Kamis, April 18, 2024
Banner-Wuling-EV-Blog

Cara Menghitung Bunga Pinjaman Dan Cicilan Kredit Mobil!

by Firdaus Ali
Cara menghitung bunga pinjaman

Jika kamu berencana membeli mobil dengan cara kredit, ada baiknya simak ulasan artikel berikut yang membahas cara menghitung bunga pinjaman dan angsurannya. Ini penting, supaya kamu tahu harga keseluruhan mobil yang kamu beli, beserta bunganya, sekaligus cicilan yang perlu dibayarkan.

Ya, beli mobil baru dan bekas secara kredit masih jadi primadona. Pasalnya, tidak semua orang dapat membeli mobil dengan uang tunai. Maka dari itulah produk pembiayaan mobil baru dan bekas menjadi pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia. Dengan kredit, mempunyai mobil impian makin mudah dan cepat. 

Sebelum mengetahui cara menghitung bunga pinjaman dan cicilan mobil, ada beberapa komponen terkait kredit mobil yang harus kamu tahu. Di antaranya adalah:

  • Jangka waktu yang ingin diambil untuk kredit mobil (tenor).
  • Hutang yang harus dibayarkan setiap bulan ketika kredit mobil (angsuran/cicilan)
  • Suku bunga kredit mobil (uang balas jasa yang harus kamu berikan ke perusahaan pembiayaan karena telah memperbolehkan pembelian secara kredit)
  • Asuransi (Paket perlindungan mobil yang wajib digunakan ketika melakukan pembelian kredit)

Oh ya, selain beberapa komponen di atas, ada pula istilah-istilah dalam kredit mobil yang umumnya tercantum dalam brosur daftar harga yang diberikan oleh diler. Yaitu:

  • ADDM (Angsuran Dibayar di Muka)

Istilah ADDM pada simulasi kredit merupakan singkatan dari Angsuran Dibayar di Muka. Dalam artian, Kamu akan membayarkan cicilan pertama pada sebuah pembelian kendaraan bersamaan dengan uang muka.

Contohnya, jika kamu membeli mobil dengan kredit selama 24 bulan, maka pembayaran pertama adalah uang muka ditambah dengan cicilan pertama. Jadi, tenor tersisa yang wajib dibayar 23 bulan.

  • ADDB (Angsuran Dibayar di Belakang)
Baca juga  10 Rekomendasi Mobil Bekas Rp 50 Jutaan, Kamu Pilih Yang Mana?

Selanjutnya ada skema kredit ADDB alias Angsuran Dibayar di Belakang sebagai alternatif pilihan jika simulasi ADDM dirasa terlalu berat untuk dilakukan. Dengan adanya ADDB, Kamu cukup membayarkan uang muka saat awal pembelian.

Dengan kata lain, pemilihan skema ADDB berarti Kamu tidak akan mendapatkan pengurangan jumlah tenor. Sebab angsuran pertamanya baru akan dibayarkan pada bulan berikutnya.

  • TDP (Total Down payment)

TDP merupakan perhitungan dari penjumlahan antara nilai DP atau uang muka ditambah biaya provisi atau jasa kredit, dan asuransi kendaraan yang akan dibeli. Jika Kamu memilih skema kredit ADDM, maka angsuran pertama juga akan dimasukkan dalam TDP ini.

  • DP (Down Payment)

Down Payment atau uang muka merupakan biaya yang harus dibayarkan di awal transaksi sebagai tanda jadi pembelian sebuah unit kendaraan dengan cara kredit. Nilai DP bisa berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing diler dan kesepakatan bersama pembeli. Umumnya diler telah menetapkan besaran minimal untuk DP, misalnya 30 persen dari harga unit yang akan dibeli.

Cara Menghitung Bunga Pinjaman & Cicilan Kredit Mobil Setiap Bulan

Cara menghitung bunga pinjaman

Sebelum beli mobil secara kredit, hitung terlebih dahulu besaran bunga dan cicilan per bulan

Setelah mengetahui istilah-istilah di dalam kredit mobil, selanjutnya akan kami ulas bagaimana cara perhitungan kredit mobil. Dalam hal ini akan dibahas simulasi kredit untuk mengetahui besaran cicilan, suku bunga, dan tenor dengan mudah.

