Selasa, Februari 27, 2024
Banner-Wuling-EV-Blog

Wajib Tahu Sebelum Beli, 3 Kelebihan Utama Mitsubishi XForce Dibandingkan Rival-Rivalnya!

by Ivan
3 kelebihan utama Mitsubishi XForce dari para rival

Semenjak seremoni launching Mitsubishi XForce, di ajang GIIAS Agustus 2023 silam, banyak pihak skeptis mengenai harga yang ditawarkan. Kelengkapan fitur mobil ini disebut agak tertinggal dibandingkan rival di kelasnya. Sebut saja Adaptive Cruise Control, hingga Panoramic Roof harus absen di Mitsubishi XForce.

Namun, keputusan untuk membeli mobil seperti meminang Mitsubishi XForce tidak sepenuhnya ditentukan hanya oleh kelengkapan fitur semata.

Ada banyak aspek yang wajib menjadi pertimbangan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Seperti halnya saat membeli buku, harga dan sampul menjadi penting untuk menarik calon pembeli di tahap awal, tapi kemudian isi dari buku adalah bagian vital untuk mendapatkan ‘nilai’ yang sesuai dengan pembaca.

Kami juga beranggapan serupa dengan kebanyakan orang saat Mitsubishi XForce pertama kali diluncurkan. Namun, ‘isi’ dari mobil ini ternyata cukup banyak mengubah pandangan kami, setelah merasakan perjalanan selama 3 hari bersama Mitsubishi XForce. Setidaknya kami menemukan 3 kelebihan utama Mitsubishi XForce yang lebih menonjol dibandingkan dengan rival-rivalnya.

Efisiensi Bahan Bakar

Efisiensi bahan bakar XForce bisa diandalkan

Efisiensi bahan bakar XForce bisa diandalkan

Sebelum Anda protes dan mengingatkan ada mobil lain di kelas Compact SUV lain yang bisa lebih irit, mari kita kerucutkan dulu pemetaan perbandingannya. Perlu diingat Mitsubishi XForce hanya tersedia 1 pilihan mesin saja saat ini.

Yakni 1.500 cc dengan transmisi CVT tanpa bantuan pemampatan udara seperti turbo, yang seluruhnya berbasis dari Mitsubishi Xpander. Sementara rival sekelasnya sudah dibekali pilihan mesin Hybrid. Namun, untuk perbandingan dengan kubikasi  dan teknologi yang sama, Mitsubishi XForce bisa dikatakan cukup efisien.

Baca juga  Kelebihan Sistem Audio Mitsubishi XForce, Akustik Hasil Racikan Yamaha

Pengujian ini kami lakukan saat melintasi jalan tol Semarang-Solo, untuk mendapatkan kecepatan rata-rata 99 km/jam sejauh 38,6 km.

Hasilnya cukup impresif, angka 25,6 km/liter sangat mudah didapat dengan cara mengemudi halus ala Eco Driving. Kami juga menguji efisiensinya di rute perkotaan saat menempuh perjalanan dari kota Solo menuju Yogyakarta.

Efiseinsi BBM XForce melaju di rute dalam kota impresif

Efiseinsi BBM XForce melaju di rute dalam kota impresif

Melewati banyak kondisi merayap dan stop and go selama perjalanan, kaki kami membuahkan hasil 15,6 km/liter dengan kecepatan rata-rata 27 km/jam setelah menempuh jarak total 67,2 km.

Hasil ini kami dapatkan menggunakan mode berkendara Normal yang juga menjadi pembahasan di poin berikutnya. Ini menjadi sinyal positif, bahkan lebih baik dari saudaranya, Mitsubishi Xpander, yang menjadi basis XForce. Salah satu alasan teknisnya berkat bobot mobil yang lebih ringan.

Dengan dimensi yang lebih pendek, tentu Mitubishi Xforce terasa lebih mudah menambah maupun menjaga kecepatan dan momentum untuk berjalan. Selain itu, transmisinya juga mendapat pengaturan yang berbeda guna menyesuaikan karakternya sebagai sebuah SUV.

Mode Berkendara Unik

Mitsubishi XForce dibekali 4 mode berkendara yang berbeda. Normal, Wet, Gravel, dan Mud

Mitsubishi XForce dibekali 4 mode berkendara yang berbeda. Normal, Wet, Gravel, dan Mud

Kami punya alasan yang kuat untuk menyebutnya ‘unik’. Normalnya mobil sekelas Compact SUV akan dilengkapi dengan mode berkendara Normal, Eco, dan Sport.

Baca juga  Bantingan Suspensi Mitsubishi XForce Empuk atau Keras? Ini Hasil Test Drive-nya

Tiga mode berkendara ini didaulat untuk mengatur respon mesin dan transmisi, bekerja membatasi atau memaksimalkan tenaga mesin sesuai kebutuhan pengemudinya. Sementara Mitsubishi XForce dibekali 4 mode berkendara yang berbeda. Normal, Wet, Gravel, dan Mud.

Fungsi utama mode berkendara ini bukan untuk melintasi jalur off road ekstrim yang membutuhkan penggerak 4 roda. Fitur ini mengatur keluaran tenaga melalui Electronic Control Unit (ECU) yang membatasi sistem kerja kontrol traksi.

Berangkat dari filosofinya untuk memudahkan pengemudi melewati jalan yang berpotesi bahaya. Sebagai contoh mudah, jika Anda mengaktifkan mode Wet, kontrol traksi akan bekerja lebih banyak untuk mencegah ban kehilangan cengkraman.

Namun, berbeda jika Anda menyalakan mode Gravel. Sistem komputernya justru akan mengurangi kerja kontrol traksi, sehingga roda memiliki keleluasaan lebih untuk berputar, yang membantu mobil berjalan di atas kerikil dengan effortless. Perlu dicatat, tidak ada mode Eco maupun Sport.

Bantingan Suspensi Keras

Bantingan suspensi Mitsubishi XForce memang tergolong keras

Bantingan suspensi Mitsubishi XForce memang tergolong keras

Kami tidak typo atau salah sebut untuk yang satu ini. Bantingan suspensi Mitsubishi XForce memang tergolong keras. Tapi, hal ini justru menjadi nilai tambah istimewanya.

Kami berusaha ‘mencerna’ rasa dari ayunan suspensinya sejak awal keberangkatan. Melewati beberapa susunan speedtrap di area bandara Semarang, terasa cukup keras dan seperti tidak punya kompromi meskipun ketebalan joknya cukup meredam getaran dengan baik.

Baca juga  Fitur AC NanoeX Mitsubishi Xforce Bisa Cegah Polusi Udara di Kabin!

Tak lama penilaian kami berubah sejak memasuki jalan tol dan melaju dengan kecepatan tinggi. Ternyata setup suspensi keras ini justru berbuah manis saat melewati ‘keritingnya’ permukaan jalan tol dari Semarang menuju Solo.

Pengendalian mobil tetap terasa stabil saat menyentuh kecepatan di atas 100 km/jam. Guncangan-guncangan kecil tidak lagi terlalu terasa, dan kakunya kaki-kaki ini efektif mengurangi body roll saat menikung meski ground clearancenya mencapai 222 mm.

Selain itu, kecekatan dan stabilnya manuver mobil ini juga didukung dengan rasio gir rack steering yang lebih rapat. Sehingga lingkar kemudinya lebih akurat dan tetap menjaga radius putarnya agar tetap kecil.

Jangan mengira lingkar kemudinya akan terasa berat dengan akurasi ini. Ringan, sangat ringan hanya butuh satu jari untuk manuver di perkotaan, bahkan jika dibandingkan dengan Xpander. Seperti halnya teknologi Electric Power Steering (EPS) di pabrikan lain, ia akan memberat bertahap seiring dengan bertambahnya kecepatan.

Mengingat Mitsubishi Indonesia akan segera menghadirkan Xpander Hybrid di tahun depan. Tidak salah jika kami berharap Mitsubishi XForce juga mendapat asupan teknologi mesin yang serupa. Setidaknya dengan modal tambahan mesin hybrid, dapat membantu persaingan Mitsubishi XForce di kelas Compact SUV yang semakin ramai dan mengoptimalkan efisiensi bahan bakarnya.

Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika