by

3 Gejala Engine Mounting Rusak, Jangan Abai!

Komponen pada mobil tidak hanya bicara tentang mesin, atau shockbreaker semata. Tetapi, kamu juga harus kenali gejala engine mounting rusak.

Engine mounting ini merupakan komponen yang penting dalam mesin. Sebab, lewat komponen ini dapat menentukan apakah mobil tersebut nyaman atau tidak saat diajak berkendara. Adapun fungsi dari engine mounting tersebut adalah meredam getaran yang dihasilkan dari mesin.

Di samping itu, engine mounting juga berperan dalam menyerap getaran dari mesin yang tengah bekerja. Saat mesin bekerja, secara otomatis akan ada getaran yang dihasilkan dan komponen ini melakukan kerjanya agar getaran tersebut tidak terasa ke pengemudi.

Mengenai bentuk engine mounting tersebut, ada beberapa macam. Namun, untuk bentuk konvensional biasanya terbuat dari pelat baja dan karet. Saat ini, kebanyakan komponen tersebut berbentuk tabung hidrolik yang bekerja sebagai peredam getaran pada bagian mesin. Salah satu sisinya, engine mounting tersebut dikaitkan ke sasis.

“Engine mounting itu komponen yang berfungsi untuk menyambungkan antar mesin dengan sasis. Biasanya, memang terbuat dari baja, tapi tergantung pabrikan mobil. Biasanya ini berfungsi untuk menjaga getaran agar tidak sampai ke dalam kabin,” ujar Aswin, mekanik Anugerah Jaya, saat dihubungi Moladin.

Jika komponen ini sudah tidak baik, akan memberikan dampak yang cukup besar. Mulai dari mengganggu kenyamanan berkendara, hingga membuat komponen di sekeliling mesin menjadi rusak.

Baca juga  5 Masalah Mesin Diesel yang Biasa Terjadi!

Beberapa komponen yang menempel di bagian mesin seperti motor starter, alternator, serta kompresor AC, dikhawatirkan akan mengalami kerusakan jika masalah engine mounting dibiarkan. Tentunya, jangan sampai gara-gara komponen ini membuat mobil kamu bertambah banyak jajannya.

Untuk mengantisipasi, kamu harus tahu gejala engine mounting rusak. Terlebih kehadiran komponen karet di engine mounting, membuat ada usia pakai untuk keelastisannya. Biasanya usia 5 tahun, karet akan mulai getas. 

Ada beberapa indikasi yang bisa kamu kenali, tentunya jika sudah ada beberapa ‘kode alam’ dari gejala tersebut, alangkah baiknya kamu langsung memeriksakan mobil ke bengkel.

Setidaknya ada 3 gejala engine mounting rusak yang bisa dikenali. Mau tahu apa saja? Cek bahasan di bawah ini:

1. Getaran Mobil Terasa Saat Mesin Idle

gejala engine mounting rusak
engine mounting yang rusak bisa menyebabkan mesin bergetar lebih kuat dari biasanya

Salah satu ciri engine mounting rusak bisa diketahui lewat getaran mesin yang lebih kuat dari biasanya. Hal ini bisa kamu cek saat memanaskan mesin mobil dan dalam kondisi idle. Umumnya jantung mekanis bakal bergetar wajar kalau engine mounting prima.

Jika engine mounting rusak, maka getaran lebih kuat. Hal tersebut bahkan bisa dirasakan hingga ke kabin. Alhasil timbul rasa tidak nyaman ketika berkendara.

Baca juga  3 Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun, Bisa Pakai Sampo

Untuk itu, jika kamu menemukan permasalah tersebut pada mobil. Sebaiknya langsung periksakan ke bengkel. Seperti yang sudah disebutkan di atas, engine mounting bekerja sebagai peredam getaran mesin. Kalau mesin bergetar hebat, tentu ada masalah dan bisa jadi penyebabnya engine mounting.

“Banyak banget kalau mau bicara indikasinya, tapi memang mayoritas jika engine mounting ini sudah tidak bagus, akan terasa getaran yang lebih besar. Biasanya ini terasa sampai ke setir,” tambah Aswin.

2. Ada Bunyi-bunyi Mengganggu di Mesin Bisa Jadi Gejala Engine Mounting Rusak

engine mounting rusak
Kenali gejala engine mounting rusak dari bunyi-bunyi yang mengganggu di area mesin

Untuk mendeteksi bagian yang rusak di engine mounting, tidak hanya dari getaran mesin atau sasis. Melainkan, jika ada suara yang berisik di antara mesin dan sasis, biasanya ini juga menandakan engine mounting mobil kamu mengalami masalah.

Mungkin bunyi ini tidak terasa ketika mesin dalam keadaan idle atau dipanaskan. Kalau keruskannya minim, maka bunyi bersik bakal terdengar saat melewati jalan yang tidak rata seperti undakan.

Bunyi berisik tersebut cukup mengganggu sehingga membuat berkendara tidak nyaman. Maka bisa jadi itulah pertanda bahwa engine mounting rusak di mobil kamu.

Baca juga  5 Cara Merawat Aki Basah Agar Tidak Cepat Tekor

3. Tampak Karet Engine Mounting Retak atau Getas

engine mounting rusak
Kalau karet engine mounting sudah getas atau retak, itu jadi tanda kerusakan

Cara mengetahui gejala engine mounting rusak, bisa dengan mengecek sendiri ke dalam kap mesin. Lihat kondisi engine mounting apakah sudah ada yang getas atau retak di bagian karet-karetnya. 

Bila kamu menemukan persoalan tersebut, itu bisa jadi tanda bahwa harus dilakukan penggantian komponen. Meski belum terdapat efek getaran berlebihan dan suara mengganggu, tapi karet yang getas merupakan tanda bahwa karet tidak lagi elastis dan tidak bisa menyerap getaran secara optimal.

Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin ke depannya karet engine mounting bakal robek. Selanjutnya bisa terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jika kamu tidak bisa memeriksa kondisi engine mounting rusak secara mandiri, bisa minta tolong mekanik di bengkel resmi. Ketika melakukan perawatan berkala yang di bengkel resmi, cobalah meminta kepada teknisi untuk mengecek bagian engine mounting.

Jika memang sudah ditemukan masalah minor, sebaiknya berkonsultasi dengan mekanik untuk mencari jalan keluar. Apakah hal tersebut masih bisa ditolerir atau harus diganti secepatnya? Jangan sampai abai dalam melakukan perawatan terhadap komponen ini ya guys!

Itulah tadi bahasan seputar mengenali gejala engine mounting rusak di mobil. Untuk informasi otomotif terkini simak terus moladin.com

Terbaru