Tren Otomotif

Fungsi Master Rem Motor, Jenis, Komponen, dan Cara Kerja

  • 705 Views
master rem motor - Moladin

Daftar Isi

Master rem motor adalah salah satu komponen penting dalam sistem pengereman yang fungsinya mengubah tenaga mekanis menjadi tekanan hidrolik agar sepeda motor dapat berhenti secara efektif dan aman.

Tanpa komponen ini, proses pengereman motor akan terganggu, sehingga bisa membahayakan keselamatan pengendara.

Yuk, Moladiners, simak ulasan lengkap tentang fungsi, jenis, hingga cara kerja master rem agar kamu bisa lebih paham pentingnya perawatan komponen motor satu ini.

Fungsi Master Rem Motor

fungsi master rem motor - Moladin
Foto: Webike Japan

Komponen master rem pada motor punya berbagai fungsi vital yang tidak boleh diabaikan. Berikut ini beberapa fungsi pentingnya dalam sistem pengereman yang mendukung keamanan saat berkendara:

1. Menyimpan Minyak Rem

Salah satu fungsi utama master rem adalah sebagai tempat penyimpanan minyak rem. Minyak ini berperan sebagai fluida hidrolik untuk menghantarkan tekanan dari tuas rem ke kaliper.

Reservoir tank pada master rem juga dilengkapi sensor untuk mendeteksi level minyak agar tidak kehabisan.

2. Mengubah Gerakan Mekanis Menjadi Tekanan Hidrolik

Saat tuas rem kamu tarik, piston di dalam master rem akan menekan minyak rem dalam tabung.

Tekanan hidrolik ini akan diteruskan ke selang rem, lalu mendorong piston di kaliper, sehingga kampas rem menjepit cakram dan motor pun melambat atau berhenti.

3. Menyalurkan Tekanan Rem ke Kaliper

Master rem motor berfungsi sebagai penghubung utama dari tekanan yang kamu hasilkan saat menarik tuas rem ke kaliper di roda depan atau belakang.

Tanpa distribusi tekanan yang tepat, pengereman bisa jadi tidak optimal atau bahkan gagal.

4. Menjaga Tekanan Rem Tetap Stabil

Dalam sistem master rem, terdapat katup satu arah atau check valve. Komponen ini mencegah tekanan minyak rem kembali ke tabung reservoir dan menjaga kestabilan tekanan saat tuas rem ditekan.

5. Memberikan Sensasi Pengereman yang Halus

Master rem yang berkualitas akan memberi kamu rasa pengereman yang lebih halus dan presisi. Hal ini penting untuk pengendara harian maupun yang sering menggunakan motor dalam kecepatan tinggi.

Jenis-Jenis Master Rem Motor

jenis-jenis motor rem silinder - Moladin
Foto: Aprilia Forum

Moladiners, saat ingin mengganti master rem, kamu tidak bisa sembarangan. Ada dua jenis utama yang umum digunakan dan masing-masing punya karakteristik berbeda, yaitu:

1. Master Rem Jenis Radial

Tipe ini banyak digunakan pada motor sport atau superbike. Desainnya dibuat searah dengan gerakan tuas rem, sehingga dorongan piston bisa lebih efektif dan tekanan lebih maksimal.

Biasanya jenis master rem ini hanya tersedia dari produsen tertentu yang fokus pada performa tinggi.

2. Master Rem Jenis Non-Radial

Jenis master rem ini banyak ditemukan pada motor harian seperti motor bebek dan skutik. Desainnya lebih sederhana dan biaya perawatannya pun lebih murah.

Namun, karena posisi piston tidak searah dengan tuas rem, tenaga yang disalurkan tidak sepenuhnya efisien. Akibatnya, daya pengereman menjadi kurang maksimal dibanding tipe radial.

Komponen Master Rem Motor

Komponen Master Rem Motor - Moladin
Foto: AP Racing

Agar kamu lebih memahami cara kerja master rem, penting juga mengetahui komponen-komponen yang menyusunnya. Berikut ini komponen beserta fungsi master rem motor yang dilansir dari laman resmi Suzuki:

1. Reservoir Tank

Komponen ini berfungsi menampung cadangan minyak rem. Saat tuas rem ditekan, minyak ini akan disalurkan ke ruang tekanan di dalam master silinder.

2. White Cap

Merupakan penutup dari tangki reservoir. Fungsinya adalah melindungi minyak rem dari kotoran atau debu agar tidak mencemari sistem hidrolik.

3. Inlet Port

Lubang kecil ini menjadi jalan masuk minyak rem dari tangki menuju ruang tekanan. Pastikan saluran ini bersih agar aliran tetap lancar.

4. Return Port

Saluran ini digunakan untuk mengembalikan minyak rem ke reservoir setelah tekanan dilepas. Ini menjaga sistem tidak kelebihan tekanan saat pengereman selesai.

5. Diaphragm

Karet pengunci yang berfungsi mencegah kontak langsung minyak rem dengan udara luar. Ini penting agar tidak terjadi kontaminasi atau penguapan minyak.

6. Primary Piston

Piston utama yang bekerja pada sistem rem depan. Dilengkapi dengan seal agar tekanan tetap terjaga.

7. Secondary Piston

Piston tambahan untuk sistem rem belakang. Berfungsi mirip seperti primary piston namun berada pada saluran berbeda.

8. Level Sensor

Sensor ini akan memberi peringatan jika minyak rem sudah mulai habis di dalam reservoir. Ini membantu kamu melakukan pengisian ulang sebelum terlambat.

9. Master Cylinder Body

Adalah rumah utama tempat piston dan seal bekerja. Bagian ini menerima tekanan dari tuas rem dan mengarahkannya ke saluran hidrolik.

10. Return Spring

Komponen master rem yang satu ini berfungsi sebagai pegas pengembali piston ke posisi awal setelah tuas rem dilepaskan.

Cara Kerja Master Rem Motor

cara kerja master rem motor - Moladin
Foto: Suzuki Indonesia

Secara garis besar, sistem kerja master rem motor hampir sama dengan sistem hidrolik lainnya, yaitu menggunakan cairan sebagai media untuk menghantarkan tekanan.

Ketika kamu menarik tuas rem, piston dalam master rem terdorong oleh batang pendorong (pushrod). Gerakan ini menekan minyak rem yang berada di dalam sistem dan menyalurkan tekanan melalui selang ke kaliper.

Di kaliper, tekanan akan mendorong piston yang menjepit kampas rem ke cakram. Proses inilah yang menyebabkan roda motor melambat atau berhenti.

Pada motor dengan kopling hidrolik, prinsip kerjanya pun serupa. Saat tuas kopling ditekan, tekanan dari master silinder mendorong fluida ke silinder pembebas (release cylinder), sehingga kopling terbebas dari hubungan mesin ke transmisi.

Ukuran Master Rem Motor

ukuran master rem motor - Moladin
Foto: RevZilla

Ukuran master rem sangat berpengaruh terhadap karakter pengereman. Menurut Bram Gusant dari PT Shaber Global Motorindo yang dilansir dari GridOto, ukuran yang umum digunakan mulai dari 14 mm hingga 19 mm.

Berikut ini beberapa rekomendasi lain ukuran master rem pada motor:

  • Motor 110 cc – 250 cc menggunakan master rem ukuran 14 mm atau 15 mm. Ukuran ini sudah cukup untuk kaliper standar.
  • Pengguna yang ingin rem lebih pakem bisa mencoba ukuran 17 mm, meski tuas rem akan terasa lebih keras.
  • Motor dengan dua kaliper depan direkomendasikan memakai master rem ukuran 17 mm hingga 19 mm, agar dorongan hidrolis mencukupi.

Pastikan kamu menyesuaikan ukuran master rem dengan ukuran dan jenis kaliper pada motormu agar tidak terjadi ketidakseimbangan saat pengereman.

Jadi, baik kamu pengguna motor harian maupun yang doyan touring, menjaga master rem motor dalam kondisi prima adalah langkah wajib untuk keselamatan.

Buat kamu yang ingin terus update soal dunia otomotif, perawatan kendaraan, beli mobil bekas, hingga promo mobil baru, langsung aja cek Moladin sekarang juga untuk dapat promo menariknya!

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif