Saat ini ada 7 model mobil BYD yang tersedia di Indonesia. BYD memasarkan 2 crossover (BYD Atto 3, BYD Sealion 7), 2 hatchback (BYD Dolphin, BYD Atto 1), 1 mpv (BYD M6), 2 sedan (BYD Seal, BYD King).
| Tipe Mobil | Kisaran Harga (Rp) | Contoh Model |
|---|---|---|
| Hatchback | Rp 199 - 429 juta | BYD Atto 1, BYD Dolphin |
| MPV | Rp 383 - 433 juta | BYD M6 |
| Crossover | Rp 390 - 719 juta | BYD Atto 3, BYD Sealion 7 |
| Sedan | Rp 639 - 750 juta | BYD King, BYD Seal |
Yang termurah adalah BYD Atto 1 seharga 199 juta dan termahal BYD Seal seharga 750 juta. Ada 7 mobil BYD yang tersedia di Indonesia. Lihat harganya Maret 2026 di bawah ini.
| Model BYD | Harga |
|---|---|
| BYD Atto 1 | Rp 199 - 235 juta |
| BYD Atto 3 | Rp 390 - 520 juta |
| BYD Dolphin | Rp 369 - 429 juta |
| BYD King | - |
| BYD M6 | Rp 383 - 433 juta |
| BYD Seal | Rp 639 - 750 juta |
| BYD Sealion 7 | Rp 629 - 719 juta |
BYD adalah salah satu manufaktur dengan teknologi tingkat tinggi yang dibentuk pada tahun November 1994. Setelah lebih dari 30 tahun berkarya, BYD telah berkembang dan berperan penting dalam industri-industri elektronik, mobil, energi terbarukan serta moda transportasi kereta. BYD berdedikasi untuk berinovasi dengan menghasilkan produk dengan nol-emisi. BYD kemudian sudah terdaftar dalam Hong Kong and Shenzhen Stock Exchanges, dengan total pendapatan dan kapitalisasi pasar hingga lebih dari RMB 100 miliar.
Lihat rekomendasi berdasarkan yang sedang tren dan diminati saat ini
Lihat rekomendasi berdasarkan yang sedang tren dan diminati saat ini
Lihat rekomendasi berdasarkan yang sedang tren dan diminati saat ini





BYD adalah perusahaan otomotif dan teknologi asal Tiongkok (China) yang didirikan pada tahun 1995 di Shenzhen. Awalnya, BYD dikenal sebagai produsen baterai isi ulang untuk perangkat elektronik sebelum memperluas bisnisnya ke kendaraan listrik dan energi terbarukan. Seiring waktu, BYD berkembang menjadi salah satu produsen kendaraan energi baru (NEV) terbesar di dunia, mencakup mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Dalam beberapa tahun terakhir, BYD mencatat volume produksi dan penjualan global yang sangat besar, bahkan melampaui banyak brand EV lainnya dalam kategori kendaraan listrik dan hybrid. Ekspansi internasional BYD juga semakin agresif, termasuk ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin.
BYD merupakan singkatan dari “Build Your Dreams”. Nama ini mencerminkan visi perusahaan untuk menghadirkan inovasi teknologi yang berfokus pada masa depan mobilitas dan energi bersih. Sejak awal berdiri, BYD menempatkan riset dan pengembangan (R&D) sebagai fondasi utama bisnisnya, terutama dalam teknologi baterai dan elektrifikasi kendaraan. Filosofi “Build Your Dreams” juga tercermin dari ambisi BYD untuk menjadi pemain global dalam industri kendaraan listrik dan solusi energi terintegrasi. Saat ini, BYD tidak hanya memproduksi mobil, tetapi juga bus listrik, baterai, dan sistem penyimpanan energi.
BYD resmi masuk ke Indonesia dan memasarkan beberapa model kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Model yang diperkenalkan antara lain BYD Dolphin, BYD Atto 3, dan BYD Seal. Dolphin menyasar segmen hatchback listrik kompak, Atto 3 bermain di kelas SUV listrik menengah, sedangkan Seal diposisikan sebagai sedan listrik dengan performa lebih tinggi. Ketiganya menggunakan platform e-Platform 3.0 milik BYD yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Kehadiran model-model ini menunjukkan keseriusan BYD dalam menggarap pasar EV Indonesia yang sedang berkembang.
BYD dan Tesla memiliki keunggulan di area yang berbeda dalam industri kendaraan listrik global. BYD unggul dari sisi volume produksi kendaraan energi baru serta integrasi vertikal, karena memproduksi baterai sendiri melalui anak usahanya. Teknologi Blade Battery berbasis LFP menjadi salah satu kekuatan utama BYD dalam aspek keamanan dan efisiensi biaya. Di sisi lain, Tesla dikenal unggul dalam software kendaraan, sistem over-the-air update, serta jaringan charging global yang luas. Secara positioning, BYD cenderung menawarkan variasi model lebih banyak dengan harga kompetitif, sementara Tesla menekankan ekosistem digital dan teknologi otonom.
BYD menggunakan teknologi Blade Battery yang berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP), yang dikenal memiliki stabilitas termal lebih baik dibanding baterai berbasis nikel tertentu. Blade Battery dirancang dengan struktur sel memanjang untuk meningkatkan efisiensi ruang sekaligus memperkuat keamanan. BYD mengklaim baterai ini telah melalui berbagai pengujian ekstrem, termasuk uji penetrasi paku (nail penetration test), untuk membuktikan ketahanannya terhadap risiko kebakaran. Teknologi ini menjadi salah satu diferensiasi utama BYD secara global dan turut mendukung reputasi perusahaan sebagai spesialis baterai. Dalam konteks pasar Indonesia, penggunaan baterai LFP juga dianggap cocok untuk iklim tropis karena stabilitas panasnya yang lebih baik.