Royal Alloy TG300S, Calon Rival Vespa GTS 300 di Indonesia

Spesifikasi Royal Alloy TG300S – Merek motor bergaya retro, Royal Alloy sepertinya tidak setengah hati main di pasar Indonesia. Produk pertama yang mereka luncurkan adalah GP200S pada April 2020.

Kehadiran GP200S dianggap mendapat sambutan cukup baik. Total sampai dengan Mei, sudah ada 17 motor yang dikirim ke konsumen. Padahal dari sisi harga, tidak bisa dikatakan murah. Royal Alloy GP200S dijual Rp95 juta (OTR Jakarta).

“Setelah melihat kemauan konsumen, mereka menginginkan performa yang lebih mantap. Jadi kita juga berencana mendatangkan produk baru lagi, kapasitasnya 300cc,” kata Marketing Consultant PT Motolife, Agus Priyanto saat dihubungi Moladin via telepon.

Dia memang tidak merinci spesifikasi lengkapnya. Kalau melihat di Thailand Moto Expo 2019, Royal Alloy dengan mesin 300cc kemungkinan besar adalah TG300S. Bila benar hadir di Indonesia, maka motor tersebut bakal jadi penantang kuat untuk Vespa GTS Super Tech 300.

Ingin tahu spesifikasi lengkap Royal Alloy TG300S? Kapan skuter bongsor bergaya retro ini bakal meluncur? Kira-kira berapa harganya?

Untuk jawabannya, simak bahasan berikut sampai habis:

Desain Elegan, Tidak Terlalu Bongsor

spesifikasi royal alloy tg300s
Ciri khasnya pakai lampu bulat dan sepatbor depan besar

Spesifikasi desain Royal Alloy TG300S begitu elegan. Dimensi panjangnya 1.870 mm, lebar 620 mm, dan tinggi 1.150 mm. Kalau melihat Vespa GTS 300, bodi skuter Royal Alloy sedikit lebih kecil.

Ciri khas TG300S ada di sepatbor depan lebar. Kemudian bodinya minim sudut, bila dibandingkan GP200S. Perbedaan lain, lampu depan pakai gaya bulat.

Untuk lampu sein, letaknya di bawah tuas rem depan alias terpisah dari setang. Kemudian lampu sein belakang menempel di bodi samping.

Terkait jok, desiannya terpisah antara pengemudi dan pembonceng. Hal ini persis di GP200S. Royal Alloy menyebutnya sebagai king and queen seat.

Kemudian tersedia pula kompartemen depan yang tertutup. Di dalamnya, kamu bisa meletakkan berbagai barang. Lalu di bawah jok, juga terdapat bagasi untuk meletakkan helm half face.

Soal ukuran roda, pakai 110/70-12 inci di depan dan 120/70-12 inci di belakang. Ukuran roda ini lebih kecil satu tingkat dari Vespa GTS 300.

Tabel Spesifikasi Dimensi Royal Alloy TG300S

PXLXT

1.870 x 620 x 1.150 mm

Tinggi Jok

770 mm

Tangki Bensin

10,5 liter

Bobot

142 Kg

Ukuran Ban

110/70-12 inci dan 120/70-12 inci

Baca juga:

Spesifikasi Mesin Royal Alloy TG300S

mesin royal alloy tg300s
Kapasitasnya 300cc dan dilengkapi pendingin cairan

Bila melihat spesifikasi mesin Royal Alloy TG300S, rasanya cukup untuk melawan Vespa GTS 300. Di atas kertas, motor produksi Thailand ini dibekali kapasitas murni 278cc. Konfigurasi mesinnya satu silinder, pendingin cairan, 4V, dan SOHC.

Jantung mekanis tersebut bisa mengeluarkan torsi puncak 23 Nm pada 5.000 rpm. Sementara untuk tenaga maksimalnya 21,45 hp pada 7.250 rpm.

Performa ini memang tidak sehebat Vespa GTS 300. Skuter flagship dari Vespa, bisa memuntahkan torsi 26 Nm pada 5.250 rpm dan tenaga 23,46 hp pada 8.250 rpm.

Di atas kertas, TG300S memang kalah. Meski demikian, harus dicoba uji jalan dulu supaya mendapat hasil yang tepat. Pasalnya dari sisi bodi, TG300S juga lebih kecil dan ringan dibanding Vespa GTS 300.

Skuter retro Royal Alloy punya bobot 142 Kg. Sementara produk Vespa mencapai 148 Kg. Gapnya lebih dari 5 Kg.

Kelebihan lain dari TG300S, punya kapasitas tangki bahan bakar luas mencapai 10,5 liter. Kapasitasnya bahkan lebih besar dari tangki GTS 300 yang cuma 8,5 liter.

Tabel Spesifikasi Mesin Royal Alloy TG300S

Mesin

1 Silinder, 4V, 4T, 278cc, Pendingin Cairan

Rasio Kompresi

11.0 : 1

Torsi Puncak

23 Nm/5.000 rpm

Tenaga Maksimal

21,45 hp/7.250 rpm

Sistem Penyemprotan Bahan Bakar

Magenti Marelli EFI

Fitur Modern dengan Layar TFT

royal alloy tg300s layar tft
Sudah tersedia panel instrumen dengan layar TFT yang bisa terkoneksi smartphone

Spesifikasi fitur Royal Alloy TG300S, tidak kalah modern dibanding Vespa GTS Super Tech 300. Lihat saja panel instrumennya yang sudah pakai layar TFT.

Di samping tampilannya jadi lebih modern, layar TFT juga dapat memberi berbagai informasi. Sebut saja tanggal, jam, kecepatan, konsumsi bahan bakar, suhu, tegangan aki, putaran mesin, dan lain-lain.

Panel instrumen ini pun mampu terhubung dengan smartphone. Fitur yang cukup menarik bukan? Persis dengan yang dipunya oleh Vespa GTS Super Tech 300.

Lalu untuk sistem pencahayaan sudah full LED. Kehadiran LED mampu membuat daya baterai yang dipakai lebih sedikit. Meski demikian, soal visibilitas berkendara diklaim lebih baik terutama saat malam hari.

Dalam hal keselamatan, Royal Alloy TG300S pakai rem cakram di kedua roda. Ada pula fitur anti-lock braking system (ABS) dari Bosch. Fungsi ABS untuk mencegah roda terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak. Dengan demikian, pengendara masih bisa menghindar dari potensi kecelakaan.

Fitur lain adalah charger smartphone di kompartemen depan. Hal ini persis dengan yang dipunya GP200S.

Berapa Harga Royal Alloy TG300S?

Di kompartemen depan tersedia power charger untuk mengisi daya smartphone saat berkendara

Meski sudah tampil di Thailand Motor Expo 2019, Royal Alloy TG300S sesungguhnya belum benar-benar dijual di Negeri Gajah Putih. Skuter retro tersebut masih dalam tahap produksi. Memang ada beberapa dealer yang membuka pemesanan, namun tidak banyak.

TG300S bakal dijual resmi pada pertengahan 2020 di Thailand. Lalu kapan masuk Indonesia? Kemungkinan besar setelah itu. PT Motolife selaku distributor resmi Royal Alloy, belum bisa mengungkapkan waktu tepat TG300S bisa sampai ke Tanah Air.

Berapa harga Royal Alloy TG300S? “Dari sisi harga, pasti lebih mahal (dari GP200S),” kata Agus.

Jika melihat GP200S yang dijual Rp95 juta. Kemudian menilik banderol Vespa GTS Super Tech 300 mencapai Rp152 jutaan. Maka seharusnya harga Royal Alloy TG300S ada di antaranya. Setidaknya itu pilihan terbaik bila mau bersaing melawan Vespa.

Kalau sampai dijual lebih mahal, kenapa tidak pilih GTS 300 saja?

Share this!

Baghendra Lodra

Jurnalis otomotif sejak 2012. Spesialisasinya sebagai reviewer motor dan mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *