Adu Biaya BYD Atto 1 vs Brio Satya, Listrik Lawan Bensin

Narulita Azzahra Misbakh
Narulita Azzahra Misbakh | 02 Oct 2026, 15:38 WIB

BYD Atto 1 Standard

BYD Atto 1 Standard

Rp 199 juta
Honda Brio Satya E CVT

Honda Brio Satya E CVT

Rp 206,7 juta
Bandingkan Dengan Mobil Lainnya

Biaya penggunaan harian menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih mobil, terutama bagi pengendara yang setiap hari menempuh jarak cukup jauh. BYD Atto 1 dan Honda Brio Satya menawarkan pendekatan berbeda, karena satu mengandalkan listrik sementara lainnya masih menggunakan bensin.

Keduanya sama-sama memiliki dimensi ringkas untuk penggunaan di perkotaan. Lalu, dalam jarak tempuh yang sama, bagaimana perbandingan biaya energi BYD Atto 1 vs Brio Satya?

Simulasi BYD Atto 1 vs Brio Satya

Perbandingan ini menggunakan asumsi pemakaian 60 km per hari selama 30 hari, sehingga total jarak tempuh mencapai sekitar 1.800 km per bulan.

Berikut gambaran dasar perhitungannya:

PerhitunganBYD Atto 1Honda Brio Satya
Jarak per hari60 km60 km
Jarak per bulan1.800 km1.800 km
Konsumsi8,5 km/kWh16–20 km/l
Kebutuhan energi/BBM per hari7,06 kWh3–3,75 liter
Kebutuhan per bulan211,76 kWh90–112,5 liter

Perhitungan ini hanya membandingkan biaya energi, bukan harga mobil, pajak, servis, maupun komponen biaya kepemilikan lainnya.

Biaya Listrik BYD Atto 1

Berdasarkan pengujian redaksi, konsumsi listrik BYD Atto 1 berada di sekitar 8,5 km/kWh. Dari angka tersebut, kebutuhan listrik untuk jarak 60 km dapat dihitung sebagai berikut:

  • Jarak harian: 60 km
  • Konsumsi: 8,5 km/kWh
  • Kebutuhan listrik: sekitar 7,06 kWh per hari
  • Tarif listrik rumah: sekitar Rp1.444 per kWh
  • Biaya per hari: sekitar Rp10.193
  • Kebutuhan listrik 30 hari: sekitar 211,76 kWh
  • Biaya per bulan: sekitar Rp305.788

Jadi, dengan asumsi pengisian dilakukan di rumah dan tarif listrik Rp1.444 per kWh, biaya energi Atto 1 untuk menempuh sekitar 1.800 km per bulan berada di kisaran Rp305 ribuan.

Perlu dicatat, biaya aktual dapat berbeda karena efisiensi pengisian, kondisi baterai, penggunaan AC, kondisi lalu lintas, hingga gaya berkendara.

BYD Atto 1 Lihat Detail
#1

Kalau Atto 1 Diisi di SPKLU?

Pengeluaran akan berubah apabila pengisian daya dilakukan melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dengan asumsi tarif Rp2.400–Rp2.500 per kWh, hitungannya menjadi:

  • Kebutuhan listrik: sekitar 7,06 kWh per hari
  • Biaya per hari: sekitar Rp16.941–Rp17.647
  • Kebutuhan selama 30 hari: sekitar 211,76 kWh
  • Biaya per bulan: sekitar Rp508.235–Rp529.412

Artinya, dalam simulasi ini, pengisian di rumah masih menghasilkan biaya energi yang lebih rendah dibandingkan jika seluruh kebutuhan listrik dipenuhi melalui SPKLU.

Biaya BBM Honda Brio Satya

Honda Brio Satya menggunakan mesin bensin 1.200 cc dengan tenaga sekitar 90 TK dan torsi 110 Nm. Untuk konsumsi bahan bakar, angkanya dapat berada di kisaran 16–20 km/l.

Dengan jarak yang sama, kebutuhan BBM-nya menjadi:

Jika konsumsi 16 km/l

  • Jarak harian: 60 km
  • Kebutuhan BBM: sekitar 3,75 liter per hari
  • Kebutuhan 30 hari: sekitar 112,5 liter
  • Pertalite Rp10.000/liter: sekitar Rp1,125 juta per bulan
  • Pertamax Rp15.950/liter: sekitar Rp1,794 juta per bulan

Jika konsumsi 20 km/l

  • Jarak harian: 60 km
  • Kebutuhan BBM: sekitar 3 liter per hari
  • Kebutuhan 30 hari: sekitar 90 liter
  • Pertalite Rp10.000/liter: sekitar Rp900.000 per bulan
  • Pertamax Rp15.950/liter: sekitar Rp1,436 juta per bulan

Perbedaan konsumsi tersebut menunjukkan bahwa kondisi penggunaan tetap berpengaruh terhadap pengeluaran. Mobil yang digunakan dengan lalu lintas lebih lancar atau gaya berkendara yang lebih efisien dapat menghasilkan konsumsi berbeda dari angka pengujian.

Honda Brio Lihat Detail
#1
Performa Umum
Jenis Transmisi
AT
CVT
Gearbox
-
-
Tipe Penggerak
FWD
FWD
Jenis Bahan Bakar
Electric
Bensin
Emisi
-
-
Mesin
Dimensi & Kapasitas
Velg, Ban, Suspensi & Rem
Safety & ADAS
Airbags
Kenyamanan
Kursi & Bahan Jok
Hiburan & Komunikasi
Eksterior
Interior

Selisih Biaya BYD Atto 1 vs Brio Satya

Jika dibandingkan dalam jarak tempuh yang sama, terdapat perbedaan cukup besar pada biaya energi bulanan.

Atto 1 diisi di rumah

Dengan biaya sekitar Rp305.788 per bulan, selisihnya terhadap Brio Satya adalah:

  • Brio 16 km/l + Pertalite: selisih sekitar Rp819.212
  • Brio 16 km/l + Pertamax: selisih sekitar Rp1,489 juta
  • Brio 20 km/l + Pertalite: selisih sekitar Rp594.212
  • Brio 20 km/l + Pertamax: selisih sekitar Rp1,130 juta

Dalam skenario ini, Atto 1 memiliki biaya energi bulanan yang lebih rendah dibandingkan seluruh skenario BBM Brio Satya yang dihitung.

Atto 1 diisi melalui SPKLU

Jika seluruh kebutuhan listrik Atto 1 berasal dari SPKLU, biayanya sekitar Rp508.235–Rp529.412 per bulan.

Selisihnya dengan Brio Satya menjadi:

  • Dibandingkan Brio Pertalite: sekitar Rp371.000–Rp617.000 per bulan
  • Dibandingkan Brio Pertamax: sekitar Rp907.000–Rp1,286 juta per bulan

Dengan kata lain, penggunaan SPKLU memang membuat biaya energi Atto 1 lebih tinggi dibandingkan pengisian di rumah, tetapi dalam simulasi ini masih berada di bawah biaya BBM Brio Satya.

Sama-sama Ringkas, Karakter Penggunaannya Berbeda

Perbedaan kedua mobil tidak hanya terlihat dari hitungan biaya energi. Cara menggunakannya juga memiliki kebutuhan yang berbeda.

BYD Atto 1

  • Menggunakan energi listrik, bukan bensin.
  • Biaya energi paling rendah dalam simulasi diperoleh ketika pengisian dilakukan di rumah.
  • Pengisian melalui SPKLU membuat biaya energi lebih tinggi dibandingkan charging di rumah.
  • Kondisi baterai dan ketersediaan fasilitas pengisian perlu diperhatikan.
  • Perjalanan jauh membutuhkan perencanaan terkait lokasi pengisian.
  • Waktu pengisian menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan saat melakukan perjalanan.

