Buat kamu yang sedang berencana mengganti komstir atau bagian segitiga motor sendiri di rumah, penting untuk tahu ukuran kunci mur komstir Honda yang sesuai dengan tipe motor.
Komstir adalah komponen yang berfungsi sebagai bantalan yang menghubungkan antara batang kemudi (segitiga atas dan bawah) dengan sasis, agar stang motor bisa berputar halus dan stabil.
Jika kamu menggunakan ukuran kunci yang salah, mur komstir bisa aus, dol, atau bahkan membuat bagian komstir cepat rusak. Maka dari itu, yuk simak sampai akhir!
Kenapa Penting Mengetahui Ukuran Kunci Mur Komstir Honda?

Mengetahui ukuran kunci mur komstir pada motor Honda penting agar proses pelepasan dan pemasangan bisa dilakukan dengan tepat tanpa merusak komponen.
Salah memilih ukuran bisa mengakibatkan mur dol atau bahkan bagian komstir patah. Apalagi kalau kamu biasa melakukan servis sendiri di rumah, informasi ini wajib kamu simpan.
Selain itu, penggantian komstir secara berkala bisa membantu menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Apalagi kalau kamu sering melintasi jalanan rusak atau berlubang, komstir lebih cepat aus.
Ukuran Kunci Mur Komstir Honda Tipe Bebek & Skutik (Grand, Supra, Revo, Vario, BeAT)
Untuk kamu pengguna motor Honda seperti Grand Supra 100, Supra Fit, Supra X 125 FI, Revo 100, Revo AT, Revo FI, Karisma, Kirana, Scoopy, Vario 110/125/150, dan BeAT, berikut ini daftar lengkap ukuran komponen komstir:
| Komponen | Diameter Dalam | Diameter Luar |
|---|---|---|
| Kerangka Bawah | 35 mm | 54 mm |
| Kerangka Atas | 27,40 mm | 45 mm |
| Segitiga Bawah | 33 mm | 51 mm |
| Segitiga Atas | 27,40 mm | 45 mm |
Nah, untuk semua tipe motor di atas, ukuran kunci mur komstir Honda yang paling umum digunakan berada di kisaran 27 mm sampai 54 mm tergantung posisi.
Namun, pastikan kamu selalu mengukur mur secara langsung atau berkonsultasi dengan buku panduan servis resmi agar tidak keliru.
Ukuran Kunci Mur Komstir Honda CBR 150, Megapro, dan New Verza
Moladiners pengguna motor sport CBR 150, CBR 150R, Megapro, dan New Verza punya dimensi komstir yang berbeda dari motor bebek atau skutik. Berikut rincian selengkapnya:
| Komponen | Diameter Dalam | Diameter Luar |
|---|---|---|
| Kerangka Bawah | 27,50 mm | 48,50 mm |
| Kerangka Atas | 27,40 mm | 48,50 mm |
| Segitiga Bawah | 42 mm | 26,50 mm |
| Segitiga Atas | 25,60 mm | 42 mm |
Kamu akan membutuhkan kunci mur dengan ukuran lebih presisi untuk model-model ini. Pastikan kamu memiliki kunci dengan ukuran kunci mur komstir Honda minimal 25 mm hingga 49 mm agar pekerjaan berjalan lancar.
Perlu ketelitian saat melepas dan memasang, karena sistem komstir di motor sport umumnya menggunakan sistem bearing yang lebih presisi.
Ukuran Kunci Mur Komstir Honda Tiger dan Megapro Lama
Buat kamu yang mengendarai motor klasik seperti Tiger, Tiger 200, atau Megapro versi lama, berikut adalah ukuran teknis komponen komstirnya:
| Komponen | Diameter Dalam | Diameter Luar |
|---|---|---|
| Kerangka Bawah | 24 mm | 41 mm |
| Kerangka Atas | 24 mm | 41 mm |
| Segitiga Bawah | 38 mm | 23,50 mm |
| Segitiga Atas | 22 mm | 41 mm |
Untuk motor tipe ini, ukuran kunci mur komstir Honda yang kamu perlukan berkisar antara 22 mm hingga 41 mm.
Karena motornya sudah cukup berumur, Moladiners disarankan untuk lebih hati-hati agar ulir mur tidak aus atau rusak saat dibuka.
Ciri-Ciri Komstir Harus Diganti

Setelah mengetahui ukuran kunci mur komstir Honda, penting juga untuk mengenali kapan waktunya mengganti komstir. Berikut ciri-ciri umum seperti yang dilansir dari laman resmi Honda Cengkareng:
1. Stang Terasa Longgar atau “Oblak”
Kalau kamu merasa stang motor bisa digerakkan maju mundur secara tidak wajar, besar kemungkinan komstir sudah oblak. Ini sangat berisiko dan sebaiknya segera diganti.
2. Motor Terasa Tidak Stabil Saat Berkendara
Jika motor terasa oleng atau tidak stabil, terutama saat kecepatan tinggi, bisa jadi komstir sudah tidak bekerja optimal. Ketidakstabilan ini berpotensi membahayakan pengendara.
3. Muncul Getaran Berlebihan di Stang
Apabila kamu merasakan getaran di stang motor saat melewati jalan bergelombang, itu bisa jadi tanda komstir aus atau tidak terpasang dengan baik.
4. Stang Terasa Berat atau Kaku
Salah satu gejala awal kerusakan komstir adalah stang yang sulit digerakkan saat berbelok. Ini disebabkan oleh kerusakan pada bearing komstir yang menghambat kelancaran gerak.
5. Suara Berisik dari Area Komstir
Bunyi seperti “klik” atau “krek” saat berbelok bisa menandakan bahwa bantalan komstir sudah aus. Suara ini biasanya muncul saat komstir kehilangan pelumas atau mulai longgar.
6. Respons Kemudi Melambat
Kalau kemudi terasa lambat merespons arah belokan, itu pertanda bahwa komstir tidak bekerja sebagaimana mestinya. Ini bisa menyebabkan kesulitan saat bermanuver.
Gunakan panduan ukuran di atas sesuai tipe motor kamu, dan pastikan untuk selalu menggunakan alat dan suku cadang yang sesuai standar. Semoga artikel ini membantu kamu dalam merawat motor kesayangan.
Buat kamu yang ingin terus update soal dunia otomotif, perawatan kendaraan, tips mobil bekas, hingga promo mobil baru, langsung aja cek Moladin sekarang juga!