5 Kekurangan Yamaha R25, Layak Dibeli?

Kekurangan Yamaha R25 – Pamor motor sport 250cc memang tidak pernah turun. Kuda besi ini merupakan salah satu penanda status sosial. Bisa membeli salah satu di antaranya, pasti jadi kebanggaan tersendiri.

Di kelas tersebut, total ada tiga pemain besar merek Jepang yang mengisi. Yamaha R25 termasuk di dalamnya.

Motor sport 250cc pabrikan garputala ini punya sejumlah kelebihan. Sebut saja suspensi upside down, panel instrumen digital, dan desain layaknya motor MotoGP (ada lubang di tengah paras).

Meski banyak kelebihan, R25 bukanlah kuda besi sempurna. Kekurangannya juga ada, terlebih ketika dibandingkan dengan kompetitor seperti Honda CBR250RR dan Kawasaki Ninja 250.

Setidaknya ada lima kekurangan Yamaha R25. Apa saja? Buat kamu yang penasaran, simak bahasan berikut:

1. Kunci Kontak Minim Fitur Keamanan

kekurangan yamaha r25
Kunci kontak R25 masih konvensional, bahkan kalah aman dengan R15

Kekurangan Yamaha R25 yang pertama adalah kunci kontaknya minim fitur keamanan. Belum ada pengaman magnet, immobilzer, terlebih keyless. Anak kuncinya masih konvensional.

Padahal motor sport Yamaha di kelas 150cc yang harganya lebih murah, semua sudah dilengkapi fitur kunci kontak bermagnet. Sebut saja R15, Vixion R, MT-15, dan XSR 155. Fungsi fitur tersebut melindungi motor agar tidak mudah dibobol maling.

Kalau pembandingnya Kawasaki Ninja 250 selaku kompetitor, R25 bahkan semakin ketinggalan. Motor milik geng hijau tersebut bahkan tersedia dalam varian dengan fitur keyless.

Fitur keyless menggantikan anak kunci dengan remote dan kenop pintar. Bila mau mengaktifkan mesin, cukup simpan remote di saku, kemudian tekan dan putar kenop. Terakhir, aktifkan mesin dengan pencet tombol starter.

Keyless lebih sulit dibobol maling lantaran menggunakan sinyal unik yang menghubungkan ECU dengan remote pintar. Bila sinyal tersebut tidak cocok, maka motor tidak mungkin bisa diaktifkan. Dengan kata lain, hanya remote bawaan pabrik yang dapat mengaktifkannya.

Oleh karena itu, ada baiknya ketika membeli Yamaha R25, kamu harus memasangkan kunci ganda. Baik itu gembok atau modifikasi dengan alarm. Hal ini dilakukan supaya motor lebih aman dari tangan maling.

Baca juga:

2. Performa Mesin Kalah dari Kompetitor Jadi Kekurangan Yamaha R25

kekurangan yamaha r25
Motor ini kalah jauh dari sisi tenaga dibandingkan CBR250RR dan Ninja 250

Selanjutnya kekurangan Yamaha R25 ada di performa mesin. Jika dibanding kompetitor, kapasitasnya memang sama-sama 250cc, DOHC, dan berpendingin cairan. Hanya saja kalau dilihat tenaga yang dihasilkan di atas kertas, sungguh berbeda.

Celakanya, R25 punya performa paling lemah. Kelemahan ini tampak dari tenaga yang cuma 35,5 hp pada 12.000 rpm. Sementara Honda CBR250RR dan Kawasaki Ninja 250 bisa memuntahkan 38.2 hp pada 12.500 rpm. Ketertinggalan R25, hampir 3 hp dari para rival.

Sementara untuk torsi, R25 memang unggul, namun tidak signifikan. Motor sport garputala mampu menggelontorkan 23,6 Nm pada 10.000 rpm. Bandingkan dengan Honda CBR250RR yang punya torsi 23,3 Nm pada 11.000 rpm dan Kawasaki Ninja 250 mampu mengasilkan 23,5 Nm pada 10.000 rpm.

3. Fitur Modern Minim

fitur r25
Belum ada assist & slipper clutch, apalagi riding mode

Kekurangan Yamaha R25 selanjutnya adalah minim fitur modern. Kuda besi ini cuma punya panel instrumen digital dan lampu LED.

Bandingkan dengan motor 150cc kepunyaan Yamaha, sebut saja R15. Kuda besi itu telah dilengkapi kedua fitur milik R25. Ditambah lagi ada assist & slipper clutch. Fitur tersebut mampu membuat kopling terasa lebih ringan dan mencegah roda selip saat pengendara menurunkan gigi transmisi terlalu cepat.

Kalau pembandingnya Honda CBR250RR, fitur R25 juga kalah modern. Di motor berlogo sayap sudah ada throttle by wire dan riding mode. Fitur yang disebutkan terakhir, bahkan mampu menyesuaikan performa mesin sesuai kebutuhan berkendara.

4. Rangka Bukan Deltabox Merupakan Kekurangan Yamaha R25

rangka yamaha r25
R25 masih menggunakan rangka teralis, bukan seperti R-Series lain yang pakai deltabox

Sebenarnya ini agak aneh, lantaran semua motor sport full fairing Yamaha pakai rangka deltabox. Kamu bisa cek R1, R6, bahkan R15 sekalipun. Cuma R25 yang masih pakai jenis teralis.

Padahal deltabox punya banyak keunggulan, terlebih untuk penggunaan motor sport. Deltabox diklaim lebih stabil saat dipakai bermanuver dalam kecepatan tinggi.

Dari sisi tampilan, rangka detlabox juga membuat motor semakin gagah. Semoga saja generasi terbaru dari R25 nanti, sudah mengikuti rangka khas motor R Series milik pabrikan garpu tala.

5. Harga Bukan yang Termurah

Harga R25 kalah murah dari CBR250RR

Dengan segala kekurangan Yamaha R25, ternyata banderol motor ini bukan yang termurah. Bila melihat laman resmi Yamaha, harga R25 mulai Rp61,665 juta (OTR Jakarta).

Bandingkan dengan harga Honda CBR250RR, cuma Rp61,6 juta (OTR Jakarta). Memang gapnya tidak terlalu jauh. Namun dengan membeli motor sport Honda, kamu sudah mendapat berbagai fitur modern dan performa mesin yang lebih mantap.

Terlebih soal performa, CBR250RR sudah teruji di ajang balap Asia. Motor ini sukses menjadi dua kali juara ARRC AP250 pada 2017 dan 2018. 

Sementara itu, Kawasaki Ninja 250 dijual paling mahal. Harga motor geng hijau mulai Rp64,1 juta (OTR Jakarta). Kuda besi ini juga sukses menjadi juara ARRC AP250 pada 2019.

Tadi merupakan rangkuman kekurangan Yamaha R25. Kami memberitahunya bukan mencegah kamu untuk membeli, namun sebagai bahan pertimbangan. Semoga bermanfaat.

Share this!

Baghendra Lodra

Jurnalis otomotif sejak 2012. Spesialisasinya sebagai reviewer motor dan mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *