Berikut adalah daftar 7 mobil yang diuji oleh tim Moladin beserta kisaran harganya, yang disusun mulai dari yang paling terjangkau hingga yang premium.
Harga paling terjangkau: Dengan banderol mulai dari Rp 499 juta, mobil ini menjadi opsi termurah di antara tujuh kendaraan elektrifikasi yang dibawa dalam perjalanan mudik ini.
Teknologi PHEV yang irit: Sebagai mobil Plug-in Hybrid (PHEV), Geely Starray EM-i memberikan efisiensi yang impresif. Dalam perjalanan mudik dari Jakarta ke Yogyakarta, mobil ini mampu mencatatkan rata-rata konsumsi bahan bakar sebesar 26,28 km/liter. Total biaya bensin yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 292.990 untuk jarak 625,9 km, atau setara dengan Rp 468,1 per kilometer.
Kenyamanan dan Fitur: Meski harganya ekonomis, mobil ini menawarkan kenyamanan yang memadai untuk perjalanan jauh. Pengulas menyoroti suspensinya yang comfort dan empuk, kualitas audio Flyme Sound yang jernih, serta fitur ventilated seat di sisi pengemudi yang menambah kenyamanan.
Kelengkapan Fitur: Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi modern seperti ADAS lengkap (low speed follow, lane keeping assist), kamera 360, panoramic sunroof, dan pengaturan jok elektrik di kedua sisi depan, menjadikannya paket yang sangat bernilai di kelas harganya.
Harga yang kompetitif: Changan Deepal S07 ditawarkan dengan harga Rp599 juta, menjadikannya salah satu pilihan kendaraan listrik yang sangat menarik di kelasnya.
Efisiensi energi: Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 79,97 kWh dengan klaim jarak tempuh 560 km (NEDC). Dalam perjalanan pulang-pergi Jakarta-Bandung sejauh 429,5 km, mobil ini terbukti sangat efisien dengan sisa baterai 8% saat tiba kembali di Bekasi.
Konsumsi daya: Berdasarkan perhitungan tim, rata-rata konsumsi listrik mobil ini tercatat di angka 5,4 km/kWh. Biaya listrik per kilometernya mencapai Rp 459/km, yang menunjukkan efisiensi operasional yang sangat baik untuk sebuah SUV listrik.
Kesan Penggunaan: Tim Moladin menilai Changan Deepal S07 sebagai mobil yang nyaman dan andal untuk perjalanan luar kota, memberikan pengalaman berkendara yang hemat dan modern.
Pilihan keluarga (Family Oriented): Mobil ini dipilih karena kapasitasnya yang sangat luas, mampu menampung hingga 6 penumpang dengan nyaman, menjadikannya pilihan utama untuk perjalanan mudik bersama keluarga besar.
Kenyamanan kabin: Pengulas menyoroti fasilitas hiburan di baris kedua yang sangat membantu menjaga anak-anak tetap terhibur selama perjalanan jauh, serta baris ketiga yang cukup lega bahkan untuk orang dewasa.
Fitur keselamatan: Meski tidak memiliki jumlah fitur sebanyak mobil lain di daftar ini, Innova Zenix Q Hybrid dilengkapi dengan fitur esensial seperti Lane Departure Alert dan Blind Spot Monitoring. Fitur Lane Departure Alert khususnya dirasakan sangat membantu untuk menjaga mobil tetap berada di jalur saat mengemudi jarak jauh.
Performa mudik: Setelah menempuh jarak lebih dari 500 km dari Jakarta ke Yogyakarta, mobil ini dilaporkan dalam kondisi prima. Pengecekan rutin pada komponen cairan (oli, air radiator, dll.) dan spuring menunjukkan bahwa mobil tetap sehat dan nyaman digunakan untuk perjalanan luar kota.
Performa fun to drive: Mobil ini dipilih karena mengutamakan sensasi berkendara yang menyenangkan (fun to drive), yang sangat membantu pengemudi agar tetap fokus dan tidak cepat lelah saat menempuh perjalanan jarak jauh seorang diri.
Efisiensi bahan bakar: Dengan teknologi hybrid Honda, mobil ini mencatatkan konsumsi BBM rata-rata 18,75 km/liter. Berdasarkan perhitungan biaya Pertamax, biaya per kilometernya mencapai Rp 656/km.
Spesifikasi mesin: Dibekali mesin 2.000 cc yang dipadukan dengan motor listrik, mobil ini menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 315 Nm. Tenaga yang besar ini memberikan performa yang terasa effortless.
Pengendalian dan kenyamanan: Meski bantingannya terasa agak kaku, mobil ini menawarkan pengendalian yang tajam, akurat, dan posisi duduk rendah layaknya sedan sport. Hal ini membuat mobil terasa stabil dan menempel di aspal saat bermanuver.
Reputasi efisiensi: Pemilihan mobil ini didasari oleh rekor MURI yang sebelumnya berhasil dicatatkan oleh Jaecoo J8, yakni menempuh jarak 1.660 km dengan satu tangki penuh, sehingga pengulas yakin akan efisiensinya untuk perjalanan mudik.
Teknologi PHEV: Sebagai kendaraan Plug-in Hybrid (PHEV), mobil ini mengombinasikan penggunaan bahan bakar minyak dan tenaga listrik. Dalam perjalanan menuju Yogyakarta, mobil ini menghadapi tantangan kemacetan arus mudik di beberapa ruas tol.
Biaya operasional: Berdasarkan perhitungan setelah menempuh jarak 615,9 km, tim Moladin melakukan pengisian kembali bahan bakar dan daya listrik. Hasilnya, mobil ini mencatatkan biaya total sebesar Rp824,5 per kilometer.
Performa perjalanan: Meskipun kondisi lalu lintas cukup padat, Jaecoo J8 tetap diandalkan untuk menempuh rute jarak jauh, membuktikan kapabilitasnya sebagai salah satu kendaraan yang efisien untuk agenda mudik tahunan.
Kenyamanan maksimal: Mobil ini dipilih karena reputasinya sebagai kendaraan yang sangat nyaman untuk perjalanan jauh. Pengulas menekankan bahwa Xpeng X9 adalah mobil ternyaman yang pernah mereka gunakan untuk bepergian ke Bali.
Fitur Mewah dan Teknologi: Mobil ini dilengkapi dengan berbagai fitur premium, termasuk:
Zero Gravity Mode: Kursi yang bisa diatur untuk posisi rileks total.
Fasilitas penunjang: Kulkas yang bisa mendinginkan atau memanaskan, meja yang kokoh untuk bekerja, serta kursi dengan fitur pijat.
Kendali cerdas: Kemampuan parkir mandiri dan sistem air suspension yang bisa menyesuaikan ketinggian serta kelembutan suspensi melalui head unit.
Performa dan efisiensi:
Selama perjalanan, mobil ini menunjukkan efisiensi energi yang impresif. Dengan total jarak tempuh 1.137,3 km dari Jakarta ke Bali, konsumsi dayanya mencapai sekitar 5 kWh/km.
Total biaya listrik yang dikeluarkan untuk perjalanan tersebut adalah Rp 106.228, menjadikannya pilihan yang sangat hemat untuk ukuran mobil listrik besar dengan kapasitas lima penumpang.
Kesimpulan pengulas: Xpeng X9 dipuji sebagai “mobil China favorit” karena kabin yang lega, fitur berlimpah, dan bantingannya yang sangat empuk, membuatnya menjadi pilihan recommended untuk road trip.
Kapasitas dan akomodasi: Mobil ini dipilih karena kabinnya yang sangat luas dan bagasi yang masif, mampu memuat banyak koper ukuran medium, ransel, serta double bag bahkan saat jok baris ketiga sedang digunakan.
Efisiensi bahan bakar: Meski memiliki dimensi besar dan mesin powerful 2.500 cc, mobil ini menunjukkan efisiensi yang impresif. Dalam perjalanan dari Jakarta ke Bali dengan total jarak 1.117 km, konsumsi BBM rata-rata tercatat di angka 14,8 km/liter.
Biaya operasional: Tim menghabiskan total Rp 972.000 untuk BBM sepanjang perjalanan, yang menghasilkan biaya operasional sebesar Rp 825 per kilometer.
Kenyamanan dan performa: Pengulas menyoroti teknologi hybrid Hyundai yang bekerja sangat optimal, terutama saat menghadapi kemacetan di mana mesin bensin hanya bekerja sekitar 30% dan sisanya didukung oleh tenaga listrik. Mobil ini dinilai sangat nyaman, lega, dan bertenaga untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga
Kesimpulan
Efisiensi Biaya: Pengujian ini membuktikan bahwa kendaraan berbasis energi baru sangat kompetitif dari sisi biaya operasional. Mobil listrik (EV) seperti Changan Deepal S07 dan Xpeng X9, serta Plug-in Hybrid (PHEV) seperti Geely Starray EM-i, mampu memberikan biaya per kilometer yang sangat efisien dibanding mobil konvensional.
Kenyamanan & Teknologi: Setiap jenis powertrain menawarkan keunggulan berbeda. Mobil listrik menonjol dalam hal kenyamanan suspensi, keheningan kabin, dan fitur canggih (seperti zero gravity mode pada Xpeng X9).
Performa di Kondisi Nyata: Pengujian dilakukan dalam kondisi lalu lintas yang beragam, mulai dari kemacetan parah hingga jalur lancar. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi tetap efisien bahkan dalam kondisi stop-and-go berkat sistem regenerative braking dan dukungan motor listrik.