Mazda kembali menunda peluncuran mobil listrik (EV) murni pertamanya yang dikembangkan menggunakan platform khusus. Pabrikan asal Jepang itu kini memilih untuk mengalihkan fokus ke kendaraan hybrid sebagai strategi bertahan di tengah ketidakpastian pasar otomotif global. Padahal sebelumnya, EV terbaru Mazda dijadwalkan meluncur pada 2026.
Mobil listrik tersebut kabarnya akan berbentuk crossover berukuran menengah dan menjadi EV pertama Mazda yang benar-benar dirancang dari nol sebagai mobil listrik, bukan hasil konversi dari mobil bermesin bensin.
Produksi EV Mazda Mundur hingga 2029
Berdasarkan laporan media Jepang Nikkei dan Nikkan Jidosha, produksi massal EV baru Mazda kini baru akan dimulai paling cepat pada 2029. Hal ini menandakan adanya penundaan setidaknya dua hingga tiga tahun dari rencana awal.
Keputusan ini menandai perubahan besar dalam strategi elektrifikasi Mazda, yang sebelumnya ingin mengejar ketertinggalan dari merek-merek besar seperti Toyota, Hyundai, dan Tesla.
Tarif Impor dan Insentif Jadi Biang Kerok
Penundaan ini dipicu oleh berbagai faktor eksternal, mulai dari kenaikan tarif impor kendaraan listrik, perubahan regulasi emisi, hingga dihapuskannya insentif pajak mobil listrik sebesar US$7.500 di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat biaya produksi dan harga jual EV menjadi jauh kurang kompetitif.
Bagi Mazda yang skalanya lebih kecil dibanding raksasa otomotif global, tekanan ini jauh lebih terasa sehingga perusahaan memilih jalur yang lebih aman melalui teknologi hybrid.
Mazda Pilih Strategi “Hybrid First”
Mazda menyatakan tetap mengembangkan teknologi mobil listrik, namun akan menerapkannya sesuai kebutuhan pasar dan kebijakan tiap negara. Untuk sementara, mobil hybrid dinilai sebagai solusi paling realistis karena masih lebih terjangkau, lebih fleksibel, dan lebih mudah diterima konsumen.
Strategi ini memungkinkan Mazda tetap memenuhi regulasi emisi tanpa harus mengambil risiko besar dari investasi EV murni dalam jangka pendek.
EV Mazda Tetap Ada, Tapi Bukan dari Jepang
Meski EV buatan sendiri ditunda, Mazda tetap menjual mobil listrik melalui kerja sama dengan Changan di China. Model seperti Mazda 6e dan Mazda CX-6e sudah dipasarkan di Eropa dan Australia.
Namun karena diproduksi di China, mobil-mobil ini terkena tarif impor hingga 100% di Amerika Serikat sehingga tidak bisa bersaing di pasar AS.
Industri Otomotif Global Juga Melambat
Langkah Mazda ini sejalan dengan tren industri otomotif global. Ford menghentikan produksi F-150 Lightning, Stellantis membatalkan Ram 1500 listrik, dan General Motors juga menghentikan proyek van listrik BrightDrop. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik, khususnya di segmen mahal, sedang mengalami perlambatan.
Pantau terus perkembangan dunia otomotif, tips, serta harga mobil terbaru hanya di Moladin. Jangan sampai ketinggalan info penting seputar mobil favoritmu!


