Selasa, April 16, 2024
Banner-Wuling-EV-Blog

Hasil Uji Tabrak Toyota bZ4X Euro NCAP, Seberapa Aman?

by Tigor Sihombing
Daihatsu Rocky setop jualan

Euro NCAP (New Car Assessment Programme) merilis hasil uji tabrak Toyota bZ4X. Mobil dengan sumber tenaga baterai tersebut berhasil meraih bintang lima, yang merupakan nilai sempurna dalam hal perlindungan untuk pengemudi dan penumpang.

Adapun unit yang diuji adalah Toyota bZ4X penggerak roda depan (FWD) dan penggerak semua roda (AWD). “Hasil uji tabrak Toyota bz4x pada kursi depan dan sandaran kepala menunjukkan perlindungan yang baik terhadap cedera whiplash jika terjadi tabrakan dari belakang. Analisis geometrik kursi belakang juga menunjukkan perlindungan whiplash yang baik,” tulis Euro NCAP dalam laman resminya dikutip 29 November 2022.

Dalam laman tersebut juga dikatakan, hasil uji tabrak Toyota bZ4X Euro NCAP memperoleh nilai 88 persen untuk keamanan penumpang dewasa, 87 persen untuk keamanan penumpang anak, 79 persen untuk keamanan pengguna jalan, dan 91 persen untuk sistem keselamatan.

Sedangkan di sisi keselamatan, fitur Toyota bZ4X yang memiliki sistem pengereman darurat otonom (autonomous emergency braking/AEB) dinilai bekerja dengan baik saat bereaksi dengan kendaraan lain. Begitu juga dengan sistem pengingat sabuk pengaman dipasang di kursi depan dan belakang, serta mobil dilengkapi sistem mendeteksi kelelahan pengemudi.

Baca juga  Biaya Konsumsi Listrik Hyundai Ioniq 5 Jakarta-Bandung PP, Semurah Apa?

“Sistem bantuan kecepatan mendeteksi batas kecepatan lokal dan pengemudi dapat memilih untuk menyetel pembatas atau membiarkan sistem melakukannya secara otomatis,” tulis Euro NCAP.

Tertarik punya? Toyota bZ4X yang dijual di Indonesia hanya model panoramic roof dengan sistem penggerak Front-Wheel Drive (FWD). Harga mobil listrik baterai pertama Toyota ini Rp 1,190 miliar on the road (OTR) DKI Jakarta.

Bicara spesifikasi baterainya, dilengkapi baterai Lithium-ion 71,4 kWh. Baterai mobil listrik itu bisa diisi dengan charger AC voltase maksimal 6,6 kW dan charger DC voltase 150 kW. Melalui charger DC, pengisian daya hingga 80 persen dapat selesai dalam waktu 30 menit. Mobil tersebut bisa menempuh jarak 500 km sekali isi penuh daya listrik.

Mobil listrik Toyota bZ4X mampu menghasilkan tenaga 204 HP dan torsi puncaknya 266 Nm, bahkan diklaim bisa untuk penggunaan on-road dan off-road, maupun perkotaan.

Fitur Keselamatan Toyota bZ4X Pakai TSS 3.0

Hasil Uji Tabrak Toyota bz4x Euro NCAP

Toyota bZ4X punya sistem keselamatan TSS 3.0 yang bisa mencegah terjadinya kecelakaan

Bicara hasil uji tabrak Toyota bZ4X yang berhasil meraih bintang lima untuk keselamatan pengemudi dan penumpangnya, tidak lepas dari kehadiran teknologi Toyota Safety Sense (TSS) versi 3.0. Di dalamnya terintegrasi Pre-Collision System & Pre-Collision Brake Assist yang mengandalkan sensor radar dan kamera monokular untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil. Tidak hanya mobil lain yang bisa terdeteksi, tapi juga, pejalan kaki, pesepeda, dan pemotor.

 

Jika sistem menilai adanya potensi tabrakan, PCS akan memperingatkan pengemudi melalui visual dan suara. Dengan demikian pengemudi diharapkan dapat menghindar atau mengurangi kecepatan. Lalu kalau potensinya masih besar untuk bertabrakan, TSS 3.0 di Toyota bZ4X akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari kecelakaan.

Baca juga  Sensasi Geber MG 4 EV Sampai ke Titik Nadir

Ada pula Lane Departure Alert (LDA) yang bisa membaca marka jalan ketika mobil melewati jalur yang seharusnya. Sistem akan memberikan peringatan jika mobil melintas jalur terlalu jauh, sehingga berisiko menabrak obyek di pinggir jalan seperti pejalan kaki dan pesepeda. LDA akan memberikan alarm suara dan menggetarkan kemudi, kalau pengemudi tidak merespons peringatan.

TSS 3.0 di Toyota bZ4X juga terintegrasi Lane Tracing Assist (LTA) yang mampu membaca marka jalan untuk selanjutnya memberikan peringatan dalam bentuk indikator berkedip dan suara, jika terjadi pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya. Kalau diabaikan, sistem akan mengoreksi arah kemudi jika dianggap sudah keluar dari lajur seharusnya.

Hadir pula Adaptive High-beam System (AHS) yang sudah mengodpsi 12 lampu LED di depan untuk mendeteksi secara presisi obyek di depan mobil saat melaju di malam hari. Selanjutnya AHS di bZ4X akan mengatur antara menyalakan lampu utama dan lampu jauh sesuai kebutuhan.

Tidak ketinggalan ada Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) untuk mengatur kecepatan mobil supaya konstan
sesuai pengaturan awal ketika cruising di jalan tol. Ini mampu mengurangi kelelahan dan menjaga kewaspadaan pengemudi. Ketika di depan ada mobil lain, sistem akan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman antar kendaraan. Namun bila mobil di depan mengerem, DRCC juga akan mengurangi kecepatan.

Baca juga  Uji Ketahanan Baterai Wuling Air EV, Dibakar dan Direndam Air!

Demikian ulasan hasil uji tabrak Toyota bZ4X dari EURO NCAP. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

Related Articles

Moladin Digital Indonesia








Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika