by

Test Drive Wuling Cortez CT Type S, MPV Murah Mewah

Kesempatan untuk test drive Wuling Cortez CT Type S datang juga. Sebenarnya Type S adalah varian paling rendah, namun yang membuatnya jadi menarik, harganya sangat terjangkau.

Mobil MPV Wuling yang saya test drive merupakan versi CVT. Banderolnya Rp 233 juta (OTR Jakarta). Jika ditilik lebih detail, harga tersebut setara dengan Toyota Avanza. Padahal secara kelas, Cortez CT sebanding dengan Toyota Innova.

Apa saja yang membuat Cortez CT Type S ini layak disandingkan dengan Innova? Lalu adakah kekurangan mobil merek Cina tersebut?

Supaya kamu mendapat informasi yang komprehensif, berikut review lengkap hasil test drive Wuling Cortez CT Type S selama satu minggu penuh berkeliling Jakarta dan sekitarnya:

Fitur Disunat Tapi Tetap Mewah

test drive wuling cortez ct type s
Fitur captain seat memberikan kenyamanan lebih untuk penumpang baris kedua

Saat masuk ke dalam kabin untuk test drive Wuling Cortez CT Type S untuk pertama kali, terkesan aura mewah. Hal ini muncul lewat head unit layar sentuh, jam analog, serta kombinasi warna interior cerah.

Joknya juga sudah dibalut kulit. Di baris kedua bahkan sudah menggunakan konfigurasi captain seat yang membuat penumpang belakang merasa lebih rileks saat duduk.

Fitur lain seperti audio steering switch, start & stop engine button, serta AC double blower tetap tersedia. Sekilas sungguh tidak tampak bahwa ini adalah varian paling rendah dari Wuling Cortez CT.

Hanya saja ketika melakukan pengaturan jok secara manual, barulah terasa bahwa ada beberapa fitur yang disunat. Kemudian sunroof hilang, tombol AC depan juga masih model putar, hingga rem tangan cuma pakai tuas.

Lalu yang benar-benar terasa dibutuhkan namun tidak ada yaitu fitur sensor parkir. Maklum, buat yang pertama kali test drive Wuling Cortez CT Type S terasa sekali bahwa bodinya bongsor. Dimensinya mirip dengan Innova, bahkan lebih panjang.

Baca juga  Beda 3 Varian Wuling Cortez CT, Mana yang Layak Beli?

Alhasil saat melewati jalan sempit serta parkir, perlu penyesuaian terlebih dulu. Walau sejatinya khusus parkir mundur, mobil Wuling ini sudah menyediakan kamera parkir belakang. Meski demikian, tanpa sensor terasa kurang lengkap.

Dimensi mobil MPV 7-seater yang bongsor tersebut juga menjadikan kabinnya begitu lega. Orang dewasa, mau duduk di mana saja terasa nyaman, tidak perlu takut lulut mentok. Bila duduk di bangku paling belakang, kekurangannya cuma satu yaitu tidak ada charger smartphone.

Performa Mesin Mantap, Supensi Nyaman

test drive wuling cortez ct type s
Mencapai kecepatan 100 Km/Jam tidak sulit, cukup tekan pedal gas agak dalam, Wuling Cortez CT Type S langsung melesat

Test drive Wuling Cortez CT Type S membuktikan bahwa performa mesinnya sungguh mantap. Di atas kertas, kita sudah tahu bahwa jantung mekanis turbo 1.5 liter miliknya sukses mengalahkan Innova 2.0 liter. Hanya saja ketika diajak berkendara, kehebatan itu benar-benar terasa.

Ketika pedal gas diinjak dalam, turbonya bekerja, maka mobil MPV Wuling ini langsung melesat. Berlari 100 Kpj sampai 120 Kpj bukan perkara sulit. Rasanya juga masih sangat stabil, lantaran bantingan suspensi yang berkualitas.

Lalu saat berkendara santai, laju Wuling Cortez CT Type S juga terasa santun. Penyebabnya adalah penggunaan transmisi CVT. Jadi mau santai atau ngebut, bukan masalah.

Memang banyak yang ragu dengan Cortez CT karena menggunakan penggerak roda depan (FWD). Sementara Toyota Innova selaku kompetitor pakai penggerak roda belakang (RWD). Pastinya mobil FWD tidak lebih superior dalam menanjak dibanding RWD, terlebih saat membawa banyak penumpang.

Baca juga  Bocoran Peluncuran Hyundai Staria di Indonesia, Rival Alphard

Walau begitu, saat sesi test drive Cortez CT Type S, kami tidak merasakan kendala berarti dalam melibas tanjakan. Masih aman-aman saja.

Lalu soal bantingan suspensi, mobil ini terbilang punya suspensi empuk namun tidak sampai mengocok perut. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kualitasnya oke. Ketika melewati jalan rusak dan bergelombang, kabin tetap terasa nyaman. Benar-benar patut diacungi jempol.

Kekurangan Wuling Cortez CT Type S ada di fitur keselamatan yang tidak selengkap varian tertinggi atau Type L. Maklum sebagai varian murah, fitur seperti hill hold control (HHC), electronic stability control (ESC), dan automatic vehicle holding (AVH) harus dihilangkan. Efeknya pengendara jadi kurang percaya diri saat bermanuver cepat serta melewati medan sangat menantang.

Meski demikian, fitur keselamatan standar seperti anti-lock braking system (ABS), electronic brake distribution (EBD), dual SRS Airbags, dan emergency stop signal (ESS) sudah dipunya.

Konsumsi BBM 10,6 Kpl Hasil Test Drive Wuling Cortez CT Type S

review kelebihan wuling cortez cty type s
Wuling memberikan tiga mode berkendara: Eco, S, Tiptronic

Dibalik performa mesinnya yang mantap, mobil ini ternyata tidak terlalu irit bahan bakar. Pengujian selama test drive Wuling Cortez CT Type S membuktikan, konsumsi BBM rata-ratanya cuma 10,6 Km/liter. Catatan tersebut didapat setelah melewati 208 Km dengan melalui berbagai kondisi jalan.

Saat berkendara, kami sudah menggunakan mode Eco atau hemat BBM. Pernah kami coba tanpa menggunakan mode Eco, hasilnya bisa turun hingga 8,8 Km/liter. Jadi buat kalian yang ingin lebih hemat, pastikan selalu tekan mode Eco yang ada di dekat tuas transmisi sebelum bertualang dengan Cortez CT.

Baca juga  7 Perbedaan Toyota Avanza dan Transmover Taksi

Hanya saja mode Eco bukan tanpa konsekuensi. Performanya jadi kurang galak, lantaran sedemikian rupa dibuat agar turbo mobil aktif lebih lama. Di sisi lain, kalau kamu benar-benar mau mengoptimalkan mesin turbonya, bisa pakai mode S dengan menurunkan tuas transmisi ke posisi paling bawah.

Beli Wuling Cortez CT Type S atau Tidak?

test drive wuling cortez ct type s
Kehadiran roof rail di Wuling Cortez CT Type S memudahkan saat kamu ingin membawa banyak barang di atap

Usai membeberkan rasa berkendara dari hasil test drive Wuling Cortez CT Type S, sampailah ke kesimpulan. Apakah mobil merek Cina ini layak dibeli?

Kami akan coba menjawabnya sesuai kebutuhan. Meski harganya sekelas LMPV seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Honda Mobilio, dan Suzuki Ertiga, namun dimensi mobil Wuling ini lebih bongsor. Alhasil ketika melewati jalan sempit, bakal menantang.

Lalu konsumsi BBM Wuling Cortez CT Type S juga lebih boros dibanding para LMPV tersebut. Apalagi kalau tujuannya buat sambil jadi driver taksi online, tentu tidak tepat. Pastikan dulu, bahwa kamu sudah siap naik kelas dari LMPV sebelum benar-benar meminangnya.

Bila pembandingnya dengan Toyota Innova, apakah Cortez CT Type S yang lebih murah lebih layak dibeli? Dari sisi harga memang sungguh menggiurkan, ada gap lebih dari Rp 100 jutaan. Hanya saja perlu diingat, bahwa beli mobil Wuling tidak terlalu bergengsi. Sementara beli Toyota Innova terbaru, pastinya lebih ada gengsinya.

Semoga bahasan review test drive Wuling Cortez CT Type S ini bisa bermanfaat. Jangan lupa tulis pendapat kamu di kolom komentar ya! Untuk informasi terbaru tentang dunia otomotif, pantau terus Moladin.

Terbaru