by

Penyebab Kopling Mobil Bunyi dan Cara Mengatasinya

Kendala kopling mobil bunyi biasa ditemui para pemilik kendaraan. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kenyamanan ketika berkendara.

Umumnya hal ini disebabkan oleh pemilik kendaraan yang kerap lalai melakukan perawatan. Awal gejala yang biasa dirasakan adalah munculnya suara aneh, ketika pedal kopling diinjak maupun dilepas.

Masalah kopling bunyi ini bisa terjadi pada mobil lama dan juga baru. Jadi tak selamanya masalah tersebut bisa menimpa mobil yang sudah lama.  Contohnya mungkin kamu yang baru membeli Daihatsu Sigra. Meski dalam kondisi anyar, namun bisa saja muncul bunyi-bunyi yang tidak sedap pada bagian kopling.

Apabila masalah kopling mobil bunyi ini tidak segera diatasi, kerusakannya bisa semakin parah. Otomatis jika itu sudah terjadi, biaya perbaikannya akan membengkak.

Penyebab Kopling Mobil Bunyi

Penyebab kopling mobil bunyi
Penyebab dan cara mengatasi kopling mobil bunyi

Dampak paling dirasakan ketika kopling mobil bunyi, dan tidak segera diperbaiki. Pedal kopling akan terasa lebih keras dari biasanya.

Masalah kopling mobil bunyi tersebut biasanya terjadi karena kurangnya pelumasan di bagian penggerak kopling. Penyebabnya bisa disebabkan pelumasan berkurang, bahkan habis dan kering sama sekali.

Selain karena pemakaian kendaraan, pelumas juga dapat berkurang bila kendaraan terlalu sering melewati genangan air.

Cipratan air yang mengenai logam-logam pada sistem kopling yang posisinya berdekatan dengan permukaan jalan. Akibatnya pelumasan pada kopling tidak berfungsi dengan baik.

Suara kopling mobil bunyi itu muncul karena secara teknis memang akan terjadi persinggungan antar logam, ketika pedal kopling bekerja. Kemungkinan itu terlihat dari cara kerja sistem kopling.

Saat pengemudi menginjak pedal kopling, hasil pijakan akan diteruskan menuju garpu pembebas (release fork). Selanjutnya release fork tersebut akan menekan pegas diafragma melalui laher.

Baca juga  Kelebihan dan Kelemahan Kopling Hidrolik di Motor

Untuk dapat menekan pegas diafragma, release fork perlu satu tumpuan sebagai titik tumpu. Persingguan release fork dan tumpuannya tersebut kerap menjadi menjadi sumber suara berdenyit, bila pelumasan di bagian ini kurang.

Cara mengatasi kopling mobil bunyi tersebut bukanlah perkara sulit. Pemilik kendaraan cukup menambahkan pelumasan pada persinggungan dua logam tersebut.

Langkah lain untuk mengatasi kopling mobil bunyi itu juga bisa dengan cara menyemprotkan cairan anti karat di tempat yang sama. Sejatinya masalah ini tidak akan muncul, bila pemilik kendaraan rutin melakukan perawatan.

Mudah bukan mengatasi kopling mobil bunyi? Nah.. selain masalah itu, ada sejumlah kendala lain yang kerap terjadi pada kopling mobil kalian.

Berikut ini Moladin juga akan membeberkan sejumlah masalah yang kerap muncul di kopling kendaraan Anda:

1. Mobil Terasa Tidak Bertenaga

Kampas kopling aus
Kampas kopling aus, bisa menyebabkan kopling mobil bunyi

Mobil terasa kurang bertenaga atau ‘ngempos’ belum tentu disebabkan oleh mesin yang bermasalah. Kopling yang selip atau mengalami kerusakan dapat mengakibatkan sebagian tenaga mobil berkurang.

Alhasil bisa mengakibatkan mobil tidak kuat menanjak, dan akselerasi lebih lambat dari biasanya. Untuk itu jangan pernah sepelekan masalah pada komponen kopling, termasuk kopling mobil bunyi.

Pasalnya, gejala awal kopling mengalami kerusakan biasanya sejalan dengan munculnya bunyi, ketika pedal kopling diinjak. Kondisi itu mengindikasikan kampas kopling habis dan pegas yang lemah.

2. Munculnya Bau Gosong atau Terbakar

Kampas kopling mobil
Ilustrasi kampas kopling mobil

Gejala lainnya yang kerap muncul ketika kampas kopling mulai rusak, selain kopling mobil bunyi adalah munculnya bau tidak sedap yang berasal dari kampas kopling yang bergesekan dengan flywheel.

Baca juga  5 Indikasi Tune Up Mobil Perlu Kamu Lakukan

Gesekan yang terjadi ini membuat temperatur meningkat dan menimbulkan bau terbakar, saat selip. Dalam kondisi normal, biasanya hal ini terjadi ketika di jalan yang menanjak dalam kondisi yang padat atau macet.

Apabila hal ini terjadi juga di jalan yang datar, maka itu merupakan menjadi gejala kerusakan kopling. Jika terus dipaksakan, maka akan membuat kampas tergerus dan cepat habis.

3. Perpindahan Transmisi Terasa Sulit

Transmisi manual mobil
Selain kopling mobil bunyi, jika terjadi masalah perpindahan gigi jadi tidak sempurna

Permasalahan yang biasa terjadi pada komponen kopling lainnya adalah perpindahan gigi yang jadi terasa sulit. Gejala awalnya mungkin bisa terjadi karena kopling mobil bunyi.

Biasanya perpindahan transmisi yang sulit tersebut bisa disebabkan kopling yang mengalami kerusakan. Bila kopling terasa keras dan jarak tekannya pendek, maka transmisi akan sulit dikendalikan karena tenaga mesin belum 100 persen terputus.

Ini juga sebagai pertanda bahwa kondisi kampas yang tipis dan kopling perlu mendapatkan perbaikan.

4. Pada Kecepatan Rendah, Namun Kondisi RPM Tinggi

MID Mitsubishi Xpander
MID menunjukkan RPM tinggi

Kopling mobil yang sudah sangat lemah, bisa mempengaruhi banyak hal, seperti kopling mobil bunyi dan lainnya. Selain itu, kopling juga akan terasa sulit menghubungkan tenaga mesin ke transmisi dengan sempurna.

Akibatnya, ketika mesin dihidupkan, lalu gigi persneling dimasukkan dan kopling dilepas, mobil tidak segera berjalan. Mesin mobil hanya terdengar meraung dan tidak diimbangi dengan peningkatan kecepatan.

Hal ini bisa mengakibatkan topspeed mobil yang lebih rendah dari biasanya. Bila gejala ini muncul beriringan dengan gejala-gejala di atas, maka bisa dipastikan bahwa kampas menipis dan kemungkinan ada kerusakan pada kopling.

Baca juga  Cara Memperbaiki Kopling Ganda Motor, Tidak Sulit!

5. Pedal Kopling Mengeluarkan Getaran, dan Terasa Berat Saat Diinjak

Masalah kopling mobil
Tak sebatas kopling mobil bunyi, ada sejumlah tanda-tanda kerusakan lainnya

Tanda-tanda lainnya kopling mulai bermasalah dan perlu untuk dilakukan pergantian, selain kopling mobil bunyi adalah munculnya getaran kuat pada pedal dan diiringi suara laher ketika diinjak.

Masalah ini bisa terjadi karena dreklaher atau releasebearing mulai rusak. Cara mengatasinya tentu kamu pelru melakukan pergantian komponen dengan yang baru.

Jika kopling terasa berat, hal ini bisa disebabkan oleh kampas yang lengket dengan roda. Pegas pengembali terlalu keras, atau kabel kopling kotor.

Jadi apabila pedal terasa berat dari biasanya, alangkah baiknya kamu segera periksa untuk memastikan ada tidaknya kerusakan pada sistem penggerak kopling.

Dengan sejumlah tanda-tanda gejala di atas, biasa dipastikan bahwa masalah pada komponen kopling tidak selalu disebabkan oleh kampas atau plat kopling saja.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu lebih mengenali kondisi mobil secara tepat. Tujuannya tentu tak lepas dari kenyamanan dan keamanan berkendara.

Kalau memang diperlukan perbaikan, biayanya cukup bervariasi tergantung merek dan jenis mobil. Berdasarkan penelusuran Moladin, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp 2 jutaan untuk perbaikan kopling.

Perbaikan tersebut meliputi pergantian disc, cover, release bearing, dan kabel-kabel yang mungkin mengalami kerusakan.

Semoga informasi mengenai kopling mobil bunyi, serta tanda-tanda kopling mengalami kerusakan di atas dapat bermanfaat untuk kalian.

Baca juga:

Terbaru