Selasa, Mei 28, 2024
Banner-Wuling-Cloud-EV

Cara Menabung Untuk Beli Mobil Impian Agar Cepat Terwujud

by Baghendra Lodra

Bagaimana cara menabung untuk beli mobil impian? Pasti hal ini pernah terbesit di kepalamu, terlebih sebagai seorang pekerja kantoran dengan penghasilan bulanan yang tidak seberapa.

Biar begitu, mobilitas yang tinggi menuntutmu untuk punya kendaraan sendiri. Padahal, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja perlu memutar otak, atau kamu tidak akan bisa menabung. Tapi, kamu juga bisa kok mewujudkan mobil impian dengan cara yang akan kami bahas berikut ini.

Tentunya harus dipersiapkan secara matang agar tidak merusak pos-pos yang telah kamu tetapkan sebelumnya, terutama kebutuhan pokok. Tanpa berpanjang lebar, kami akan bagikan cara menabung yang tepat dan cermat untuk membeli mobil impian. Pastinya cocok untuk kamu dengan penghasilan pas-pasan. Simak ulasannya bersama, yuk!

Tentukan Target Mobil Impian

cara menabung untuk beli mobil impian

Mobil impian tidak perlu mahal, tapi sesuai kebutuhan

Pertama-tama dalam cara menabung untuk beli mobil impian adalah, kamu perlu menentukan target. Dalam hal ini, kamu perlu tahu mobil seperti apakah yang kamu inginkan.

Coba rinci secara spesifik, apakah mobil tersebut memiliki harga yang bisa kamu jangkau. Pastikan mobil impianmu realistis dan dapat disesuaikan dengan penghasilan bulananmu. Dengan begitu, kamu tidak perlu menabung terlalu lama untuk mendapatkan mobil impianmu nantinya.

Jika harganya terlalu tinggi dan tidak disesuaikan dengan kemampuan, maka kamu akan lebih lama lagi untuk mendapatkan mobil impian.

Baca juga  7 Tips Beli Toyota Avanza Bekas Berkualitas

Sisihkan Penghasilan Bulanan

Sama halnya ketika kamu ingin mewujudkan impian lain, kamu perlu menyisihkan penghasilan bulanan sebagai cara menabung untuk beli mobil impian. Setelah mengetahui target impian mobil seperti apa yang kamu inginkan beserta harganya, kini saatnya kamu membagi jumlah penghasilan bulanan. Namun, pastikan jumlah yang kamu sisihkan tidak mengganggumu untuk melakukan pengeluaran kebutuhan pokok.

Untuk penyisihan yang aman, kamu bisa mengalokasikan sekitar 20% dari gajimu untuk tabungan mobil impian ini. Dengan begitu kamu masih dapat bergerak bebas untuk memenuhi kebutuhan sehari-harimu.

Pisahkan Tabungan

Memisahkan tabungan juga merupakan langkah yang tepat dalam proses menabung untuk membeli mobil impian. Cara ini juga dinilai efektif agar tabungan mobil impianmu terhindar dari pengeluaran sehari-hari, atau lebih buruknya lagi digunakan untuk keinginan. Kamu bisa memanfaatkan rekening yang memang tempat menyimpan uang mengendap, sehingga kamu tidak akan tergiur untuk menggunakannya.

Selain itu, akan lebih baik kalau kamu menggunakan rekening khusus yang tidak dapat dicairkan dalam waktu dekat. Misalnya deposito, biasanya akan ada jangka waktu tertentu untuk mencairkannya. Pilihlah yang sesuai dengan harga mobil dan juga pemasukanmu, dengan begitu uang yang kamu sisihkan untuk membeli mobil impian akan aman.

Fokus Pada Kebutuhan

Salah satu musuh terbesar dari keborosan dan tidak bisa menabung adalah terlalu banyak pembelian impulsif untuk keinginan. Padahal, supaya berhasil dalam proses menabung hal ini harus berada di bawah kontrol kita.

Baca juga  5 Tips Beli Mitsubishi Pajero Sport Bekas, Agar Tidak Menyesal

Misalnya, saat dalam proses menabung untuk membeli mobil idaman kamu malah tiba-tiba membeli tas mahal karena ingin sama dengan teman kerja. Atau, kamu terlalu banyak jajan makanan di luar dan malah mengikis tabungan yang sudah ditetapkan untuk mobil impian.

Jika begitu, kamu perlu berlatih untuk lebih fokus pada kebutuhan. Dalam hal ini, kamu bisa memulainya dengan mengurangi pengeluaran untuk belanja hal-hal yang konsumtif. Usahakan untuk tetap fokus dengan kebutuhan sehari-hari dan hal pokok lainnya. Dengan pengeluaran yang terarah, kamu akan lebih mudah lagi saat menabung untuk membeli mobil impian.

Cari Penghasilan Tambahan

Cara menabung untuk beli mobil impian lainnya yang tidak kalah efektif adalah mencari penghasilan tambahan. Terlebih bila kamu merasa pemasukan bulanan masih dirasa kurang, penghasilan tambahan akan membantumu untuk menabung.

Kamu bisa mencari penghasilan lewat pekerjaan lepas sesuai dengan skill yang kamu miliki. Misalnya, menjadi penulis lepas, desainer dan sebagainya. Atau, jika berbakat dalam berjualan kamu bisa mengandalkan e-commerce untuk ikut program afiliasi.

Nah, kamu bisa mencoba berinvestasi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satunya adalah investasi P2P lending di KoinP2P dari KoinWorks.

Di sini kamu dapat mengembangkan asetmu dengan imbal hasil hingga 18% per tahun mulai dari Rp 100.000, bahkan sejak pertama kali mendanai. Prosesnya cepat, tanpa biaya tersembunyi dan cukup dari satu aplikasi. Selain itu, kamu juga dapat berkontribusi dalam pendanaan berdampak sosial. Karena, pada KoinP2P pendanaanmu akan disalurkan untuk para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

Baca juga  Beli Mobil Bekas Kilometer Tinggi, Ini Syaratnya!

Jangan khawatir, karena prosesnya transparan dan hanya akan disalurkan kepada peminjam yang terpercaya dan kredibel di bidangnya. Jadi, tunggu apalagi? Yuk coba KoinP2P sekarang!

Pertimbangkan Mobil Bekas

Beli Mobil Bekas Tangan Pertama

Mobil bekas bisa jadi pilihan menarik, karena harganya lebih terjangkau

Untuk mendapatkan mobil impian, rasanya sekarang sudah banyak pilihan mobil bekas pakai dengan kualitas yang masih terjamin. Kamu bisa memanfaatkan hal ini agar mendapatkan harga terbaik.

Biasanya harga mobil bekas tidak setinggi yang masih baru. Namun, kamu harus lebih jeli dan memeriksa apakah mobil bekas yang kamu tuju masih memiliki kondisi baik atau tidak.

Cek semua komponen, apakah masih berfungsi dengan baik. Dengan begitu kamu juga tidak akan merugi nantinya. Nah, itu dia beberapa cara menabung untuk beli mobil impian.

Ternyata, tidak sulit bukan? Bahkan dengan penghasilan pas-pasan sekalipun. Cukup lakukan dengan konsisten dan kamu akan selangkah lebih dekat lagi dalam mencapai mobil impianmu. Selamat mencoba!

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika