Minggu, September 25, 2022

Ketahui Batas Kecepatan di Jalan Tol, Ngebut Ada Sanksinya!

by Tigor Sihombing
Batas Kecepatan di Jalan Tol

Berapa sih batas kecepatan di jalan tol, agar kendaraan bisa melaju dengan aman dan nyaman? Mengetahui hal ini penting, utamanya untuk keselamatan ketika berkendara. Di samping itu, juga bisa membuat kamu terhindar dari tilang. 

Umumnya, orang yang berkendara lewat jalan tol pasti ingin melaju cepat. Maklum, aspal yang mulus serta jalanan lengang tentu membuat kaki ingin injak gas terus. Bahkan, sering kali melesat di atas 100 Km/jam. Pertanyaannya bolehkah berkendara secepat itu di jalan tol? Jawabannya tidak.

Pasalnya ada batas kecepatan di jalan tol yang sudah diatur lewat Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 Tentang jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4. hal ini diperkuat Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4 pada pasal 23 ayat 4. Di sana disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan tol yaitu 60 – 100 km/jam.

Kamu sebenarnya juga bisa lihat dari rambu-rambu yang terpasang di sepanjang ruas jalan tol kalau mau mengetahui batas kecepatan untuk mobil. Nah menariknya bukan cuma batas atas yang diatur, melainkan juga batas bawah. Jadi, kamu tidak boleh berkendara lebih lambat dari 60 Km/jam di jalan tol, kecuali memang sedang macet.

“Tujuan aturan kecepatan batas berkendara di Jalan Tol agar terus menjaga kendaraan tetap fokus dan mengetahui batas kecepatan maksimal saat mengendarai mobil untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan, terutama di beberapa titik yang rawan kecelakaan,” seperti dikutip dari laman Badan Pengatur Jalan Tol.

Baca juga  Presiden Joko Widodo Resmikan Jalan Tol Kunciran ke Cinere

Kecepatan Mobil di Tol Dalam Kota dan Luar Kota Berbeda

Tarif Tol Trans Jawa 2020

Mobil boleh melaju hingga kecepatan 100 Km/jam di tol luar kota, kalau di dalam kota maksimal 80 Km/jam

Hal yang perlu kamu ketahui selanjutnya, tidak semua jalan tol mematok kecepatan maksimal saat berkendara secara serupa. Kecepatan maksimal 100 km/jam itu berlaku ketika kamu berkendara di tol luar kota. Di mana batas atasnya adalah 100 km/jam, sementara batas bawahnya 60 km/jam.

Beda lagi batas kecepatan di jalan tol dalam kota, kamu harus berkendara lebih lambat. Pasalnya batas kecepatan maksimalnya cuma 80 km/jam. Lalu untuk batas bawahnya sama yaitu 60 km/jam dan maksimal 100 Km/Jam.

Dengan mengetahui batas kecepatan yang legal, harusnya membuat kamu lebih waspada ketika berada di jalan tol. Melanggar batas kecepatan, selain ada sanksinya tentu ada resiko kecelakaan yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain di jalan. 

Mengutip laman resmi Bada Pengawas Jalan Tol – PUPR, setiap orang yang berkendara di Jalan Tol, harus mengikuti aturan berkendara yang telah ditentukan. Tujuannya supaya tiap pengendara fokus dan menjaga agar tidak terjadi kecelakaan, terutama di beberapa titik yang rawan kecelakaan di jalan tol.

Sanksi Jika Melanggar Batas Kecepatan di Jalan Tol

Batas Kecepatan di Jalan Tol

Menjaga batas kecepatan di jalan tol penting dilakukan.

Menjaga batas kecepatan di jalan tol penting untuk dilakukan. Karena jika dilanggar akan ada sanksi yang menunggu. Apa lagi saat ini penerapan sanksi tilang sudah dilakukan secara elektronik, jadi lebih mudah deh tuh mobil kamu diditeksi kesalahannya melalui kamera ETLE.

Baca juga  Siap-Siap, Tarif Tol di Jakarta Bakal Segera Naik

Belum lagi saat ini Polisi lalu lintas juga sudah memiliki alat pendeteksi kecepatan yang canggih seperti speed gun. Speed Gun sendiir dinilai canggih untuk mengukur kecepatan kendaraan yang sedang melaju dengan cepat, tepat, dan akurat.

Alat ini telah menggunakan teknologi laser dengan cara mengukur waktu pergi pulang cahaya untuk mencapai suatu objek dan memantulkan kembali. Sehingga menjadikan alat ini tepat dan akurat menangkap kecepatan kendaraan yang melintas. Bagaimana, masih berani melanggar keceptan berkendara ? Hukumannya lumayan berat loh.

Merujuk pada Pasal 287 ayat 5 UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disana disebutkan jika kamu melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah maka bisa dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Denda tersebut bukan serta merta bisa kamu diamkan begitu saja, tetapi harus segera dibayar. Sebab kalau tidak dbayar dendanya maka kepolisian akan memblokir STNK. Efeknya STNK kamu tidak bisa diperpanjang, sampai denda tersebut dibayarkan.

Cara Berkendara di Jalan Tol yang Baik dan Benar

mencoba wuling air ev

Jalur kanan di jalan tol digunakan untuk mendahului kendaraan lain

Nah supaya kamu terbebas dari kecelakaan dan denda tilang, sebaikanya lakukan cara berkendara di jalan tol yang baik dan benar. Menurut Jusri Pulubuhu selaku Instruktur Keselamatan Berkendara dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah tertib lalu lintas.

Baca juga  Fitur Baru Google Maps, Ada Info Tarif Tol

Misal wajib menyalakan lampu sein ketika berpindah jalur. Jika mobil melaju pelan, gunakan jalur kiri, dan memberi mobil lain jalan jika sudah menghidupkan sein.

“Selanjutnya adalah dengan mengantisipasi terhadap segala kemungkinan terburuk atau expect the unexpected,” kata Jusri.

Antisipasi ini penting agar pengemudi selalu berkonsentrasi penuh terhadap kondisi di sekitarnya. Dengan cara memperhatikan sudut pandang yang ada melalui perangkat yang membantu visibilitas seperti spion misalnya, atau bila sudah ada melalui sensor.

“Berikutnya adalah selalu menjaga jarak, untuk menyediakan ruang menghindar atau leave yourself an out. Itu, merupakan strategi yang harus dilatih dan dibiasakan,” tambah Jusri.

Lalu pengendara jalan tol juga perlu menyesuaikan kecepatan kendaraan. Hal ini mengacu aturan yang berlaku. Meski terkadang ada kesempatan untuk membejek gas dalam-dalam dan merasakan performa mesin, ada baiknya tahan hasrat tersebut.

Jusri mengatakan, jalan raya termasuk jalan tol adalah ruang publik yang penggunaannya juga sesuai kepentingan masyarakat umum. Manakala mau kebut-kebutan, gunakan lintasan balap yang tersedia karena memang peruntukannya untuk memacu kecepatan.

Selain itu, pengendara ada baiknya mengetahui batas kecepatan yang berlaku di jalan tol yang akan dilintasi. Meski tak sedikit melihat pengemudi yang agresif memacu mobilnya berkecepatan tinggi di jalan tol, jadilah generasi pelopor keselamatan berkendara.

“Terkadang, pengendara yang masuk ke tol dalam kota dari tol luar kota masih menggunakan kecepatan sesuai dengan laju maksimum tol di luar kota. Sehingga, pengendara perlu memperhatikan kecepatan karena jika melebihi batas kecepatan dapat dikenakan tilang,” tutup Jusri.

Demikian ulasan terkait batas kecepatan di jalan tol. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika