by

5 Cara Berkendara Eco Driving untuk Hemat BBM Mobil

Masih banyak pemilik kendaraan bermotor yang mengemudikan kendaraanya di jalan dengan asal-asalan. Pada ulasan kali ini, kami akan beberkan cara berkendara Eco Driving, yang salah satunya bisa membuat konsumsi bahan bakar lebih irit.

Selain irit BBM, mengemudikan dengan teknik Eco Driving juga bisa menekan gas buang dari kendaraan yang tentunya bisa membantu mencegah pencemaran lingkungan. Dan juga bisa menghemat waktu, biaya, dan keselamatan dalam berkendara.

Menurut Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), selain untuk efisiensi bahan bakar, teknik Eco Driving juga merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang usia pakai kendaraan karena kinerjanya tidak dipaksakan.

Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi teknik Eco Driving, yaitu pengemudi, kondisi mobil, serta lingkungan.

Ini Teknik Eco Driving Agar Mobil Semakin Irit

1. Cara mengemudi

berkendara mobil

Di jalanan kota-kota besar seperti Jakarta masih banyak kita melihat pengendara mobil yang mengemudi dengan cara ugal-ugalan. Hal tersebut tentunya membuat knsumsi bahan bakar menjadi boros.

Dalam cara berkendara Eco Driving, pengemudi idealnya menekan pedal gas dengan perlahan dan dilanjutkan dengan mengoper persneling ke tingkatan lebih tinggi. Usahakan rpm putaran mesin berada di angka 2000 hingga 3000.

Baca juga  Cara Membuat Suspensi Mobil Empuk, Ini Tipsnya

Perihal kecepatan, idealnya dalam Eco Driving adalah di angka 60 sampai 70 km per jam. Selain itu, untuk pengereman juga tidak bisa sembarangan. Pengemudi harus memperhitungkan jarak sekitar 3 detik dari objek di depan dan manfaatkan engine break agar pengereman menjadi optimal.

Mobil-mobil modern pun memiliki tombol eco mode. Kamu bisa tekan itu saat berkendara, supaya konsumsi BBM jadi lebih hemat.

2. Estimasi Waktu dan rute perjalanan

rute sunmori bintaro

Buka aplikasi map/peta di ponsel sebelum memulai perjalanan agar bisa terhindar dari kemacetan saat menuju tempat tujuan. Sebab, jika sudah terjebak dalam kemacetan, otomatis mobil akan sering melakukan stop and go. 

Kondisi seperti ini membuat mobil harus berhenti dan dijalankan kembali sesuai dengan kepadatan lalu lintas. Alhasil mengakibatkan boros bahan bakar dan tidak sesuai dengan cara berkendara eco driving.

Oh ya, sesaat sebelum memulai perjalanan baiknya juga menambahkan estimasi waktu selama perjalanan. Hal tersebut untuk antisipasi jika bertemu kejadian tak terduga di tengah perjalanan.

Baca juga  Cara Kerja Sistem Rem ABS Pada Mobil

3. Gunakan bahan bakar yang sesuai

cara membuat motor kencang

Cara berkendara Eco Driving selanjutnya adalah perihal penggunaan bahan bakar yang sesuai anjuran pabrikan. Sebab bahan bakar yang tidak sesuai bisa membuat kinerja mesin tidak maksimal.

Umumnya untuk kendaraan modern saat ini, minimal menggunakan RON 90. Kalau mobil pakai teknologi turbo atau mobil-mobil LCGC, disarankan pakai RON 92.

4. Pemilihan ban mobil dan suhu AC

cara berkendara eco driving dari suzuki

Pemilihan ban mobil juga merupakan salah satu faktor yang penting dalam mendukung cara berkendara Eco Driving. Salah satunya adalah dengan cara menggunakan ban bertipe hambatan gulir (rolling resistance) yang rendah.

Ban dengan tekanan angin yang kurang dapat memperlambat roda bergulir sehingga membutuhkan tenaga ke poros roda lebih besar.

Oh ya, penggunaan AC juga menjadi salah satu penyebab borosnya bahan bakar. Bukan tidak boleh menyalakan AC, namun baiknya suhu ideal ruang kabin sekitar 20-23 derajat celcius.

5. Perawatan kendaraan

Perawatan di bengkel resmi Suzuki, supaya lulus uji emisi

Teknik berkendara Eco Driving terakhir adalah dengan melakukan perawatan kendaraan secara berkala di bengkel resmi. Hal tersebut untuk tetap menjaga performa mesin agar tetap prima serta menjaga komponen-komponennya tetap bisa berfungsi dengan baik.

Baca juga  Menakar Biaya Spooring dan Balancing, Tidak Mahal

Lakukan perawatan berkala di bengkel resmi dapat menjaga garansi mobil. Contohnya untuk mobil Suzuki, ikuti jadwal free service 1.000 km – 5.000 km di bengkel resmi sebagai fasilitas untuk konsumen.

“Pemanfaatan teknik Eco Driving dapat mengoptimalkan efisiensi bahan bakar sehingga mengurangi tingkat polusi dan lebih ramah lingkungan. Gaya dan teknik yang diterapkan pun sudah terbukti dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Untuk itu, penerapan teknik eco driving ini disarankan untuk dapat memaksimalkan fungsi kendaraan serta menjaga keamanan dan kenyamanan pengemudi,” tutup Hariadi.

Moladiners, itulah artikel cara berkendara Eco Driving. Stay safe dan pantau terus Moladin.com untuk informasi seputar dunia otomotif.

Terbaru