilon di carcass (rangka ban yang keras, berfungsi untuk menahan udara walaupun tetap fleksibel meredam benturan). Kekuatan kain nilon itu setara dengan 4 lapisan kain ban.

 

Yamaha Fino 125 Grande

*DP mulai dari

 

Itulah beberapa petunjuk cara membaca ukuran ban motor yang mungkin sempat membuat kamu bingung. Pemilihan ban memang sangat penting jadi kamu perlu tahu produk ban apa yang ingin kamu gunakan. Tapi jika kamu merasakan kesulitan untuk memilih ban yang pas, kamu bisa main aman dengan membeli ban yang sama dengan bawaan pabrik. Kamu juga bisa bertanya kepada mekanik di bengkel, utamanya bengkel khusus ban jika ingin ban dengan performa tertentu.

 

Baca Juga :

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *