Fungsi Power Steering dan Cara Merawatnya agar Berkendara Semakin Nyaman

by Deni Ferlindungan
Ketahui fungsi power steering dan cara kerjanya

Banyak pengemudi mungkin bertanya-tanya mengapa ada mobil yang setirnya terasa berat, sementara mobil lain terasa lebih ringan. Jawabannya sangat erat kaitannya dengan keberadaan power steering, sebuah komponen yang makin akrab di telinga para pemilik kendaraan keluaran terbaru.

Power steering adalah alat yang dirancang untuk mempermudah pengemudi dalam memutar lingkar kemudi. Tanpa komponen ini, setir mobil bisa terasa jauh lebih berat, terutama saat bermanuver di kecepatan rendah atau ketika berkendara di jalan berkelok.

Jika penasaran mengapa mobil modern hampir selalu dilengkapi power steering, inilah kesempatan untuk mempelajari fungsi, cara kerja, serta metode perawatannya.

Banyak pengendara lama yang merasakan perbedaan signifikan ketika berpindah dari mobil tanpa power steering ke mobil yang sudah dibekali sistem power steering. Di masa lalu, memutar setir mobil, terutama saat parkir, memerlukan kekuatan lengan yang cukup besar. Begitu era power steering tiba, semua menjadi lebih praktis. Pengemudi tidak lagi kehabisan tenaga hanya untuk memutar setir di tengah kemacetan padat.

Lebih dari itu, power steering modern bahkan mampu memberikan pengalaman berbeda pada mobil di berbagai kecepatan. Setir dapat terasa lebih berat di jalan tol demi menambah stabilitas, kemudian menjadi lebih ringan saat melakukan parkir di lahan sempit.

Power steering terbagi dalam dua jenis utama, yaitu power steering hidrolik dan elektrik. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal sistem kerja maupun biaya perawatan. Power steering hidrolik memanfaatkan vane pump dan cairan khusus, sedangkan power steering elektrik mengandalkan suplai listrik yang dikontrol komputer.

Meskipun berbeda teknologi, keduanya memiliki satu tujuan yang sama, yakni membuat setir lebih mudah dikendalikan.

Para pemilik mobil yang sudah akrab dengan perawatan berkala biasanya menyadari pentingnya menjaga kondisi power steering agar selalu optimal, mengingat jika dibiarkan rusak, biaya penggantian komponennya bisa menembus jutaan rupiah.

Karena itu, memahami fungsi power steering dan cara kerjanya sejak dini dapat menghemat pengeluaran serta meningkatkan keselamatan saat berkendara.

Banyak Pengemudi Belum Menyadari Pentingnya Power Steering

Fungsi Power Steering

Ketahui fungsi power steering dan cara kerjanya

Bagi yang terbiasa membawa mobil keluaran terbaru, fungsi power steering mungkin tidak lagi mengherankan. Hampir semua mobil modern, mulai dari jenis city car hingga SUV, telah dilengkapi sistem power steering.

Bahkan kendaraan niaga seperti truk dan pickup generasi anyar pun mulai mengadopsi power steering, meskipun beberapa di antaranya masih menganut sistem konvensional.

Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa power steering membuat proses kemudi lebih mudah, terutama ketika manuver di jalan menanjak atau saat memutar setir di tikungan tajam.

Sisi menariknya, beberapa pemilik mobil mungkin tidak benar-benar memahami apa yang terjadi di balik lingkar kemudi. Sebagian beranggapan setir mobil terasa ringan adalah hal yang wajar, tanpa tahu bahwa di dalam sistem power steering terdapat banyak komponen yang saling berkaitan, termasuk sensor, pompa, dan mekanisme hidrolik atau motor elektrik.

Begitu ada gejala kerusakan seperti bunyi mendesing saat mobil berbelok atau setir terasa mendadak berat, barulah kesadaran akan keberadaan power steering itu muncul.

Itulah mengapa pengetahuan seputar cara kerja power steering dapat membantu pemilik mobil mendeteksi permasalahan sejak dini.

Power Steering Adalah Solusi agar Setir Mobil Tidak Berat

Electric Power Steering (EPS)

Contoh Electric Power Steering (EPS)

Untuk memahami mengapa power steering adalah solusi, bayangkan situasi ketika pengemudi harus berbelok tajam di tengah kemacetan kota. Tanpa bantuan power steering, memutar setir sejauh 90 derajat atau lebih bisa menguras banyak energi, terutama jika durasi berkendara panjang.

Baca juga  5 Cara Over Kredit Mobil, Dari Awal Hingga Akhir!

Power steering meringankan beban dengan memberi dorongan tambahan entah lewat tekanan cairan (hidrolik) atau bantuan motor listrik. Begitu pengemudi menyentuh setir, sistem ini bekerja agar putaran setir menjadi lebih efisien.

Fungsi power steering terutama terasa saat mobil melewati jalan berkelok di wilayah pegunungan. Jika masih menggunakan sistem kemudi konvensional, pengemudi bisa cepat lelah karena harus berkali-kali memutar setir dengan tenaga penuh. Dengan adanya power steering, lengan tak lagi pegal.

Balancing setir ke posisi lurus selepas tikungan juga terjadi lebih halus, karena power steering membantu setir kembali ke posisi netral. Dampaknya, kesalahan perhitungan saat bermanuver dapat dikurangi, sehingga potensi kecelakaan pun menurun.

Electric Power Steering Memanfaatkan Tenaga Listrik

Electronic power steering

MG ZS merupakan salah satu mobil yang dilengkapi power steering dan bisa diubah bobot kemudinya sesuai kebutuhan pengendara.

Teknologi elektrik power steering kini banyak dipilih pabrikan otomotif karena lebih hemat energi dan perawatan yang cenderung mudah. Sistemnya menggantikan vane pump yang ada di power steering hidrolik dengan motor listrik sebagai penghasil tenaga bantu.

Begitu mesin mobil dihidupkan, modul kontrol akan mengaktifkan motor elektrik, lalu sensor torsi pada batang setir mengirimkan sinyal terkait arah dan kecepatan putaran kemudi.

Berdasarkan data tersebut, modul kontrol memutuskan seberapa banyak asupan listrik yang diperlukan motor untuk membantu pergerakan setir.

Kelebihan sistem elektrik power steering adalah mampu menyesuaikan tingkat bobot setir sesuai kecepatan mobil.

Saat melaju di atas jalan tol dengan kecepatan tinggi, setir akan dibuat lebih berat agar pengemudi lebih stabil dan tidak mudah membelok tiba-tiba. Lalu ketika memasuki area parkir, bobot setir menjadi sangat ringan supaya memudahkan proses memutar kemudi berkali-kali.

Karena mengandalkan kelistrikan, pemilik mobil harus waspada agar komponen penting seperti dinamo penggerak tidak terendam air. Menerjang banjir bisa membuat kelistrikan terganggu, sehingga memicu kerusakan yang biaya perbaikannya dapat mencapai jutaan rupiah.

Cara Kerja Power Steering Berbasis Elektrik dan Hidrolik

power steering hidrolik

Kelemahan power steering hidrolik, setir tidak terlalu ringan.

Meskipun tampak serupa di luar, power steering elektrik dan hidrolik berbeda jauh di balik kap mesin. Sistem hidrolik bekerja dengan cara menyalurkan cairan bertekanan dari vane pump menuju rack steer. Ketika setir berbelok, katup pengontrol akan membuka jalur aliran oli ke sisi yang diperlukan sehingga memberikan bantuan dalam memutar roda.

Di sisi lain, power steering elektrik tak lagi bergantung pada pompa hidrolik, melainkan sensor torsi, modul kontrol, dan motor listrik. Begitu sensor mendeteksi pergerakan setir, motor pun langsung ikut berputar, menambah daya putar yang dibutuhkan pengemudi.

Power steering hidrolik terkenal tangguh untuk menahan beban besar, sebab desainnya memang dioptimalkan menggunakan cairan bertekanan. Makanya truk atau mobil komersial bervolume besar kerap memakainya. Namun, power steering elektrik lebih efisien dan modern, membuat banyak pabrikan beralih menggunakan sistem ini, terutama pada mobil penumpang keluaran baru.

Baca juga  Dampak Pengisian Oli Mesin Berlebihan, Pentingnya Perawatan Sebelum Liburan

Hasilnya, bobot setir dapat diatur lebih fleksibel sesuai selera pabrikan. Dalam beberapa mobil masa kini, terdapat fitur pengaturan bobot setir yang dapat dipilih, misalnya mode Comfort untuk setir yang ringan, dan mode Sport untuk setir yang agak berat.

Mengapa Mobil Tanpa Power Steering Lebih Melelahkan

fungsi power steering hidrolik

Chevrolet Aveo merupakan salah satu contoh mobil yang menggunakan power steering hidrolik

Pada era 1980-an hingga 1990-an, banyak mobil masih belum mengadopsi power steering, terutama model-model sedan atau hatchback bermesin kecil.

Para pemiliknya akan merasakan beban putar setir yang sangat besar ketika harus parkir di tempat sempit. Bayangkan juga situasi memutar setir berkali-kali di jalan berliku, betapa cepat lengan pengemudi akan merasa pegal.

Walau demikian, mobil-mobil tanpa power steering memiliki mekanisme kemudi yang lebih sederhana, karena terbebas dari risiko kebocoran oli, gangguan motor listrik, atau malafungsi sensor.

Bagi yang terbiasa dengan kendaraan modern, mencoba mobil lawas tanpa power steering bisa menjadi pengalaman unik. Proses memarkir kendaraan membuat seseorang berkeringat lebih banyak, sementara berbelok di kecepatan rendah menuntut konsentrasi penuh agar tidak salah memutar setir.

Situasi ini memperlihatkan betapa signifikannya fungsi power steering bagi kenyamanan berkendara sehari-hari. Bahkan, aspek keselamatan juga dipengaruhi karena pengemudi yang kelelahan mudah kehilangan fokus.

Sistem Power Steering Hidrolik Masih Diminati

lingkar kemudi lurus

Setir dalam kondisi lurus, bagian dari cara kerja power steering

Meskipun power steering elektrik mendominasi pasar saat ini, sistem hidrolik masih banyak ditemukan pada mobil lawas atau kendaraan komersial. Cara kerja power steering hidrolik relatif sederhana, di mana vane pump memompa cairan bertekanan saat mesin berputar.

Fluida yang digunakan biasanya oli khusus power steering, berwarna merah bening ketika masih baru. Seiring penggunaan, warna oli bisa berubah menjadi keruh karena terkontaminasi kotoran dan partikel kecil di dalam sistem.

Oleh karena itu, rutin mengganti oli power steering termasuk langkah penting dalam perawatannya. Banyak orang melakukan pengurasan oli setahun sekali, disertai pembersihan saluran agar serpihan kotoran tidak merusak komponen karet atau sil di rack steer.

Apabila power steering hidrolik telat diganti oli, karet-karet di dalam sistem mudah getas. Kebocoran bisa terjadi pada seal atau selang, membuat oli merembes dan tekanan hidrolik menurun. Akibatnya, setir jadi mendadak berat atau bahkan terdengar bunyi aneh saat digerakkan.

Penanganan sejak dini dengan memeriksa level oli di reservoir sangat dianjurkan. Bila volume olinya kurang dari batas normal, segera tambah atau ganti sekalian.

Jika kondisi sudah sangat parah, pemilik mobil harus bersiap mengeluarkan biaya besar untuk mengganti komponen power steering yang rusak, mulai dari pompa, selang, hingga rack steer.

Cara Merawat Power Steering agar Awet

Posisi setir memutar atau berbelok

Dalam kondisi setir berbelok atau memutar, power steering meringkan kerja pengemudi

Pemilik mobil sebaiknya memperhatikan kondisi sistem power steering, baik yang hidrolik maupun elektrik. Bagi pengguna power steering elektrik, hindari berkendara di jalan yang tergenang banjir. Pastikan pula area sekitar motor listrik tidak terkena air.

Jika terpaksa menembus genangan cukup tinggi, usahakan memeriksa kembali komponen kelistrikan usai perjalanan. Semakin cepat potensi gangguan terdeteksi, semakin mudah proses perbaikan.

Pada sistem hidrolik, kunci merawat power steering adalah rajin mengganti oli secara rutin, termasuk memantau kebersihannya. Periksa apakah ada kebocoran di dekat area pompa atau selang.

Baca juga  3 Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun, Bisa Pakai Sampo

Jika tiba-tiba suara mendesing muncul saat memutar setir, segera cek apakah volume oli berkurang atau ada kerusakan di bagian lain. Jangan abaikan gejala setir bergetar, karena bisa jadi vane pump bermasalah atau ada kerusakan di rak kemudi.

Upaya sederhana seperti menjaga tekanan ban tetap ideal juga dapat membantu kinerja power steering, sebab ban yang kempis akan meningkatkan beban putar setir.

Menjaga Performa Power Steering dengan Kebiasaan Berkendara yang Baik

Selain menjaga komponen power steering melalui perawatan berkala, gaya berkendara juga mempengaruhi keawetan sistem ini. Hindari membiarkan roda mobil terlalu lama berbelok penuh ke satu arah. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, pompa pada power steering hidrolik bisa mengalami over-pressure, memicu peningkatan suhu oli yang merusak seal.

Pada power steering elektrik, beban motor akan terlalu tinggi ketika setir diputar penuh dalam waktu lama. Meski sistem biasanya dilengkapi sensor untuk mencegah overheating, perlakuan ini tidak ideal bagi umur komponen.

Tidak kalah penting, berkendaralah dengan tenang saat melewati jalan bergelombang. Hentakan keras pada roda bisa ditransfer ke setir dan mengganggu kinerja power steering. Upayakan mengurangi kecepatan terlebih dahulu, lalu lewati jalan rusak perlahan agar guncangan lebih minim. Semakin halus cara mengemudi, semakin rendah kemungkinan komponen internal power steering cepat aus.

Jangan ragu memeriksa kondisi kaki-kaki mobil secara rutin di bengkel tepercaya supaya gangguan seperti tie rod longgar atau rack steer bermasalah tidak merusak sistem power steering.

Mengenal Vane Pump pada Power Steering Hidrolik

Bagi penggemar mobil lawas atau kendaraan yang masih mengusung sistem hidrolik, vane pump adalah salah satu komponen vital. Pompa ini menyalurkan cairan bertekanan tinggi ke seluruh sistem power steering. Cara kerjanya memanfaatkan putaran mesin melalui drive belt yang terhubung ke puli.

Ketika mesin menyala, vane pump berputar dan mengatur aliran oli ke control valve. Selanjutnya, control valve menyesuaikan arah aliran oli berdasarkan input dari pergerakan setir. Bila vane pump mengalami aus atau kerusakan, aliran oli tidak optimal dan power steering jadi berat atau berbunyi saat mobil berbelok.

Vane pump yang sehat ditandai oleh tekanan oli yang stabil di semua putaran mesin. Para mekanik biasanya menggunakan alat ukur tekanan untuk memastikan nilainya sesuai spesifikasi pabrik. Jika tekanan terlalu rendah, setir jadi berat. Jika terlalu tinggi, seal dan komponen lain bisa cepat rusak.

Perawatan rutin pada vane pump meliputi pemeriksaan volume oli dan kualitas cairan, mengontrol sabuk penggerak agar tidak kendur, serta memperhatikan apakah ada kebocoran di area pompa. Dengan perawatan yang tepat, umur vane pump bisa panjang dan performa setir tetap mantap.

Power steering bukan lagi barang mewah yang hanya ditemui di mobil premium, sebab hampir semua mobil modern memakainya untuk mempermudah kendali setir. Mengerti fungsi power steering dan cara merawatnya terbukti membawa manfaat besar, mengingat biaya perbaikan rusakannya tidak murah.

Mulailah dengan hal-hal sederhana, seperti memastikan oli power steering tidak kotor, menghindari banjir jika menggunakan elektrik power steering, dan melakukan servis berkala di bengkel tepercaya.

Jika ingin tahu lebih banyak tips soal sistem power steering, setir mobil, atau seluk-beluk perawatan otomotif lainnya, kunjungi Moladin.com dan temukan artikel terkini yang bisa menambah wawasan. Dengan perawatan yang tepat, setir mobil akan tetap ringan dan responsif, sehingga kenyamanan dan keselamatan berkendara selalu terjaga.

Baca juga:

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika
Edit Template