Selasa, Juni 18, 2024
Banner-Wuling-Cloud-EV

Pahami Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Splash Sebelum Membelinya

by Tigor Sihombing
Suzuki Splash bekas

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli Suzuki Splash sebagai mobil keluarga, berikit kami jabarkan secara menyeluruh baik dari kelebihan maupun kekurangan mobil ini.

Suzuki Splash pertama kali meluncur di pasar otomotif Indonesia tahun 2010,  dan kiprahnya memiliki sejarah singkat yang menarik untuk dikulik.

Diawali tahun 2010, sewaktu Direktur Pemasaran PT Suzuki IndomobiI Sales (SIS), masih dijabat oleh Endro Nugroho. Disebutkan jika konsep awal Suzuki Splash sebenarnya adalah mini Multi Purpose Vehicle (MPV). “Meski hingga saat ini masih banyak yang menganggap Suzuki Splash adalah city car hatchback tidak masalah,” katanya.

Cerita awal dirancangnya mobil Suzuki Splash berawal ketika Suzuki Motors mengirimkan 10 insinyur ke Jerman di bawah kepemimpinan Mister Akira Kamio untuk memahami perilaku masyarakat Eropa.

Hasilnya adalah konsep mobil Suzuki Splash yang ringkas, dinamis, dengan fitur yang mendukung kenyamanan dan keamanan, menggabungkan gaya hidup dengan inovasi teknologi.

Hingga akhirnya Suzuki Splash diperkenalkan pertama kali di Mondial de l’Automobile Show Paris pada September 2006.

Baca juga  5 Kekurangan Suzuki SX4 S-Cross, Ketahui Sebelum Membeli

Balik lagi ngomongin mobil bekasnya, lantas apakah saat ini Suzuki Splash bekas masih layak untuk dibeli? Tentu Anda bisa mempertimbangkanya dari berbagai sisi, terutama keunggulan value for money.

Jika kamu ingin membeli Suzuki Splash bekas, berikut kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan.

Kelebihan Suzuki Splash

Suzuki Splash bekas

Tinggi atap Splash memberikan kesan lega, sementara kabin yang cukup luas mampu menampung penumpang dengan nyaman.

1. Konsumsi BBM irit

Suzuki Splash memiliki kelebihan dalam efisiensi bahan bakar. Teknologi drive-by-wire dan sistem sensor ECM (electronic control module) berperan dalam mengoptimalkan penggunaan bahan bakar. Misalnya, Suzuki Splash keluaran 2011 dengan mesin 1.197 cc 4 silinder menawarkan konsumsi BBM sekitar 19-22 km/liter.

2. Harga bekas murah

Harganya yang terjangkau menjadikan Suzuki Splash pilihan ekonomis. Sebagai contoh, varian GL tahun 2011 dapat ditemukan dengan harga sekitar Rp 60 – 80 jutaan, membuatnya terjangkau bagi banyak calon pembeli.

3. Interior lapang

Meskipun terlihat kompak dari luar, Suzuki Splash memiliki interior yang lapang di kelasnya. Tinggi atap memberikan kesan lega, sementara kabin yang cukup luas mampu menampung penumpang dengan nyaman. Kapasitas bagasi mencapai 178 liter, dapat diperluas menjadi 573 liter jika kursi belakang dilipat.

Baca juga  Bocoran Sosok Suzuki Carry Pickup 2021, Lebih Gagah!

4. Sparepart berlimpah

Ketersediaan suku cadang yang berlimpah menjadi kelebihan lainnya. Dengan jaringan diler dan bengkel resmi Suzuki yang luas di Indonesia, perawatan dan penggantian suku cadang menjadi lebih mudah. Berbagai pilihan kualitas sparepart, dari genuine hingga KW, juga dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Kekurangan Suzuki Splash

Suzuki Splash Bekas

Tidak ada pilihan head unit double din berlayar sentuh, bahkan pada model akhir baru menggunakan layar digital pada MID.

1. Jok Kurang Nyaman

Kenyamanan jok Suzuki Splash dianggap kurang nyaman karena sedikit keras. Modifikasi sederhana, seperti penambahan busa jok, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

2. Minim fitur hiburan dan keselamatan

Pada tahun-tahun awal, sistem hiburan Suzuki Splash terbilang minim dengan fitur seperti radio, pemutar musik CD atau USB, dan AUX.

Tidak ada pilihan head unit double din berlayar sentuh, bahkan pada model akhir baru menggunakan layar digital pada MID. Fitur keselamatan seperti airbag juga minim untuk mobil dengan model keluaran tahun 2010 ke atas.

Baca juga  Review Suzuki S-Presso, Irit tapi Kuat Nanjak?

Demikian ulasan terkait Suzuki Splash bekas. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika