by

Jokowi Hadir Groundbreaking Pabrik Baterai Hyundai

Presiden Jokowi hadiri acara groundbreaking pabrik baterai Hyundai di Karawang, Jawa Barat. Hal tersebut sebagai salah satu tanda keseriusan pemerintah Indonesia dalam mendukung elektrifikasi industri otomotif.

Industri mobil listrik di Indonesia mendapat angin segar dengan dibangunnya pabrik baterai untuk kendaraan listrik milik Hyundai. Pabrik dengan luas 330 ribu meter tersebut dibangun di kawasan Industri wilayah Karawang, Jawa Barat.

“Hari ini kita menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, milik PT HKML Battery Indonesia di Kompleks Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang,” ungkap Presiden Jokowi dalam akun Instagram resminya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia memberikan dukungan atas pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha dan para investor dalam mengembangkan usahanya di Tanah Air.

“Groundbreaking ini adalah tindak lanjut dari kunjungan saya dua tahun lalu ke Busan, Korea Selatan dan bertemu langsung para pengusaha besar di negara itu. Saya berharap kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dengan perusahaan Indonesia  makin kuat, serta melibatkan usaha mikro, kecil, dan usaha menengah di Tanah Air,” imbuh Jokowi.

Baca juga  Pertamina Bangun 76 SPBU GES untuk Mobil Listrik

Saat beroperasi secara penuh, pabrik baterai Hyundai menargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahunnya, yang mana cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV.

Selain itu, fasilitas ini juga akan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 30 GWh agar dapat memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa yang akan datang.

Mobil listrik Hyundai

Jokowi
Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric

Saat ini Hyundai telah memasarkan dua mobil listrik dengan nama Hyundai Kona dan Hyundai Ioniq. Kedua mobil listrik itu resmi mengaspal di Indonesia pada akhir tahun 2020 lalu.

Hyundai Ioniq dilengkapi dengan motor listrik yang disalurkan melalui baterai lithium-ion polymer dengan kapasitas 38,3 kWh. Dalam kondisi baterai terisi penuh, Hyundai Ioniq diklaim pabrikan mampu melaju sejauh 300 kilometer lebih.

Sementara itu untuk Hyundai Kona Electric ditawarkan dengan motor listrik magnet synchronous. Mesin itu diklaim mampu menghasilkan tenaga 150 kW dan beterai lithium-ion 64 kWh. Untuk urusan torsi dan tenaga, Kona Electric mampu memproduksi torsi puncak sebesar 394 Nm, dengan tenaga maksimal sebesar 201 daya kuda.

Baca juga  SUV Listrik Nissan, Inikah Juke Elektrik?

Soal harga, Hyundai Ioniq tersedia dalam dua varian, yakni Prime dan Signature. Untuk Prime ditawarkan dengan banderol Rp 624.800.000 dan Rp 664.800.000 untuk varian Signature. Sementara itu Kona Electric, mobil ditawarkan dengan banderol Rp 674.800.000. Semua mobil memiliki empat empat warna, Phantom Black, Polar White, Fiery Red, serta Fluidic Metal.

Moladiners, itulah ulasan mengenai Presiden Jokowi hadiri ground breaking pabrik baterai Hyundai di Karawang, Jawa Barat.

Untuk informasi seputar otomotif yang menarik pantau terus Moladin.com.

Terbaru