Honda Brio Satya

  • Menggunakan mesin bensin 1.200 cc.
  • Konsumsi BBM berada di kisaran 16–20 km/l dalam data yang digunakan.
  • Pengisian bahan bakar dilakukan melalui SPBU.
  • Ketika bensin menipis, pengguna cukup mencari SPBU untuk kembali melanjutkan perjalanan.
  • Tidak perlu mempertimbangkan ketersediaan titik charging seperti pada mobil listrik.
  • Pelayanan purnajualnya sudah menjangkau berbagai daerah.

Perbedaan tersebut membuat biaya energi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pola perjalanan dan kemudahan mendapatkan energi juga menjadi bagian dari pengalaman penggunaan sehari-hari.

BYD Atto 1 vs Brio Satya, Apa yang Membedakan?

Jika dirangkum dari simulasi 60 km per hari, perbedaan utama keduanya bisa dilihat dari beberapa aspek berikut:

AspekBYD Atto 1Honda Brio Satya
Sumber energiListrikBensin
Konsumsi8,5 km/kWh16–20 km/l
Biaya energi di rumah±Rp305.788/bulan–
Biaya melalui SPKLU±Rp508.235–Rp529.412/bulan–
Biaya Pertalite–±Rp900.000–Rp1,125 juta/bulan
Biaya Pertamax–±Rp1,436–Rp1,794 juta/bulan
Pengisian energiRumah/SPKLUSPBU
Pertimbangan perjalanan jauhLokasi dan waktu chargingKetersediaan SPBU

Kesimpulan

Dalam simulasi penggunaan 60 km per hari selama 30 hari, BYD Atto 1 mencatat biaya energi lebih rendah dibandingkan Honda Brio Satya. Pengisian di rumah menghasilkan biaya sekitar Rp305.788 per bulan, sedangkan pengisian penuh melalui SPKLU sekitar Rp508.235–Rp529.412.

Honda Brio Satya di sisi lain menawarkan pola penggunaan yang lebih sederhana untuk pengisian energi karena mengandalkan SPBU. Jadi, BYD Atto 1 dan Brio Satya memiliki pendekatan berbeda: Atto 1 menawarkan biaya energi yang lebih rendah dalam simulasi ini, sementara Brio Satya memberikan fleksibilitas pengisian bahan bakar yang sudah familiar bagi pengguna mobil bensin.

Kesimpulan

moladin
  • BYD Atto 1 memiliki biaya energi lebih rendah dalam simulasi 60 km per hari, dengan pengeluaran sekitar Rp305.788 per bulan jika mengisi daya di rumah dan Rp508.235–Rp529.412 jika menggunakan SPKLU.
  • Honda Brio Satya membutuhkan biaya BBM lebih besar, yakni sekitar Rp900.000–Rp1,125 juta per bulan dengan Pertalite atau Rp1,436–Rp1,794 juta menggunakan Pertamax, tergantung konsumsi 16–20 km/l.
  • Keduanya punya karakter penggunaan berbeda. Atto 1 menawarkan pengeluaran energi yang lebih rendah, tetapi perjalanan jauh perlu mempertimbangkan lokasi dan waktu pengisian. Brio Satya lebih sederhana dalam urusan pengisian karena dapat mengandalkan SPBU yang tersedia luas.
Narulita Azzahra Misbakh
Narulita Azzahra Misbakh
Lihat Profil

Narulita adalah SEO Content Writer dengan pengalaman menulis lebih dari 3 tahun di berbagai topik, termasuk dunia otomotif. Narulita senang untuk memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami, demi menghadirkan manfaat kepada para pembaca. Terima kasih telah membaca karya tulis saya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat!

Ikuti Sosial Media Moladin

Info otomotif terbaru dan kabar seru dari Moladin