Berapa Besaran DP Kredit Mobil

Bank dan lembaga keuangan yang menyelenggarakan pembiayaan kredit mobil mempunyai aturan masing-masing terkait besar uang muka. Rata-rata DP yang harus dibayarkan sekitar 30%, tetapi ada juga yang menetapkan DP minimum 20%. Berikut contoh dengan uang muka DP 30% dengan harga mobil Rp 200 juta. Dengan penghitungan sebagai berikut:

Baca juga  9 Merek Ban Mobil Terbaik yang Bisa Jadi Pilihan

Jumlah DP = 30% x Rp 200.000.000 = Rp 60.000.000

Menghitung pokok kredit mobil

Setelah memperoleh berapa besar uang muka, Kamu bisa lanjut ke perhitungan jumlah pokok kredit yang harus dibayarkan kemudian. Cukup kurangi total harga mobil OTR dengan jumlah DP tadi untuk memperoleh pokok kredit.

Pokok kredit = Harga mobil – DP (Rp 200.000.000 – Rp 60.000.000 = Rp 140.000.000)

Bunga kredit mobil seberapa besar?

Setelah menghitung pokok kredit, selanjutnya adalah menghitung suku bunga kredit. Serupa dengan menghitung pokok kredit, menentukan tarif suku bunga juga cukup mudah.

Yaitu Kamu bisa mengalikan pokok kredit dengan tarif bunga dan tenor yang telah disepakati dengan pihak bank atau lembaga keuangan. Dengan contoh yang sama, berikut perhitungan suku bunga kredit mobil.

Besar suku bunga yang dikenakan adalah 8% dengan tenor kredit 3 tahun atau 36 bulan. Maka, besar tarif bunga adalah:

Suku bunga = 8 %

Masa tenor = 3 tahun

Tarif bunga  = Pokok kredit x suku bunga x masa tenor

Tarif bunga = Rp 140.000.000 x 8% x 3 tahun = Rp 33.600.000

Cicilan per bulan untuk kredit mobil

Setelah mengetahui besar DP, pokok kredit, dan tarif suku bunga di atas, Kamu dapat mencari tahu berapa jumlah cicilan yang akan diangsur per bulan. Caranya cukup tambahkan pokok kredit dan tarif bunga, kemudian bagi hasilnya dengan jangka waktu kredit atau tenor. 

Baca juga  Tukar Tambah Mobil Suzuki, Dapat Cashback Menarik

Cicilan per bulan = (Pokok kredit + bunga) : masa tenor dalam bulan

Cicilan per bulan = (Rp 140.000.000 + Rp 33.600.000) : 36 = Rp 4.822.222

Menghitung TDP (Total Down Payment)

Oh ya, perhitungan kredit mobil juga ada komponen asuransi dan biaya administrasi. Artinya, Kamu juga perlu memasukkan biaya administrasi dan asuransi pada cicilan tersebut.

Sekali lagi, besarannya dapat berbeda-beda sesuai ketentuan yang diberlakukan bank maupun lembaga keuangan. Mari simak contoh di bawah ini.

Biaya administrasi 3 tahun senilai Rp 2.500.000 dan asuransi sebesar 9,5%. 

Tarif asuransi untuk tenor 3 tahun adalah:

Tarif asuransi = 9,5% x total harga mobil

Tarif asuransi = 9,5% x Rp 200.000.000 = Rp 19.000.000

Jadi, total biaya pembayaran awal (TDP) kredit mobil tersebut adalah:

Uang muka + tarif asuransi + cicilan bulan pertama + biaya administrasi = 

Rp 60.000.000 + Rp 19.000.000 + Rp 4.822.222 + Rp 2.500.000 = Rp 86.322.222 

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelian mobil senilai Rp 200.000.000 dapat dilakukan secara kredit dengan pembayaran pertama (TDP) senilai Rp 86.322.222 dan cicilan berikutnya Rp 4.822.222 selama 35 bulan dengan skema ADDM. Namun jika kamu menggunakan sistem ADDB, maka TDP hanya dikurangi angsuran pertama. Dengan kata lain TDP sebesar Rp 81.500.000.

Moladiners, itulah ulasan mengenai cara menghitung bunga pinjaman dan angsuran kredit mobil. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika