Pengertian Adaptive Cruise Control di Mobil

by Firdaus Ali
mobil dengan adaptive cruise control

Mobil dengan adaptive cruise control kini banyak ditemukan di pasar otomotif Indonesia. Apa bedanya dengan fitur cruise control biasa dan apakah membuat pengemudi lebih nyaman?

Pengertian adaptive cruise control adalah fitur yang bisa menyesuaikan kecepatan mobil kamu dengan mobil di depan. Kalau mobil depan melambat, maka mobil kamu ikut melakukan deselerasi. Sebaliknya jika mobil depan berakselerasi, mobil kamu pun menambah kecepatan.

Fitur ini juga mampu menyesuaikan jarak dengan mobil di depan. Jadi tersedia jarak aman, agar tidak terjadi tabrakan saat adaptive cruise control aktif.

Kehadiran adaptive cruise control di mobil, membuat pengemudi lebih rileks. Utamanya tidak perlu lagi menginjak pedal gas dan rem, dalam batas kecepatan tertentu. Istimewa bukan? 

Beberapa mobil yang sudah mengadopsi teknologi cruise control pintar ini antara lain Hyundai Ioniq 5, Honda BR-V Gen 2, Toyota Raize, dan lain-lain.

Hanya saja yang perlu diingat, umumnya adaptive cruise control di mobil merupakan teknologi keselamatan, bukan semi autonomous. Jadi sebaiknya, tetap waspada ketika mengaktifkannya. Bukan berarti kamu bisa menyerahkan sepenuhnya kendali gas dan rem pada komputer.

Cara Kerja Adaptive Cruise Control

adaptive cruise control di mobil

Simulasi cara kerja adaptive cruise control

Sistem adaptive cruise control di mobil, bekerja dan diatur oleh radar dan atau kamera yang dipasang pada sisi depan mobil. Piranti tersebut berfungsi untuk mendeteksi jarak mobil kamu dengan mobil yang ada di depan, sehingga bisa menentukan kecepatan di mobil kamu.

Lalu, bagaimana cara mengoperasikan Adaptive Cruise Control? Tombol untuk pengaturan adaptive cruise control umumnya berada pada roda kemudi alias setir. Aktifkan fitur adaptive cruise control dengan cara menekan tombol set. Kalau sudah aktif, umumnya akan timbul logo speedometer dengan panah di atasnya pada panel instrumen.

Di beberapa kendaraan, sistem ini hanya aktif pada kecepatan tertentu. Umumnya minimal di kecepatan 40 km/jam sampai dengan batas maksimal kecepatan tertentu, tergantung merek dan jenis mobilnya. apabila kendaraan melaju diluar batas kecepatan tersebut, maka adaptive cruise control tidak akan aktif.

Pengemudi bisa mengatur kecepatan maksimal yang diperbolehkan dengan menekan tombol +/- di roda kemudi. Misalnya mengatur kecepatan di 80 km/jam dan kendaraan yang ada di depan melaju pada kecepatan 100 km/jam. Maka kecepatan mobil kamu yang mengaktifkan ACC akan tetap tertahan di kecepatan 80 km/jam.

Kemudian, jika mobil di depan mengurangi kecepatannya hingga 50 km/jam, maka kecepatan mobil kamu juga otomatis mengurangi kecepatannya hingga 50 km/jam. Atau pun ketika mobil depan berpindah jalur, maka mobil kamu akan kembali ke kecepatan awal yang sudah di set yaitu 80 Km/jam.

Ada pula adaptive cruise control yang dilengkapi low speed follow. Artinya mobil kamu bahkan bisa mengikuti kecepatan mobil di depan sampai dengan posisi diam. Begitu kendaraan di depan melaju lagi, otomatis mobil kamu juga ikut melaju. Menarik bukan?

Oh ya, fitur adaptive cruise control di mobil akan otomatis tidak beroperasi apabila pengemudi menginjak pedal rem. Selain itu, kondisi tertentu juga mengakibatkan teknologi ini tidak berfungsi atau bahaya bila diaktifkan. Misalnya saat hujan deras atau pun berkabut serta kondisi kamera dan radar yang tertutup kotoran atau benda asing.

Oleh sebab itu, fitur ini sebaiknya tidak digunakan pada jalanan yang berliku, turunan apalagi saat jalanan macet. Sedangkan di negara empat musim, cruise control tidak boleh diaktifkan saat jalanan bersalju karena mobil beresiko selip dan kehilangan traksi.

Kelemahan Adaptive Cruise Control

adaptive cruise control di mobil

Adaptive cruise control tidak akan bekerja optimal jike melewati perubahan cahaya gelap dan terang yang berulang

Seperti diketahui, mobil dengan adaptive cruise control bergantung pada kamera, radar/laser, atau kamera Dan seperti hampir semua objek buatan manusia lainnya, ada batasan dalam penerapan teknologi adaptive cruise control di mobil. Berikut beberapa kelemahannya:

  • Melewati terowongan secara berulang

Sistem adaptive cruise control di mobil, kemungkinan tidak dapat membaca situasi ketika mobil harus melewati kondisi terang ke gelap secara berulang. Perubahan intensitas cahaya atau kecerahan secara tiba-tiba itu menjadi sebuah masalah.

Kamera membutuhkan waktu untuk menyesuaikan fiturnya dengan kondisi pencahayaan baru. Dan ini mempengaruhi nilai akurat dan fungsi dari sistem adaptive cruise control tersebut.

  • Hujan deras dan berkabut

Saat kondisi hujan deras dan berkabut, sistem kamera fitur adaptive cruise control di mobil juga bekerja tidak optimal atau kurang akurat. Jadi, saat kondisi seperti itu baiknya tidak menggunakan adaptive cruise control.

  • Jalan berkelok dan naik turun

Seperti sudah diinformasikan sebelumnya bahwa fitur adaptive cruise control akan non aktif saat pedal gas atau pedal rem diinjak atau mengoperasikan setir untuk berbelok.

“Fitur adaptive cruise control itu hanya bekerja optimal di jalan yang lurus dan tidak terlalu macet, serta cuaca cerah alias tidak hujan lebat dan berkabut. Jadi kalau jalanan naik turun atau sedang hujan lebat baiknya fitur ini tidak diaktifkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Ahmadin, salah satu Mekanik bengkel transmisi dibilangan Cirendeu. (27/4/2022).

Beberapa Mobil Dengan Adaptive Cruise Control

kelebihan hyundai ioniq 5

Hyundai Ioniq 5 punya fitur adaptive cruise control

Di Indonesia sudah ada beberapa mobil yang sudah mengadopsi fitur adaptive cruise control. Di antaranya adalah:

  1. Honda BR-V Prestige with Honda Sensing
  2. Mitsubishi Pajer Sport Dakar
  3. Wuling Almaz RS
  4. MG HS i-Smart
  5. Honda CR-V Turbo Prestige
  6. Toyota Raize GR CVT TSS
  7. Hyundai Ioniq 5

Moladiners, itulah ulasan mengenai mobil dengan adaptive cruise control. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika