Zebra Cross dan Peran Pentingnya dalam Keselamatan Pejalan Kaki

by Tigor Sihombing

Zebra cross menjadi bagian penting dalam infrastruktur jalan yang sering ditemui di berbagai kota. Marka jalan ini berperan besar dalam menjaga keselamatan pejalan kaki saat menyeberang, sekaligus mengatur lalu lintas agar lebih tertib. Meski keberadaannya sudah umum, masih banyak pengendara yang kurang memahami fungsinya secara optimal. Untuk itu, penting bagi semua pengguna jalan untuk memahami arti, sejarah, serta aturan penggunaan zebra cross agar dapat menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.

Mengenal Apa Itu Zebra Cross?

Zebra cross adalah marka jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menyeberang dengan aman di jalan raya. Marka ini biasanya berbentuk garis putih yang disusun secara sejajar di atas permukaan jalan dan umumnya ditemukan di persimpangan atau lokasi dengan tingkat aktivitas pejalan kaki yang tinggi.

Fungsi utama zebra cross adalah memberikan hak prioritas kepada pejalan kaki, sehingga pengendara kendaraan bermotor wajib memperlambat laju kendaraannya atau bahkan berhenti jika ada orang yang menyeberang.

Di beberapa negara maju, penggunaan zebra cross didukung dengan rambu pejalan kaki dan lampu lalu lintas khusus yang mengatur kapan pejalan kaki bisa menyeberang. Sementara di Indonesia, meskipun zebra cross sudah tersedia di banyak tempat, tingkat kepatuhan pengendara dalam memberikan jalan kepada pejalan kaki masih tergolong rendah.Baca juga  Perbedaan Minyak Rem Merah dan Putih, Awas Keliru!

Sejarah Zebra Cross

fungsi zebra cross
Bagi pengemudi baik itu motor, truk, bus dan juga mobil wajib memperlambat jalan ketika mendekati marka jalan ini.

Sejarah zebra cross berawal dari Inggris pada 1951, saat pemerintah mulai mencari solusi untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang menimpa pejalan kaki. Setelah meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor, Inggris mengalami lonjakan angka kecelakaan, terutama di kawasan perkotaan yang padat.

Lokasi pertama zebra cross berada di Slough, Berkshire, Inggris. Awalnya, marka jalan ini memiliki warna kuning dan biru. Namun, setelah dilakukan evaluasi, warna tersebut dinilai kurang efektif karena tidak cukup kontras dengan kondisi jalan dan lingkungan sekitarnya.

Baca juga  Cakram Mobil Berkarat, Bisa Berbahaya?

Pemerintah akhirnya mengganti warna zebra cross menjadi hitam dan putih, yang lebih terlihat jelas di berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan. Selain itu, kombinasi warna tersebut juga memiliki efek psikologis yang kuat bagi pengendara, memicu respons untuk memperlambat kendaraan ketika mendekati zebra cross.

Seiring waktu, penggunaan zebra cross menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Hingga kini, standar warna hitam dan putih masih digunakan secara universal, dan beberapa negara bahkan menambahkan fitur seperti lampu kedip atau marka khusus untuk meningkatkan visibilitas zebra cross di malam hari.

Baca juga  Tips Sewa Mobil Saat Wisata di Jogja

Fungsi Zebra Cross

Fungsi Zebra Cross
Beberapa negara bahkan menerapkan sanksi yang sangat tegas bagi kendaraan yang menabrak manusia atau hewan di zebra cross.

Zebra cross memiliki peran penting dalam mengatur lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Berikut adalah beberapa fungsinya:

  1. Memberikan Hak Prioritas kepada Pejalan Kaki

Zebra cross dirancang agar pejalan kaki dapat menyeberang dengan lebih aman dan terhindar dari kecelakaan. Di beberapa negara, pengemudi diwajibkan berhenti total ketika ada pejalan kaki yang hendak menyeberang.

  1. Mengurangi Kecelakaan di Persimpangan Jalan

Dengan adanya zebra cross, lalu lintas menjadi lebih tertata, sehingga risiko kecelakaan akibat pejalan kaki menyeberang sembarangan bisa dikurangi.

  1. Membantu Kelancaran Lalu Lintas

Pejalan kaki yang menyeberang secara sembarangan dapat menyebabkan kemacetan. Zebra cross membantu mengatur waktu dan lokasi penyeberangan sehingga arus kendaraan tetap lancar.

  1. Mengurangi Kecepatan Kendaraan di Area Rawan Kecelakaan

Marka zebra cross sering dipasang di kawasan sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, atau tempat dengan aktivitas pejalan kaki tinggi. Kehadirannya memberikan tanda bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan di area tersebut.

Baca juga  Cara Membersihkan Jok Mobil Kain yang Kotor dengan Benar!

Kesadaran Pengendara terhadap Zebra Cross

Fungsi Zebra Cross
zebra cross tidak diperkenankan untuk dibuat pada tikungan.

Meskipun zebra cross sudah tersedia di banyak tempat, kepatuhan pengemudi di Indonesia terhadap marka ini masih kurang optimal. Banyak pengendara yang tidak memberikan jalan kepada pejalan kaki, bahkan tidak jarang ada yang tetap melaju dengan kecepatan tinggi di dekat zebra cross.

Baca juga  Periksa Komponen Mobil ini Setelah Lakukan Perjalanan Jauh

Menurut Jusri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), masih banyak pengemudi di Indonesia yang tidak menghormati hak pejalan kaki, bahkan naik ke trotoar saat jalanan macet. Hal ini membahayakan keselamatan pejalan kaki dan menunjukkan kurangnya kesadaran terhadap fungsi zebra cross.

Di negara-negara maju seperti Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat, aturan mengenai zebra cross sangat ketat. Pengemudi yang tidak memberikan jalan kepada pejalan kaki bisa dikenakan denda besar atau bahkan sanksi hukum jika menyebabkan kecelakaan.

Untuk meningkatkan kesadaran pengendara, perlu ada sosialisasi dan penegakan aturan yang lebih ketat di Indonesia. Pemerintah juga perlu memberikan sanksi tegas bagi pengemudi yang melanggar aturan zebra cross agar marka jalan ini benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya.

Pembuatan di Arus Lalu Lintas yang Relatif Rendah

Yang dimaksud dengan lalu lintas rendah bukan berarti jalanan yang sepi. Maksudnya adalah arus lalu lintas yang kecepatannya rendah. Misalnya saja jalanan di dalam kota yang cukup padat sehingga kendaraan tidak menggunakan kecepatan tinggi.

Begitu juga dengan arus pejalan kaki relatif rendah seperti hanya terjadi di jam tertentu. Contohnya arus pejalan kaki di area perkantoran yang hanya ramai pada pagi dan sore hari.

Melihat peraturan pertama ini artinya zebra cross hanya bisa dipasang pada jalanan seperti perkotaan dan juga pedesaan. Namun zebra cross tidak diperkenankan untuk dibuat di jalan antar kota khususnya jalan tol.

Ketika dibutuhkan jalan untuk melintas maka bukan dibuat zebra cross melainkan jembatan penyebrangan yang lebih aman. Jadi kendaraan tetap bisa melintas dengan kecepatan tinggi dan pejalan kaki bisa menyeberang dengan aman.

Aturan Pembuatan Zebra Cross

Zebra cross tidak bisa dibuat sembarangan. Menurut Kementerian Perhubungan Indonesia, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi dalam pembuatannya:

  1. Harus Menggunakan Warna Kontras
Baca juga  Cara Membuat SIM Internasional Terbaru, Cepat dan Murah!

Zebra cross harus menggunakan warna putih dan hitam untuk memastikan visibilitasnya tetap tinggi dalam berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan.

  1. Ukuran yang Tepat

Ketebalan garis zebra cross minimal 300 mm, dengan celah yang sama antara garis dan panjang minimal 2.500 mm.

  1. Tidak Dibuat di Jalan Berkecepatan Tinggi

Zebra cross tidak boleh dibuat di jalan tol atau jalan dengan kecepatan tinggi. Untuk jalan-jalan seperti ini, jembatan penyebrangan atau underpass lebih dianjurkan.

  1. Lokasi Harus Memiliki Jarak Pandang yang Cukup

Zebra cross tidak boleh dipasang di tikungan, tanjakan, atau turunan yang bisa menghalangi pandangan pengemudi dan membahayakan pejalan kaki.

Edukasi dan Sanksi bagi Pelanggar Zebra Cross

Kesadaran masyarakat terhadap zebra cross masih perlu ditingkatkan. Banyak pejalan kaki yang tetap menyeberang di sembarang tempat meskipun zebra cross sudah tersedia. Sementara itu, pengendara kendaraan bermotor sering kali tidak memberikan jalan kepada pejalan kaki di zebra cross.

Di beberapa negara maju, aturan tentang zebra cross ditegakkan dengan sangat ketat. Pengemudi yang tidak memberikan jalan kepada pejalan kaki bisa dikenakan denda besar atau bahkan hukuman lebih berat jika menyebabkan kecelakaan.

Di Indonesia, meskipun aturan tentang zebra cross sudah ada, penegakannya masih kurang optimal. Oleh karena itu, pemerintah perlu lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan menegakkan aturan dengan tegas agar zebra cross dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Zebra Cross dan Masa Depannya

Di beberapa negara, zebra cross telah mengalami inovasi dengan penambahan lampu LED, sensor otomatis, dan rambu digital untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Teknologi ini memungkinkan zebra cross menyala ketika ada pejalan kaki yang ingin menyeberang, memberi peringatan lebih dini kepada pengemudi.

Indonesia juga bisa mengadopsi teknologi serupa untuk meningkatkan efektivitas zebra cross, terutama di daerah dengan lalu lintas yang padat. Dengan edukasi, teknologi, dan penegakan hukum yang lebih baik, zebra cross bisa menjadi solusi efektif dalam mengurangi kecelakaan di jalan raya.

Demikian ulasan terkait fungsi zebra cross dan sejarah singkatnya tercipta rambu ini. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru otomotif.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika
Edit Template