oleh

Beda Aki Kering dan Aki Basah, Mana Aki yang Terbaik?

Buat para pecinta otomotif, kamu harus tahu perbedaan aki kering dan aki basah. Pasalnya hal ini sangat penting ketika melakukan pemilihan aki untuk kendaraan. Salah-salah, bukan tidak mungkin justru jadi repot ke depannya.

Sebenarnya dari sisi kegunaan, aki kering mau pun basah tidak ada beda. Aki atau accu memiliki fungsi seabagai sumber tenaga untuk menyuplai listrik ke berbagai komponen kendaraan. Kalau aki bermasalah, efeknya bisa membuat mobil dan motor tercinta mogok.

Lalu kalau punya fungsi sama, apa yang membedakan aki kering dan aki basah? Aki jenis apa yang sebaiknya dibeli? Untuk jawabannya, simak bahasan berikut:

Apa Beda Aki Kering dan Aki Basah?

aki mobil
Sebelum beli, pastikan dulu kamu tahu perbedaan aki kering dan aki basah

Bicara soal beda kedua jenis aki ini, bisa dilihat dari bentuk fisiknya. Kalau aki basah cenderung berwarna bening pada kovernya, sementara aki kering umumnya memiliki kover warna solid seperti hitam, kuning, dan hijau.

Aki basah juga punya harga lebih murah. Hanya saja memang perlu ada perawatan. Sementara aki kering punya banderol lebih mahal, namun sangat minim perawatan, bahkan bisa dikatakan tidak ada perawatan.

1. Bentuk Fisik Aki Berbeda

aki kering dan basah
Contoh aki basah di sebelah kiri, sebelah kanan aki kering

Perbedaan aki kering dan basah yang pertama, kamu bisa lihat dari bentuk fisiknya. Aki kering biasanya memiliki kover berwarna gelap. Bisa kuning, hitam, biru, dan lain-lain. Kemudian di bagian atasnya tampak tertutup.

Meski namanya aki kering, bukan berarti di dalamnya tidak ada cairan elektrolit. Bedanya cairan itu tidak perlu diisi ulang oleh pemilik kendaraan. Beberapa produk aki kering juga ada yang menggunakan gel.

Sementara aki basah umumnya menggunakan kover berwarna putih agak transparan. Hal ini dimaksud agar pemilik kendaraan bisa memantau tingkat ketinggian air aki di dalamnya. Kalau sudah di bawah batas, maka cairan elektrolitnya harus diisi ulang melalui lubang yang berada di bagian atas aki.

Baca juga  Telapak Ban Mobil Cepat Aus? Lakukan 6 Trik Ini Supaya Awet

2. Perawatan Aki Kering Lebih Mudah

perbedaan aki kering dan basah
Cara perawatan aki kering cenderung lebih mudah dibandingkan dengan aki basah

Kemudian yang juga jadi perbedaan aki kering dan basah yaitu soal perawatan. Aki kering unggul karena dikategorikan sebagai komponen maintenance free (MF) atau tidak perlu banyak perhatian dari pemilik kendaraan.

Beda dengan aki basah yang setiap bulan perlu dicek kondisinya. Harus kamu paham, bahwa cairan elektrolit di aki basah bakal menguap seiring waktu. Jadi secara berkala, kekurangan cairan pasti terjadi. Oleh karenanya, kamu wajib isi ulang.

Dalam melakukan isi ulang aki basah, dibutuhkan air aki dengan kemasan berwarna biru. Ingat, bukan yang merah! Pasalnya kandungannya berbeda. Air aki dari botol merah atau aki zuur lebih bermanfaat untuk pengisian aki pada pertama kali beli dari toko.

Kemudian yang juga perlu kamu tahu, sebenarnya bukan cuma aki basah saja yang butuh perawatan. Aki kering juga perlu dirawat, walau memang tidak serumit aki basah. Perawatan aki dimaksud untuk memperpanjang umurnya. Bila dirawat dengan baik maka aki bisa berusia 2-3 tahun.

3. Harga Aki Basah Lebih Murah

air aki
Aki basah harganya lebih murah, tapi perlu perawatan ekstra.

Perbedaan aki kering dan basah yang terakhir adalah harga. Dengan perawatan yang minim wajar kalau aki kering dijual lebih mahal oleh produsen. Ambil contoh untuk aki kering untuk Toyota Avanza merek GS dijual Rp 750 ribuan. Sementara untuk aki basahnya Rp 750 ribuan.

Inilah salah satu keunggulan aki basah harganya terjangkau. Oleh karenanya sampai sekarang, tidak ditinggalkan. Di samping itu, bila aki basah tekor masih ada kemungkinan untuk diperbaiki dengan mengecas ulang dayanya. Sementara aki kering kalau sudah tekor, harus diganti pakai aki baru.

Baca juga  Biaya Perbaikan Bodi Mobil Penyok, Semahal Apa?

Aki Mana yang Lebih Awet? Aki Kering atau Basah?

aki kering dan aki basah - umur aki
Aki kering punya kelebihan minim perawatan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, aki kering dan basah umumnya punya usia pakai serupa sekitar 2-3 tahun. Tidak ada perbedaan umur kedua komponen ini. Hanya saja dengan catatan, kamu harus merawatnya.

Perawatan aki basah misalnya dengan selalu mengisi air aki secara berkala. Kalau di aki kering tidak perlu demikian, cukup memanaskan mobil setiap seminggu dua kali kalau jarang dipakai. Tidak pula gunakan aksesori elektronik yang berlebihan seperti lampu strobo serta lampu tambahan dalam jumlah banyak, dan lain-lain.

Jika kamu tidak merawat aki, maka dipastikan usia pakainya bisa lebih sedikit lagi. Bukan tidak mungkin, aki sudah tekor atau soak ketika usianya baru satu tahun.

Cara Merawat Aki Kering dan Aki Basah

aki kering dan basah - cara merawat aki
Cara merawat aki basah lebih rumit, karena perlu isi ulang air aki secara berkala

Kalau kamu masih bingung cara merawat aki kering dan aki basah, berikut merupakan bahasan detailnya. Satu yang jelas, tidak sulit kalau kamu mau melakukan perawatan aki.

Hanya perlu mengaktifkan mesin mobil atau motor secara berkala. Jangan sampai dalam posisi aki terpasang, kendaraan justru diam terlalu lama di garasi sampai berbulan-bulan. Hal ini bisa membuat tegangan aki habis atau tekor, karena terpakai untuk komponen seperti alarm, jam, dan lain-lain.

Dengan mengaktifkan mesin, tegangan aki bakal terisi ulang secara otomatis. Umumnya cukup panaskan mobil satu minggu dua kali, agar tegangan aki optimal selalu.

Selanjutnya, kamu perlu perhatikan terminal aki. Kalau terdapat kotoran dan jamur, maka segera bersihkan supaya arus listrik tidak terganggu. Cara membersihkannya cukup dengan siram pakai air panas kemudian sikat sampai bersih.

Baca juga  5 Penyebab Rantai Motor Berisik dan Cara Mengatasinya

Merawat aki kering dan basah juga bisa dengan cara tidak menggunakan aksesori elektronik terlalu banyak di mobil atau motor. Ambil contoh jangan pakai lampu storobo, lampu kabut tambahan, dan lain-lain. Kalau tidak disesuaikan dengan tegangan aki kendaraan, pastinya bisa membuat aki jadi lebih cepat mati.

Kalau kamu pakai aki kering, cara-cara di atas sudah cukup untuk merawat. Hanya saja kalau yang dipakai adalah aki basah, maka ada cara perawatan ekstra yaitu isi ulang air aki.

Biasanya hal ini dilakukan setiap satu bulan sekali. Sebelumnya, perlu dilakukan pengecekan dulu di kover aki, apakah air aki sudah berkurang karena menguap atau belum? Kalau ada di batas minimum, maka perlu segera tambahkan sampai posisinya normal. Dalam melakukan isi ulang aki basah, dibutuhkan air aki dengan kemasan berwarna biru.

Setelah mengetahui perbedaan aki kering dan aki basah, mana yang lebih tertarik untuk kamu beli? Pastinya kalau punya bujet lebih serta tidak mau ribet, aki kering merupakan pilihan pas. Hanya saja kalau bujet kamu terbatas dan tidak masalah dengan proses isi air aki, aki basah cocok buat kamu.

Apapun yang dipilih, pastikan kamu tetap melakukan perawatan aki secara berkala. Pasalnya hal ini sungguh penting untuk memperpanjang usia aki.  Biasanya aki kering dan basah usia pakainya sampai 2 tahun. Kalau tidak dirawat, satu tahun saja sudah jebol dan harus diganti. Tidak mau kan? 

Untuk informasi lain soal dunia otomotif, pantau terus Moladin!

Terbaru